Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Batuan Unik di Cilacap Keluarkan Bunyi Mirip Gamelan, Tim Cagar Budaya Turun Tangan

Batuan Bunyi Mirip Gamelan DikajiBatuan Bunyi Mirip Gamelan Dikaji
KAJIAN : Tim Kajian Cagar Budaya Dinas P dan K Kabupaten Cilacap melakukan kajian batu gamelan yang ditemukan di Desa Salebu, Kecamatan Majenang

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebuah batuan unik yang mengeluarkan bunyi menyerupai alat musik gamelan telah ditemukan di Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

Temuan ini telah menarik perhatian tidak hanya dari masyarakat setempat, tetapi juga dari Tim Kajian Cagar Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kabupaten Cilacap.

Kemarin, tim tersebut melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk memulai proses kajian mendalam terhadap batuan tersebut.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas P dan K Kabupaten Cilacap, Ahmad Fathoni, menyampaikan bahwa kajian ini bertujuan untuk memastikan karakteristik dari batuan, nilai sejarahnya, serta potensi sebagai objek cagar budaya.

“Hari ini tim kami sudah melakukan kajian di lapangan. Saat ini proses pendalaman masih berjalan dan hasil kajiannya nanti akan kami umumkan secara resmi,” ujar Ahmad Fathoni pada Selasa (6/1).

Proses kajian dilakukan dengan teliti untuk mengidentifikasi jenis batuan tersebut, memahami konteks lingkungan di sekitar lokasi temuan, serta mengeksplorasi kemungkinan adanya keterkaitan dengan aktivitas budaya atau sejarah masyarakat masa lampau.

Ini penting agar setiap keputusan yang diambil nantinya didasarkan pada informasi yang akurat dan komprehensif.

Ahmad Fathoni juga menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kondisi batuan tersebut hingga kajian selesai.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga dan tidak memindahkan batuan ini, hingga proses kajian selesai untuk menghindari kerusakan atau hilangnya nilai penting dari temuan tersebut,” jelasnya.

Hasil dari kajian ini akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah selanjutnya.

Salah satu kemungkinan adalah menetapkan batuan tersebut sebagai objek diduga cagar budaya.

Jika ditetapkan sebagai cagar budaya, hal ini tidak hanya akan melindungi batuan tersebut tetapi juga dapat meningkatkan pemahaman tentang warisan budaya lokal dan memperkuat identitas budaya masyarakat setempat.

Penemuan batuan yang dapat menghasilkan bunyi seperti gamelan ini bukan hanya fenomena geologis tetapi juga menjadi jendela bagi kita untuk melihat ke dalam sejarah budaya setempat.

Gamelan sendiri merupakan bagian integral dari kebudayaan Jawa Tengah dan Jawa Timur yang dikenal secara luas baik di kancah nasional maupun internasional.

Oleh karena itu, apabila ada elemen lain yang dapat menambah kekayaan informasi tentang gamelan dan sejarahnya sangatlah berharga.

Pendalaman terhadap karakteristik fisik batuan bisa memberikan wawasan baru mengenai formasi geologis di wilayah tersebut.

Apakah batu itu terbentuk secara alami atau ada intervensi manusia pada masa lampau? Selain itu, investigasi lebih lanjut mungkin bisa mengungkapkan bagaimana batuan tersebut digunakan oleh masyarakat dahulu jika memang ada kaitannya dengan aktivitas budaya tertentu.

Pemerintah daerah melalui Dinas P dan K memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan bahwa setiap temuan yang berpotensi memiliki nilai cagar budaya dapat dilestarikan dengan baik.

Penetapan suatu objek sebagai cagar budaya tidak hanya ditujukan untuk melindungi benda tersebut tetapi juga untuk memastikan bahwa pengetahuan tentangnya dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Oleh karena itu, sebelum menetapkan status hukum apa pun pada batuan ini, penting sekali bahwa semua aspek yang relevan telah dipertimbangkan secara matang melalui kajian ilmiah.

Proses ini mencakup konsultasi dengan para ahli geologi, arkeologi, serta sejarawan lokal yang memiliki pengetahuan mendalam tentang konteks budaya setempat. (jul/dda)

Berita Sebelumnya
Pendaftaran seleksi penerimaan TNI AD 2026 kini resmi dibuka

Rekrutmen TNI AD 2026 Resmi Dibuka: Jadwal, Syarat, dan Cara Daftar Lengkap

Berita Selanjutnya
Seleksi CPNS 2026 Belum Pasti

Seleksi CPNS Purbalingga 2026 Masih Abu-abu, Pemkab Tunggu Keputusan Resmi BKN