BANYUMASEKSPRES.ID, Diabetes merupakan penyakit kronis yang dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah. Penyakit ini sering berkembang secara perlahan sehingga banyak orang tidak menyadari gejalanya sejak awal.
Pagi hari menjadi waktu yang tepat untuk mengenali perubahan kondisi tubuh. Beberapa tanda diabetes dapat muncul setelah tubuh beristirahat sepanjang malam.
Diabetes terjadi ketika tubuh mengalami gangguan produksi insulin atau tidak mampu menggunakan insulin dengan baik. Akibatnya, kadar gula atau glukosa dalam darah meningkat dan dapat mengganggu fungsi organ tubuh.
Insulin memiliki peran penting untuk membantu gula masuk ke dalam sel sebagai sumber energi. Jika fungsi insulin terganggu, tubuh dapat kekurangan energi meskipy kadar gula dalam darah tinggi.
Mengenali ciri-ciri diabetes sejak dini sangat penting untuk mencegah risiko komplikasi. Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mengetahui kondisi gula darah lebih cepat.
Salah satu tanda diabetes yang sering muncul pada pagi hari adalah rasa haus berlebihan. Kondisi ini terjadi karena tubuh kehilangan banyak cairan akibat kadar gula darah yang tinggi.
Saat kadar gula meningkat, ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Proses tersebut membuat tubuh kehilangan cairan lebih banyak sehingga muncul rasa haus.
Jika rasa haus terjadi terus-menerus dan sulit hilang setelah minum, kondisi ini perlu diperhatikan. Terlebih jika disertai gejala lain seperti sering buang air kecil atau tubuh mudah lelah.
Sering terbangun untuk buang air kecil juga dapat menjadi tanda diabetes. Gejala ini biasanya membuat waktu tidur terganggu dan tubuh terasa kurang segar saat pagi.
Kadar gula darah tinggi menyebabkan ginjal tidak mampu menyerap seluruh glukosa kembali ke dalam tubuh. Akibatnya, kelebihan gula dibuang melalui urine dan meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Kondisi sering buang air kecil pada malam hari disebut nokturia. Meski dapat disebabkan faktor lain, gejala ini perlu diperiksa jika muncul bersama tanda diabetes lainnya.
Rasa lelah setelah bangun tidur dapat menjadi salah satu ciri diabetes. Seseorang bisa merasa tidak bertenaga meskipun sudah mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Hal ini terjadi karena tubuh kesulitan menggunakan gula sebagai sumber energi. Gangguan insulin membuat glukosa tidak masuk ke sel secara optimal.
Akibatnya, tubuh kekurangan energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kelelahan yang berlangsung lama perlu diperhatikan, terutama jika disertai penurunan berat badan atau mudah lapar.
Perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi kondisi mata. Salah satu keluhan yang sering muncul adalah pandangan menjadi kabur ketika bangun tidur.
Gula darah tinggi dapat menyebabkan perubahan cairan pada lensa mata. Kondisi tersebut membuat kemampuan mata dalam memfokuskan penglihatan menjadi terganggu.
Penglihatan kabur yang terjadi berulang tidak boleh diabaikan. Diabetes yang tidak terkontrol juga dapat meningkatkan risiko gangguan mata seperti retinopati diabetik.
Penderita diabetes dapat mengalami rasa lapar yang lebih sering dibandingkan biasanya. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak mampu menggunakan glukosa sebagai energi secara maksimal.
Ketika sel tubuh kekurangan energi, otak akan memberikan sinyal lapar. Akibatnya, seseorang merasa ingin makan lebih banyak meskipun sudah mengonsumsi makanan.
Rasa lapar berlebihan perlu mendapat perhatian jika muncul bersama rasa haus dan sering buang air kecil. Kombinasi gejala tersebut dapat menjadi tanda kadar gula darah mengalami gangguan.
Sebagian penderita diabetes mengalami peningkatan kadar gula darah pada pagi hari. Kondisi ini dikenal sebagai fenomena fajar atau dawn phenomenon.
Fenomena tersebut terjadi akibat peningkatan hormon tertentu sebelum tubuh bangun. Hormon seperti kortisol dapat membuat kadar gula dalam darah meningkat.
Pada orang tanpa diabetes, tubuh biasanya mampu mengatur perubahan tersebut. Namun, penderita diabetes dapat mengalami kesulitan mengendalikan kenaikan gula darah.
Pemeriksaan gula darah secara rutin membantu mendeteksi diabetes lebih awal. Langkah ini penting agar pengelolaan penyakit dapat dilakukan dengan tepat.
Beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan adalah gula darah puasa, gula darah sewaktu, dan tes HbA1c. Pemeriksaan tersebut membantu mengetahui kondisi kadar gula dalam tubuh.
Menurut World Health Organization, diabetes membutuhkan pengelolaan jangka panjang agar risiko komplikasi dapat dikurangi. Pola makan sehat, olahraga rutin, dan pengobatan sesuai anjuran dokter menjadi bagian penting dalam pengendalian diabetes.
Diabetes tidak selalu menunjukkan gejala jelas pada tahap awal. Banyak orang baru mengetahui kondisinya setelah melakukan pemeriksaan kesehatan.
Karena itu, penting untuk memperhatikan perubahan tubuh sejak pagi hari. Menjaga gaya hidup sehat dapat membantu mempertahankan kadar gula darah tetap stabil.
Mengonsumsi makanan bergizi, aktif bergerak, cukup minum air, dan melakukan pemeriksaan rutin merupakan langkah sederhana untuk menjaga kesehatan. Jika muncul tanda diabetes, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang sesuai. (mdr)
















