BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Minat tinggi terhadap jalur prestasi khusus seni di SMKN 3 Banyumas menciptakan kompetisi yang cukup ketat dalam proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026.
Pada seleksi yang digelar Selasa (3/6), tercatat sebanyak 126 calon siswa bersaing untuk mengisi kuota jalur seni yang tersedia, yaitu separuh dari total 324 kursi penerimaan siswa baru.
Program jalur prestasi seni ini dirancang untuk menjaring pelajar yang memiliki kemampuan dan minat kuat di bidang seni pertunjukan, namun mungkin belum menonjol secara akademik.
Dalam seleksi ini, para peserta diarahkan sesuai pilihan mereka pada empat program keahlian seni, yaitu tari, karawitan, pedalangan, dan musik, yang tersebar dalam tujuh rombongan belajar (rombel) khusus seni.
Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ida Sulistyarini menjelaskan bahwa siswa yang dinyatakan lolos berdasarkan hasil tes minat dan bakat akan langsung diterima sebagai siswa baru tanpa harus melalui seleksi jalur lainnya.
“Calon siswa yang lolos tes minat dan bakat seleksi jalur prestasi khusus seni maka dinyatakan langsung diterima. Kepala SMKN 3 Banyumas memberikan rekomendasi lolos,” terang Ida saat ditemui usai pelaksanaan seleksi.
Menurutnya, penyaringan ketat ini diperlukan untuk memastikan bahwa siswa yang diterima benar-benar memiliki ketertarikan dan kemampuan nyata di bidang seni, bukan semata-mata karena nilai akademik yang tinggi.
Ia menegaskan bahwa pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan, siswa yang tidak memiliki minat tulus terhadap seni cenderung menghadapi kendala dalam proses belajar-mengajar.
“Berdasarkan pengalaman, kadang siswa yang lolos secara nilai justru tidak punya kemampuan seni. Ini menyulitkan dalam proses belajar,” katanya lagi, menekankan pentingnya seleksi berbasis minat dan bakat yang nyata.
Salah satu peserta seleksi, Galang Ramadhani, mencoba peruntungannya pada jurusan pedalangan.
Dalam sesi wawancara, Galang menyampaikan bahwa ketertarikannya pada dunia wayang sudah tumbuh sejak kecil. Meski belum pernah tampil secara formal, ia sudah memiliki koleksi wayang kulit di rumah.
“Saya di rumah punya wayang kulit tapi belum pernah melakukan pentas,” ujar Galang saat ditemui panitia.
Setelah tahap wawancara, Galang menjalani uji praktik. Ia diminta memperagakan teknik dasar pedalangan seperti memainkan keprak dan menampilkan gerakan sabetan wayang.
Tes ini dimaksudkan untuk menilai secara langsung sejauh mana kemampuan dan penguasaan dasar yang dimiliki calon siswa sebelum mereka dinyatakan lolos.
Pihak sekolah menyatakan bahwa jalur prestasi khusus seni ini dialokasikan maksimal 50 persen dari kuota penerimaan siswa baru, atau sekitar 162 kursi.
Sementara itu, dua rombel lainnya dialokasikan untuk jurusan broadcasting, yang juga menjadi peminatan favorit.
Bagi siswa yang tidak berhasil lolos dalam seleksi jalur seni ini, peluang masuk ke SMKN 3 Banyumas masih terbuka melalui jalur lain, seperti prestasi akademik, afirmasi, maupun zonasi domisili terdekat, sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam sistem PPDB tahun ini.
SMKN 3 Banyumas merupakan satu-satunya sekolah menengah kejuruan negeri di Kabupaten Banyumas yang mengusung basis pendidikan seni.
Dalam skala provinsi, sekolah ini menjadi bagian dari 11 SMK Negeri di Jawa Tengah yang memiliki program keahlian khusus di bidang seni pertunjukan.
Antusiasme tinggi para siswa menunjukkan bahwa sekolah berbasis seni masih sangat dibutuhkan, terutama sebagai wadah bagi pelajar yang memiliki potensi seni namun sering terabaikan dalam sistem seleksi yang terlalu menitikberatkan pada nilai akademik semata.
Dengan penerapan seleksi berbasis bakat seperti ini, SMKN 3 Banyumas berharap bisa mencetak generasi seniman muda yang memiliki karakter kuat dan dedikasi tinggi di bidang seni budaya tradisional maupun kontemporer. (fij/stch)
















