BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – MTs Salafiyah Pondok Pesantren Alhasani di Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, menggelar acara pelepasan siswa kelas akhir tahun ajaran ini.
Sebanyak 43 siswa resmi dilepas dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat namun tetap meriah di aula sekolah, menandai babak baru dalam perjalanan pendidikan mereka.
Acara pelepasan siswa MTs Salafiyah Alhasani tersebut tak hanya menjadi momen formal, namun juga panggung ekspresi bagi para siswa.
Beragam kreasi seni dan bakat mereka tampilkan secara atraktif. Mulai dari tarian tradisional, pertunjukan musik, hingga penampilan bakat lainnya, menjadi bukti hasil pembinaan karakter dan kreativitas selama menempuh pendidikan.
Puncak acara ditandai dengan penyematan tanda kelulusan oleh Kepala MTs Salafiyah Alhasani, Nur Sholehah SPdSi, MPd.
Turut hadir dalam momen penting tersebut, Kepala SMK Mutiara Kebumen Nur Khasanah Zahro SPsiMpd, Ketua Yayasan Alhasani Gus Fachrudin Achmad Annawawi, Komite Sekolah M. Tohri, serta para wali murid yang memberikan dukungan moral kepada anak-anak mereka.
Dalam sambutannya, Nur Sholehah menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan di tingkat Madrasah Tsanawiyah.
Ia juga memberikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga nilai-nilai keimanan dan akhlakul karimah dalam menghadapi era modern yang penuh tantangan.
“Di era digital seperti sekarang, anak-anakku harus tetap menjadikan iman dan akhlakul karimah sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan. Itulah bekal sejati menghadapi tantangan zaman,” ujarnya penuh haru.
Ia juga mendorong para siswa untuk tidak berhenti belajar. Khususnya ia berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke SMK Mutiara Alhasani Kebumen, lembaga pendidikan menengah yang masih berada di bawah naungan Yayasan Alhasani.
Senada dengan itu, Ketua Yayasan Alhasani, Gus Fachrudin Achmad Annawawi, menyampaikan penghargaan kepada seluruh siswa atas usaha dan semangat belajar mereka.
Ia juga tak lupa mengapresiasi peran para guru dan wali murid dalam membentuk karakter serta mendampingi proses tumbuh kembang siswa secara menyeluruh selama di pesantren.
“Pendidikan bukan hanya tentang ilmu, tapi juga tentang adab dan akhlak. Inilah yang menjadi ciri khas santri dan harus terus dijaga ke manapun kalian melangkah,” tegasnya dalam sambutan yang disambut tepuk tangan hadirin.
Menurutnya, keunggulan pendidikan berbasis pesantren terletak pada keseimbangan antara penguatan ilmu pengetahuan dengan penanaman nilai-nilai moral.
Karakter seperti tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama adalah hasil dari pendidikan berbasis nilai yang terus ditanamkan di MTs Salafiyah Alhasani.
Dengan prosesi yang penuh makna ini, sekolah berharap setiap lulusan tidak hanya membawa bekal akademik, tetapi juga karakter kuat yang siap menghadapi dunia luar.
MTs Salafiyah Alhasani berkomitmen untuk terus menjadi lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada pencapaian intelektual, tetapi juga pada pembentukan akhlak mulia.
Momen pelepasan ini menjadi refleksi bahwa pendidikan adalah proses panjang yang memerlukan keterlibatan banyak pihak.
Mulai dari guru, orang tua, hingga lembaga yang menaungi, semua memiliki andil dalam membentuk generasi yang unggul dan berdaya saing, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya.
Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak cepat, lembaga seperti MTs Salafiyah Alhasani hadir sebagai penjaga moralitas generasi muda, sekaligus pelopor pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan zaman. (cah/stch)
















