Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Grab Bantah Isu Hengkang dari Indonesia, Tegaskan Komitmen Dukung Ekonomi Digital
Waspada Gula Darah Naik, Kurangi Konsumsi 5 Buah Ini Setiap Hari

Waspada Gula Darah Naik, Kurangi Konsumsi 5 Buah Ini Setiap Hari

Cara Cegah Stroke dengan Kontrol Gula dan DarahCara Cegah Stroke dengan Kontrol Gula dan Darah

Waspada Gula Darah dan Berat Badan Naik, Kurangi Konsumsi 5 Buah Ini Setiap Hari Meski Kaya Nutrisi
Mengonsumsi buah-buahan selama ini dikenal sebagai salah satu kebiasaan penting dalam menjalani pola hidup sehat.

BANYUMASEKSPRES.ID, Buah menjadi sumber alami berbagai nutrisi penting seperti vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Tidak heran jika hampir setiap program diet maupun anjuran kesehatan selalu menyarankan peningkatan konsumsi buah setiap hari.

Kehadiran buah dalam menu harian bahkan sering dianggap sebagai pilihan makanan yang selalu aman untuk dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Meskipun menyehatkan, beberapa jenis buah ternyata memiliki kandungan gula, karbohidrat, atau kalori yang cukup tinggi sehingga perlu dikonsumsi dengan bijak.

Jika dikonsumsi berlebihan setiap hari, sejumlah buah berpotensi memberikan asupan kalori dan gula yang lebih besar dari yang dibutuhkan tubuh.

Kondisi ini tentu perlu menjadi perhatian, terutama bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau berusaha menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Berikut lima jenis buah yang sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari dalam jumlah berlebihan.

Alpukat, Kaya Lemak Sehat tetapi Tinggi Kalori

Alpukat menjadi salah satu buah yang sangat populer di kalangan pencinta makanan sehat.

Teksturnya yang lembut membuat buah ini sering dijadikan menu sarapan, campuran smoothie, salad, hingga olesan roti panggang atau avocado toast.

Popularitas alpukat tidak lepas dari kandungan serat dan lemak tak jenuh tunggal yang dimilikinya.

Nutrisi tersebut diketahui berperan dalam menjaga kesehatan jantung sekaligus membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

Meski demikian, alpukat bukanlah buah yang ideal untuk dikonsumsi tanpa batas setiap hari.

Kandungan lemak sehat di dalamnya membuat alpukat memiliki jumlah kalori yang jauh lebih tinggi dibandingkan banyak jenis buah lainnya.

Karena itu, konsumsi berlebihan berpotensi meningkatkan total asupan energi harian.

Satu cangkir alpukat potong atau sekitar 150 gram diketahui dapat mengandung hingga 240 kalori dan 22 gram lemak.

Bagi mereka yang sedang menjalani program defisit kalori untuk menurunkan berat badan, porsi alpukat perlu diperhatikan dengan lebih cermat.

Alpukat tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi jumlah konsumsinya sebaiknya dibatasi agar tidak mengganggu target pengelolaan berat badan.

Leci, Buah Segar dengan Kandungan Gula yang Tinggi

Leci merupakan buah yang berasal dari wilayah selatan Tiongkok dan memiliki cita rasa khas perpaduan manis serta sedikit asam.

Rasanya yang menyegarkan membuat buah ini digemari oleh banyak orang.

Selain lezat, leci juga mengandung sejumlah nutrisi penting seperti vitamin C, tembaga, dan kalium yang bermanfaat bagi tubuh.

Di balik berbagai kandungan nutrisinya, leci ternyata memiliki kadar gula yang cukup tinggi. Inilah alasan mengapa buah ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi berlebihan setiap hari.

Bagi orang yang sedang mengontrol asupan gula harian, konsumsi leci perlu diperhatikan dengan lebih hati-hati. Satu cangkir leci mentah atau sekitar 190 gram mengandung sekitar 125 kalori dengan kandungan gula mencapai 29 gram.

Selain itu, kandungan karbohidratnya juga tergolong tinggi, yakni sekitar 31,5 gram dalam satu cangkir sajian.

Karena ukurannya relatif kecil, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah mengonsumsi leci dalam jumlah cukup banyak dalam sekali makan.

Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan asupan gula harian tanpa disadari.

Buah Kering, Praktis tetapi Sangat Padat Kalori dan Gula

Buah kering menjadi pilihan camilan favorit bagi banyak orang yang memiliki aktivitas padat.

Selain praktis, produk ini juga mudah dibawa dan dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama.

Beragam jenis buah kering tersedia di pasaran, mulai dari kismis, apel kering, mangga kering, nanas kering, hingga aprikot.

Karena berasal dari buah asli, tidak sedikit orang yang menganggap buah kering dapat dikonsumsi sesering mungkin tanpa risiko tertentu.

Padahal, anggapan tersebut kurang tepat. Proses pengeringan menyebabkan sebagian besar kandungan air dalam buah hilang.

Akibatnya, kadar kalori, karbohidrat, dan gula alami menjadi jauh lebih terkonsentrasi dibandingkan buah segarnya. Kondisi inilah yang membuat buah kering memiliki kepadatan energi yang jauh lebih tinggi.

Satu cangkir campuran buah kering bahkan dapat mengandung hingga 477 kalori dan sekitar 106 gram gula. Karena kandungan tersebut, buah kering sebaiknya tidak dijadikan camilan utama setiap hari.

Konsumsinya lebih dianjurkan sebagai pelengkap makanan, misalnya sebagai taburan oatmeal atau campuran menu sarapan dalam jumlah terbatas.

Kurma, Manis dan Bernutrisi tetapi Perlu Dibatasi

Ketika membahas buah yang mengalami proses pengeringan, kurma menjadi salah satu contoh yang paling populer.

Buah ini sangat identik dengan bulan Ramadan dan sering dikonsumsi sebagai menu berbuka puasa.

Kurma dikenal memiliki kandungan antioksidan yang tinggi serta mengandung berbagai mineral penting seperti kalium, tembaga, dan magnesium.

Meski memiliki banyak manfaat kesehatan, kurma juga terkenal karena rasa manisnya yang sangat kuat.

Tingginya rasa manis tersebut berasal dari kandungan gula dan karbohidrat alami yang cukup besar.

Dalam satu cangkir kurma kering atau sekitar 160 gram, terkandung sekitar 451 kalori, 101 gram gula, dan 120 gram karbohidrat.

Angka tersebut menunjukkan bahwa konsumsi kurma dalam jumlah besar setiap hari dapat meningkatkan asupan gula secara signifikan.

Bagi mereka yang sedang menjaga kadar gula darah atau berusaha mengontrol berat badan, konsumsi kurma sebaiknya tetap dalam batas wajar.

Dua hingga tiga butir kurma per hari umumnya sudah cukup untuk menikmati manfaat nutrisinya tanpa memberikan tambahan gula dan kalori yang berlebihan.

Mangga, Favorit Banyak Orang tetapi Tetap Perlu Kontrol Porsi

Mangga menjadi salah satu buah yang sangat digemari masyarakat Indonesia. Aroma khasnya yang harum serta rasa manis yang lezat membuat buah ini sulit ditolak.

Selain memiliki tekstur yang lembut dan menyegarkan, mangga juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin C, tembaga, dan asam folat yang berperan dalam mendukung fungsi sel tubuh.

Meskipun kaya manfaat, konsumsi mangga tetap perlu memperhatikan jumlah porsi. Hal ini terutama penting bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes atau sedang berupaya menjaga kestabilan gula darah.

Satu cangkir mangga potong atau sekitar 165 gram mengandung sekitar 22,5 gram gula alami dan 25 gram karbohidrat.

Memang, jumlah kalorinya lebih rendah dibandingkan alpukat, yakni sekitar 99 kalori per cangkir.

Namun, kandungan gula alaminya yang cukup tinggi tetap dapat memengaruhi kadar gula darah apabila dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan.

Kunci utama dalam menjaga kesehatan bukanlah menghindari buah-buahan tersebut sepenuhnya, melainkan mengatur porsinya secara bijak.

Dengan cara itu, manfaat nutrisi tetap bisa diperoleh tanpa meningkatkan risiko lonjakan gula darah maupun kelebihan asupan kalori yang dapat berdampak pada berat badan. (taa)

Berita Sebelumnya
Grab Bantah Kabar Hengkang dari Indonesia

Grab Bantah Isu Hengkang dari Indonesia, Tegaskan Komitmen Dukung Ekonomi Digital