BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Grab Holdings Limited (Grab) menepis rumor yang beredar mengenai kemungkinan perusahaan akan meninggalkan pasar Indonesia.
Kabar tersebut muncul di tengah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online, yang belakangan menjadi topik hangat di media sosial.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi dengan tegas menyatakan bahwa berita mengenai rencana Grab untuk hengkang dari Indonesia adalah kabar bohong.
Ia menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk menjalankan bisnis dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
“Rumor mengenai rencana keluar dari Indonesia adalah tidak benar. Grab senantiasa menghormati arahan dan kebijakan Pemerintah Indonesia,” ungkap Neneng Goenadi dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada Kamis, 4 Juni 2026.
Pernyataan ini menegaskan posisi Grab sebagai pemain kunci dalam industri transportasi online dan layanan digital di tanah air.
Neneng juga menambahkan bahwa Grab berkomitmen untuk terus menyelaraskan langkah bisnisnya dengan agenda pemerintah dalam membangun ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“Indonesia merupakan ekosistem penting bagi Grab, kami telah hadir untuk Indonesia selama lebih dari 10 tahun dan kami berkomitmen untuk terus bertumbuh serta mengambil peran aktif dalam mendukung kehidupan masyarakat Indonesia,” lanjutnya.
Dalam pandangan Neneng, Indonesia memiliki posisi strategis dalam pertumbuhan bisnis Grab di kawasan Asia Tenggara.
Selama lebih dari satu dekade beroperasi, platform transportasi dan layanan digital ini telah menjadi bagian integral dari aktivitas sehari-hari jutaan orang.
Menurut perusahaan, mereka telah memberikan kontribusi signifikan terhadap 50 persen industri ride-hailing dan layanan pengantaran online di Indonesia.
Grab juga bangga atas perannya dalam menciptakan 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Inisiatif ini tidak hanya memperkuat ekonomi lokal tetapi juga memberikan kesempatan bagi banyak individu untuk meningkatkan taraf hidup mereka melalui akses ke platform teknologi.
Tidak hanya itu, Grab juga terus memperluas dukungannya bagi mitra pengemudi melalui berbagai program yang digulirkan dalam inisiatif “Grab untuk Indonesia”, dengan total nilai lebih dari Rp 100 miliar.
“Grab akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan, karena bagi Grab, Indonesia bukan sekadar ekosistem, melainkan rumah tempat kami tumbuh bersama masyarakat,” pungkas Neneng.
Pernyataan tegas tersebut datang pada saat banyak diskusi publik terjadi terkait regulasi baru yang mempengaruhi sektor transportasi online.
Di tengah tantangan yang ada akibat perubahan regulasi, Grab menunjukkan komitmennya untuk tetap berada di pasar dan berkontribusi positif terhadap perekonomian lokal.
Hal ini mencerminkan strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan transportasi terkemuka di Indonesia.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen yang semakin cepat, Grab terus berinovasi demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
Melalui berbagai fitur dan layanan baru yang diluncurkan secara berkala, perusahaan berharap dapat meningkatkan pengalaman pengguna serta membantu mitra pengemudi mendapatkan pendapatan lebih baik.
Komitmen Grab terhadap keberlanjutan usaha juga terlihat pada berbagai inisiatif lingkungan yang telah diterapkan.
Perusahaan ini tidak hanya fokus pada keuntungan finansial tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari operasional mereka.
Dengan demikian, Grab berusaha menjadi perusahaan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas. (*/stch/dda)














