Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Polres Purbalingga Berikan Kenaikan Pangkat Pengabdian kepada Dua Anggota Berprestasi
BRIN Pamerkan 15 Produk Inovasi di Istana Presiden, dari Robot hingga Kendaraan Otonom

BRIN Pamerkan 15 Produk Inovasi di Istana Presiden, dari Robot hingga Kendaraan Otonom

15 Riset BRIN Dipamerkan di Istana Kepresidenan15 Riset BRIN Dipamerkan di Istana Kepresidenan
HASIL KARYA: BRIN pamerkan sejumlah produk di Istana Kepresidenan

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, BRIN memamerkan berbagai hasil riset dan inovasi yang dikembangkan peneliti Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi nasional dan mendukung percepatan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Sebanyak 15 stan dipamerkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Berbagai inovasi yang ditampilkan mencakup teknologi di bidang mobilitas, robotika, energi, pangan, kesehatan, hingga pertahanan.

Pameran tersebut menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan para peneliti Indonesia dalam menghasilkan teknologi yang memiliki potensi untuk diterapkan secara luas di masyarakat maupun industri.

Beberapa produk yang menarik perhatian Presiden di antaranya I-seater, alat bantu mobilitas yang dirancang untuk mendukung aktivitas masyarakat, O-seater, kendaraan listrik otonom yang dikembangkan dengan teknologi dalam negeri, serta robot Dell-e, robot pintar yang mampu membantu mengantarkan makanan secara otomatis.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, berbagai inovasi yang dipamerkan BRIN membuktikan bahwa Indonesia memiliki kemampuan besar dalam mengembangkan teknologi sendiri untuk menjawab berbagai kebutuhan strategis nasional.

“Apa yang ditampilkan BRIN bukan sekadar etalase produk riset, melainkan penanda bahwa Indonesia memiliki kapasitas nyata untuk menjawab kebutuhan strategis bangsa secara mandiri, khususnya di bidang pangan, energi, air, kesehatan, pertahanan, dan industrialisasi nasional,” ujar Prasetyo dalam keterangan tertulis.

Menurut Prasetyo, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus mendorong agar hasil riset tidak berhenti pada tahap penelitian ataupun publikasi ilmiah semata.

Seluruh inovasi diharapkan dapat memasuki tahap hilirisasi, sehingga mampu dimanfaatkan masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Hilirisasi riset menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

Dengan memanfaatkan hasil penelitian sebagai produk nyata, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi dari luar negeri, tetapi juga mampu menciptakan teknologi yang dapat bersaing di tingkat global.

Pemerintah juga mendorong sinergi yang lebih kuat antara BRIN, perguruan tinggi, dunia industri, badan usaha milik negara (BUMN), hingga pemerintah daerah.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar proses pengembangan, pengujian, produksi, hingga komersialisasi teknologi dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran.

“Dengan langkah ini, Indonesia diharapkan tumbuh menjadi bangsa pencipta teknologi, bukan sekadar pengguna untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” kata Prasetyo.

Selain menjadi ajang memperkenalkan inovasi, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam mendukung ekosistem riset nasional.

Dukungan terhadap peneliti dinilai menjadi faktor penting agar Indonesia mampu menghasilkan lebih banyak inovasi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Berbagai teknologi yang dipamerkan menunjukkan bahwa hasil penelitian dalam negeri memiliki potensi besar untuk diterapkan pada berbagai sektor strategis.

Mulai dari pengembangan teknologi kesehatan, ketahanan pangan, energi terbarukan, sistem transportasi modern, hingga perangkat robotika yang dapat membantu aktivitas masyarakat sehari-hari.

Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Kehadiran para menteri menunjukkan bahwa pengembangan riset dan inovasi tidak hanya menjadi tanggung jawab BRIN, tetapi juga membutuhkan dukungan lintas kementerian agar hasil penelitian dapat diimplementasikan secara optimal di berbagai sektor pembangunan.

Melalui penguatan riset, inovasi, dan hilirisasi teknologi, pemerintah berharap Indonesia mampu mempercepat transformasi menuju negara maju yang mandiri dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dari visi pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan mengandalkan inovasi karya anak bangsa sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi dan daya saing global. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Dua Personel Polres Naik Pangkat Pengabdian

Polres Purbalingga Berikan Kenaikan Pangkat Pengabdian kepada Dua Anggota Berprestasi