BANYUMASEKSPRES.ID, Prilly Latuconsina telah membuat keputusan penting dengan meninggalkan Sinemaku Pictures, rumah produksi yang ia bangun bersama Umay Shahab sejak tahun 2019.
Langkah ini diumumkan Prilly melalui akun Instagram pribadinya, menandakan akhir dari perjalanan sekitar enam tahun.
Keputusan ini diambil setelah pertimbangan matang lantaran merasa tidak lagi sejalan dengan visi perusahaan.
“Aku pamit. Secara resmi aku menyatakan pengunduran diriku dari Sinemaku Pictures, baik sebagai pemegang saham maupun sebagai anggota direksi,” tulis Prilly dalam unggahannya.
Sinemaku Pictures berdiri pada tanggal 15 Oktober, bertepatan dengan hari ulang tahun Prilly.
Dalam perjalanannya, Sinemaku Pictures merilis film perdana yang berjudul “Kukira Kau Rumah” pada tahun 2020 dan ditayangkan pada 2022.
Film ini menjadi awal dari sederet produksi lainnya seperti “Ketika Berhenti di Sini,” “Temurun,” “All Access To Rossa 25 Shining Years,” “Bolehkah Sekali Saja Kumenangis,” “Perayaan Mati Rasa,” dan “Hanya Namamu dalam Doaku.”
Kesuksesan ini tidak lepas dari peran serta Prilly dalam menjaga kualitas dan visi kreatif Sinemaku.
Prilly menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah bekerja sama dengannya selama bertahun-tahun di Sinemaku Pictures.
“Aku ingin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kerja sama selama ini kepada Umay Shahab dan Ibu Yahni Dhamayanti. Serta tentunya berterima kasih kepada seluruh tim Sinemaku atas kerja keras dan dedikasinya,” ungkap Prilly.
Penghargaan juga ditujukan kepada penonton setia yang selalu mendukung setiap karya yang dihasilkan oleh Sinemaku.
Menurut Prilly, keputusan untuk mundur lahir dari keinginannya untuk memiliki ruang kreatif yang lebih bebas dan bertanggung jawab penuh terhadap visinya sendiri.
“Keputusan ini lahir dari kebutuhan untuk memiliki ruang di mana aku dapat memikul tanggung jawab sepenuhnya atas visi dan suara kreatif yang ingin aku bangun,” tutur Prilly.
Meski meninggalkan Sinemaku Pictures, perjalanan karier Prilly dalam dunia perfilman masih akan terus berkembang.
Ia berkomitmen untuk tetap berkarya, baik di depan maupun di belakang layar, mencari bentuk baru yang lebih sesuai dengan dirinya.
Langkah ini menunjukkan tekadnya untuk terus memberikan kontribusi positif bagi industri kreatif tanah air.
Pengunduran diri ini menandai sebuah babak baru bagi hidup dan karier Prilly Latuconsina.
Keberanian untuk mengambil langkah besar ini dipandang sebagai upaya mengejar kebebasan kreatif serta tanggung jawab pribadi dalam berkarya.
Dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki, Prilly diyakini mampu menghadirkan karya-karya baru yang relevan dan menginspirasi banyak orang.
Kepergian Prilly dari Sinemaku juga membuka peluang bagi talenta lain untuk menggantikan posisinya dan membawa angin segar dalam dinamika perusahaan tersebut.
Pergantian kepemimpinan sering kali membawa perspektif baru yang bisa memperkaya perkembangan rumah produksi ke depannya. (*/stch/dda)
















