Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Video Aspal Lembek di Desa Karangturi Purbalingga Viral, Pelaku Akui Video Direkam Usai Pengaspalan

Pembuat Video: Saya Khawatir Ketahanan JalanPembuat Video: Saya Khawatir Ketahanan Jalan
ASPAL: Jalan Desa Karangturi yang baru selesai diaspal menjadi perhatian warga setelah videonya beredar di media sosial

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Sebuah video yang memperlihatkan kondisi aspal jalan desa yang tampak lembek di Desa Karangturi, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, menjadi bahan perbincangan hangat setelah menyebar luas di media sosial.

Polemik seputar kualitas proyek pengaspalan ini pun memancing tanggapan dari berbagai pihak, termasuk warga pembuat video tersebut.

Robi Setiadi, warga yang merekam video viral itu, mengungkapkan bahwa rekaman tersebut diambil secara spontan ketika dia melintas di lokasi pengerjaan jalan.

Pada saat itu, pekerjaan sudah selesai, namun permukaan aspal terlihat masih lunak.

“Waktu saya lewat memang sudah tidak ada aktivitas pekerja, tapi saya lihat kondisi aspalnya masih lembek,” ujar Robi saat dikonfirmasi pada Selasa (13/1/2026).

Sebagai warga setempat, Robi merasa perlu memastikan bagaimana kondisi tersebut bisa terjadi kepada pihak desa.

Setelah merekam video, Robi berusaha berkomunikasi dengan pemerintah desa untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Ia diberitahu bahwa aspal memang memerlukan waktu untuk mengeras sepenuhnya dan tidak dapat menjadi padat seketika setelah digelar.

Namun demikian, Robi khawatir karena jalan telah dibuka untuk umum meskipun proses pengerasan belum rampung.

Jalan tersebut sering dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian karena letaknya yang berada di kawasan persawahan.

“Sebenarnya saya hanya khawatir soal ketahanan jalannya,” kata Robi, menambahkan bahwa kendaraan yang melintasi jalan sebelum aspal keras sepenuhnya bisa berdampak pada kualitas jalan dalam jangka panjang.

Video yang sempat menjadi viral ini sebenarnya tidak dimaksudkan oleh Robi untuk disebarluaskan ke publik.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari pembuatan video adalah untuk memberikan informasi kepada pemerintah desa mengenai kondisi lapangan.

“Saya tidak berniat memviralkan. Tujuannya hanya menyampaikan kondisi di lapangan supaya diketahui pihak desa,” jelasnya.

Robi juga melaporkan bahwa kini keadaan jalan sudah mulai mengeras meskipun ada beberapa bagian tepi jalan yang belum sepadat bagian tengahnya.

“Sekarang sudah lebih keras, tinggal bagian pinggir saja yang masih proses,” tambahnya.

Menanggapi penyebaran video tersebut, Sekretaris Desa Karangturi, Jumeri, menjelaskan kronologi kejadian itu.

Menurut Jumeri, video direkam hanya sekitar satu jam setelah pekerjaan pengaspalan selesai dilakukan pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 12.00 siang. Saat itu aspal baru saja dicek dengan cara dikorek pada pukul 13.00 siang.

Aspal sekali gelar tidak dapat langsung mengeras dan membutuhkan waktu tiga hingga empat hari agar proses pemadatan bisa optimal.

Bagian tepi jalan yang terlihat mudah terkelupas dalam video adalah area yang memang kurang mendapatkan gilasan dari alat berat sehingga tidak sepadat bagian tengah.

Pihak desa sendiri telah memanggil Robi untuk melakukan klarifikasi terkait video tersebut.

Dalam pertemuan itu dijelaskan bahwa perekaman bukan bertujuan untuk mempertanyakan kualitas aspal tetapi lebih kepada keluhan karena jalan tidak ditutup sepenuhnya selama proses pengerjaan berlangsung.

Dari kejadian ini dapat diambil pelajaran penting mengenai komunikasi antara warga dan pemerintah desa dalam proyek infrastruktur publik seperti pengaspalan jalan.

Transparansi dan pemberian informasi yang tepat waktu serta akurat dapat membantu menghindari kesalahpahaman dan polemik di masyarakat.

Dengan adanya klarifikasi ini diharapkan masyarakat mendapatkan pemahaman lebih baik tentang prosedur pengaspalan dan waktu yang diperlukan agar hasil pembangunan mencapai kualitas optimal sesuai standar yang ditetapkan. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Cara Mudah Bayar Cicilan bluExtraCash untuk Nasabah

Simak Cara Bayar Cicilan bluExtraCash dengan Mudah untuk Nasabah Digital

Berita Selanjutnya
Nubia RedMagic 11 Pro Pilihan Ponsel Gaming Mumpuni Bagi Para Gamer

Nubia RedMagic 11 Pro Meluncur, Ponsel Gaming dengan Sistem Pendingin AquaCore