BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Di tengah ancaman banjir yang mengintai Desa Surotrunan, Kecamatan Alian, warga setempat dengan sigap berinisiatif membangun tanggul darurat.
Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya banjir lebih jauh, terutama setelah wilayah RT 02 RW 01 Dukuh Suroturunan sempat digenangi air pada awal Desember lalu.
Dengan semangat gotong royong yang kental, warga menggunakan karung-karung berisi tanah untuk memperkuat tanggul di sepanjang sungai Kedungbener.
Pengerjaan tanggul darurat ini dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi dengan baik. Hal ini bertujuan untuk memperkuat struktur tanggul sehingga dapat meminimalisir risiko kerusakan lanjutan.
Kehadiran alat berat dari Pemerintah Kabupaten Kebumen turut mempercepat proses pengerjaan ini. Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, upaya penanganan banjir juga dilakukan secara terpadu melalui pengaturan aliran air dan pemantauan kondisi sekitar lokasi terdampak.
Bako Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto, menjelaskan bahwa pengerjaan tanggul darurat ini dimulai sejak Selasa (23/12).
“Memasuki hari ketiga penanganan darurat (Kamis 25/12), progres perbaikan tanggul jebol di Desa Suroturunan telah mencapai 75 persen berkat kolaborasi lintas instansi dan semangat gotong royong warga,” ujar Heri pada Jumat (26/12).
Tidak hanya pekerjaan fisik yang menjadi fokus utama, tetapi juga pengoperasian dapur umum untuk mendukung kebutuhan konsumsi para petugas, relawan, dan warga yang terlibat dalam kerja bakti di lokasi tersebut. Ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan logistik untuk memastikan kelancaran kegiatan di lapangan.
Penanganan darurat ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait. Di antaranya adalah BPBD, BBWS SO, DPUPR, Pemerintah Desa Suroturunan, warga setempat, serta organisasi-organisasi seperti Bagana Kebumen, RAPI, SAR Elang Perkasa, Kowara, Banser, dan SAR Tunas Kelapa.
Heri menegaskan bahwa sinergi lintas sektor inilah yang menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan tanggul jebol di wilayah tersebut.
Kehadiran berbagai pihak dalam penanganan ini tidak hanya memperkuat aspek teknis tetapi juga membangkitkan semangat kebersamaan di antara masyarakat.
Gotong royong yang terbentuk menjadi pondasi kuat bagi keberhasilan proyek ini. Kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi ancaman-ancaman alam seperti banjir yang dapat datang sewaktu-waktu.
Desa Surotrunan sendiri memang kerap menjadi langganan banjir setiap musim hujan tiba. Kondisi geografisnya yang dekat dengan aliran sungai membuat desa ini harus selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Oleh karena itu, pembangunan tanggul darurat merupakan langkah proaktif yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya agar dapat memberikan perlindungan maksimal bagi penduduk setempat.
Melihat ke depan, Heri berharap agar kolaborasi antarinstansi dapat terus ditingkatkan agar respons terhadap bencana semakin cepat dan efisien.
“Keberhasilan kita dalam menangani situasi ini sangat bergantung pada kerjasama semua pihak,” tambahnya.
Dengan terus meningkatnya intensitas curah hujan akibat perubahan iklim global saat ini, kesiapsiagaan bencana menjadi prioritas utama bagi daerah-daerah rawan seperti Kebumen.
Pembelajaran dari pembangunan tanggul darurat ini hendaknya bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi masalah serupa.
Inovasi lokal dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar seperti penggunaan karung tanah juga mencerminkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi tantangan alamiah. Ini adalah bentuk nyata dari adaptasi lokal terhadap perubahan iklim serta dampak lingkungan lainnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memberikan dukungan baik dari segi kebijakan maupun bantuan teknis agar program-program mitigasi bencana bisa berjalan efektif secara berkesinambungan.
Warga Desa Surotrunan berharap upaya bersama ini tidak hanya mampu mencegah banjir saat ini tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal mereka.
Secara keseluruhan, pembangunan tanggul darurat oleh warga Desa Surotrunan menunjukkan bahwa dengan kebersamaan dan gotong royong apa pun tantangan dapat dilalui bersama-sama dengan lebih baik.
Ini adalah contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan solusi konkret terhadap masalah-masalah lokal yang mendesak. (cah/stch/fam)
















