Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
ODGJ Berkeliaran di Maos Lor, Warga Resah dan Polisi Bertindak Cepat
Sering ada Suara Aneh di Plafon Rumah, Damkar Banyumas Temukan Sepasang Ular Besar!
Gen Z Diajak Bijak Hadapi Era Digital dan Medsos

Sering ada Suara Aneh di Plafon Rumah, Damkar Banyumas Temukan Sepasang Ular Besar!

Ular sanca kembangUlar sanca kembang

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dua ekor ular sanca kembang dievakuasi oleh tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Banyumas dari sebuah rumah warga yang berlokasi di Perumahan Puri Teluk RT 09 RW 04, Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan.

Evakuasi dilakukan pada Kamis (15/5/2025) pagi, setelah pemilik rumah melaporkan keberadaan ular yang jatuh dari plafon saat seluruh anggota keluarga tengah tertidur.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar karena selama satu tahun terakhir, pemilik rumah tak menyadari bahwa rumahnya telah menjadi sarang sepasang ular sanca besar.

Awalnya, suara-suara aneh yang sering terdengar dari langit-langit rumah disangka berasal dari tikus, apalagi lokasi hunian cukup dekat dengan area perkebunan.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Banyumas, Andaru Budilaksono, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari pemilik rumah bernama Fredy sekitar pukul 05.45 WIB. Saat itu, Fredy mengabarkan adanya ular yang jatuh dari plafon rumah dan segera meminta bantuan evakuasi.

“Mendapati laporan tersebut, kemudian Regu 3 Damkar Induk menuju ke lokasi untuk penanganan dan evakuasi,” kata Andaru.

Sesampainya di lokasi kejadian, petugas langsung melakukan observasi dan memulai proses evakuasi menggunakan sejumlah peralatan keselamatan standar.

Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh di plafon dan sekitarnya, mereka berhasil mengevakuasi dua ekor ular sanca kembang yang diperkirakan berpasangan.

Salah satu ular berjenis kelamin jantan dengan panjang sekitar 2,5 meter, sementara ular betina memiliki panjang lebih besar yakni sekitar 2,8 meter.

“Penanganan dan evakuasi berjalan dengan lancar, dan petugas tidak ada yang cedera,” ujarnya memastikan bahwa proses penyelamatan berlangsung aman.

Lebih lanjut, Andaru mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari pemilik rumah, selama setahun terakhir memang sering terdengar suara mencurigakan dari atas plafon.

Namun, karena suaranya terdengar seperti pergerakan tikus dan lokasi rumah berada dekat perkebunan, keluarga tidak menaruh curiga bahwa yang bersembunyi di atas mereka adalah sepasang ular besar.

“Tadi pagi sekitar pukul 5, saat satu keluarga sedang tidur, tiba-tiba plafonnya runtuh dan ternyata terdapat ular besar yang sudah berada di bawah,” jelasnya.

Menariknya, dari hasil observasi lapangan, ditemukan banyak daun-daun kering di area plafon. Ini memperkuat dugaan bahwa pasangan ular tersebut telah lama menetap di sana dan kemungkinan besar sedang bersiap untuk berkembang biak.

“Di plafon itu sendiri banyak daun-daun kering, kemungkinan ular itu akan bertelur,” ujar Andaru.

Fenomena keberadaan satwa liar di dalam permukiman penduduk seperti ini memang bukan yang pertama terjadi di wilayah Banyumas, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan lahan perkebunan atau semak belukar.

Andaru pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada jika mendengar suara mencurigakan di area rumah, terutama di bagian atap atau plafon yang jarang diperiksa secara rutin.

Kehadiran ular berbisa maupun ular besar seperti sanca kembang di permukiman dapat membahayakan penghuni rumah, terutama anak-anak. Oleh karena itu, warga diminta untuk segera menghubungi petugas Damkar atau otoritas terkait jika mendapati tanda-tanda keberadaan hewan liar di sekitar tempat tinggal.

Kasus evakuasi ular ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk rutin memeriksa bagian-bagian tersembunyi di rumah, khususnya jika rumah berada di wilayah dekat area terbuka, perkebunan, atau semak. (*)

Berita Sebelumnya
Odgj berkeliaran resahkan warga

ODGJ Berkeliaran di Maos Lor, Warga Resah dan Polisi Bertindak Cepat

Berita Selanjutnya
Gen z diajak bijak sikapi medsos

Gen Z Diajak Bijak Hadapi Era Digital dan Medsos