Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
BPJS Optimalkan Kepatuhan Badan Usaha di Kebumen, Dorong Peningkatan Kepesertaan JKN
Hingga Mei, Angka Stunting di Cilacap 13,5 Persen – Perlu Intervensi Tepat Sasaran untuk Kurangi Kasus Stunting dan TBC
Saldo Bansos PKH dan BPNT Kosong di KKS? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Hingga Mei, Angka Stunting di Cilacap 13,5 Persen – Perlu Intervensi Tepat Sasaran untuk Kurangi Kasus Stunting dan TBC

Hingga mei, angka stunting sebesar 13,5 persenHingga mei, angka stunting sebesar 13,5 persen

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap berhasil menurunkan angka prevalensi stunting, sebagaimana tercatat dalam Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) akhir tahun 2024.

Angka tersebut kini berada pada 13,5 persen. Kepala Bappeda Cilacap, Sujito, mengungkapkan hal ini dalam acara penilaian kinerja pemerintah daerah oleh Bappeda Provinsi Jawa Tengah.

“Kami melibatkan seluruh pemangku kepentingan di Cilacap. Prevalensi stunting kini turun menjadi 13,5 persen, mengalami penurunan sebesar 5 persen dibandingkan tahun 2023,” ujar Sujito.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari inovasi yang diterapkan seperti program Ceting Oli (Cegah Stunting dengan Olahan Ikan) dan Cekatan (Cegah Kasus TBC Anak dan Stunting).

Kedua program ini efektif dalam menurunkan angka stunting secara bertahap.

“Inovasi Ceting Oli fokus pada peningkatan konsumsi olahan ikan yang merupakan sumber protein hewani bergizi tinggi. Program ini dimulai pada tahun 2023 di Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan,” jelasnya lebih lanjut.

Di Posyandu Puspitasari 15, jumlah balita yang menjadi sasaran meningkat dari 44 balita pada tahun pertama menjadi 46 balita pada tahun berikutnya. Program ini dijalankan secara swadaya oleh Poklahsar “Barokah Zein.”

Setiap bulan, mereka menyediakan 60 porsi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis ikan serta penyuluhan gizi untuk orang tua balita.

“Ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga edukasi,” kata Sujito.

Para ibu diajari cara mengolah ikan agar lebih menarik bagi anak-anak mereka. Selain itu, kader posyandu mendapatkan pelatihan diversifikasi menu makanan untuk balita.

Hasilnya terlihat nyata dengan perbaikan status gizi balita dan penurunan angka stunting dari 77 menjadi 66 kasus dalam dua tahun terakhir di wilayah tersebut. Program serupa mulai diadopsi di kelurahan lain seperti Donan.

Sementara itu, inovasi Cekatan berfokus pada hubungan erat antara infeksi TBC dan stunting. Melalui skrining aktif dan pengobatan TBC pada balita, program ini bertujuan mencegah gizi buruk akibat infeksi kronis.

Pada tahun 2023, terdapat 4.380 kasus TBC di Kabupaten Cilacap dengan 487 kasus terjadi pada balita. Dari jumlah itu, ada 43 kasus gabungan TBC-stunting.

Tahun berikutnya kasus TBC meningkat menjadi 4.844 dengan jumlah balita terdampak mencapai 691 anak serta adanya peningkatan kasus gabungan TBC-stunting menjadi 95 kasus.

Untuk mendukung upaya ini, Pemkab Cilacap mengalokasikan anggaran Rp23,5 miliar guna Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pembangunan jamban keluarga, layanan air bersih, dan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).

“Anggaran tersebut digunakan oleh setiap OPD untuk menangani berbagai faktor yang mempengaruhi angka stunting di Cilacap,” tambah Sujito.

Pemkab juga menetapkan fokus intervensi pada sepuluh Desa Lokus Stunting berdasarkan SK Bupati Cilacap No.440/290/16/Tahun 2024. Desa tersebut antara lain Kelurahan Gunungsimping, Kelurahan Kutawaru serta Desa Ujungbarang dan Palugon.

Desa lainnya termasuk Dayeuhluhur, Muktisari, Bulaksari serta Pekuncen hingga Pesanggrahan dan Danasri Kidul akan menjadi titik utama penanganan stunting berikutnya.

“Sepuluh desa lokus stunting akan ditentukan by name by address untuk intervensi terhadap balita stunting sehingga hasilnya dapat lebih efektif,” pungkas Sujito mengakhiri paparannya tentang strategi ke depan dalam menangani masalah kesehatan anak-anak di wilayahnya dengan optimisme besar untuk masa depan yang lebih sehat bagi generasi penerus bangsa tersebut tanpa terkecuali siapa pun mereka. (ads/stch)

Berita Sebelumnya
Bpjs optimalkan kepatuhan badan usaha

BPJS Optimalkan Kepatuhan Badan Usaha di Kebumen, Dorong Peningkatan Kepesertaan JKN

Berita Selanjutnya
Whatsapp image 2024 05 16 at 192044 2754831441 ezgif.com webp to jpg converter

Saldo Bansos PKH dan BPNT Kosong di KKS? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya