BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Kabupaten Cilacap tercatat mengalami peningkatan jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) yang signifikan, dengan total 1.573 kasus hingga 4 Mei 2025. Angka ini menempatkan Cilacap pada peringkat kelima tertinggi di Provinsi Jawa Tengah dalam hal jumlah kasus TBC yang ditemukan.
Meskipun angka penemuan TBC cukup tinggi, pencapaian ini masih belum memenuhi target nasional.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Provinsi Jawa Tengah, penemuan kasus berdasarkan domisili baru mencapai 27,1 persen atau sekitar 1.687 kasus.
Angka ini masih jauh di bawah target nasional yang ditetapkan pada minggu ke-18 tahun 2025, yaitu sebesar 34,6 persen.
Lebih lanjut, capaian berdasarkan penemuan kasus TBC di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas juga masih tergolong rendah.
Hanya 25,2 persen atau sekitar 1.566 kasus yang terdeteksi melalui layanan kesehatan primer. Hal ini menandakan bahwa deteksi dini di tingkat fasilitas kesehatan perlu terus ditingkatkan agar jumlah kasus yang terdeteksi lebih banyak.
“Kita terus berupaya memperbaiki layanan kesehatan untuk deteksi dini dan pengobatan tepat waktu. Upaya ini sangat penting agar angka penemuan kasus TBC semakin meningkat dan angka kematian akibat TBC dapat ditekan,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Cilacap, dr. Ari Windy Hardhanu.
Menanggapi masalah ini, Ari Windy juga menyampaikan bahwa vaksin BCG, yang merupakan bagian dari vaksin dasar untuk bayi, masih rutin diberikan di Cilacap. Program imunisasi rutin lengkap yang mencakup Hepatitis B, DPT, Polio, serta vaksin lainnya, juga terus berjalan dengan baik.
“Kami rutin memberikan imunisasi lengkap seperti Hepatitis B, BCG, DPT HB Hib, Polio, IPV, Rotavirus, dan PCV untuk memastikan masyarakat Cilacap terlindungi dari berbagai penyakit, termasuk TBC,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Cilacap juga menyambut baik rencana peluncuran vaksin TBC secara nasional yang diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mengeliminasi penyakit menular ini di Indonesia.
Pihaknya menyatakan kesiapan untuk mendukung dan mensukseskan peluncuran vaksin TBC jika sudah dilaksanakan oleh pemerintah pusat.
“Kami sangat mendukung rencana pemerintah untuk peluncuran vaksin TBC. Jika vaksin ini sudah diluncurkan secara resmi, kami siap untuk mendukung implementasinya di Cilacap,” ujar dr. Ari Windy.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Cilacap terus mendorong kolaborasi antara berbagai instansi terkait untuk meningkatkan skrining aktif dan memaksimalkan upaya pencegahan penularan TBC di masyarakat.
Deteksi dini dan pengobatan yang tepat waktu menjadi kunci utama dalam upaya menanggulangi penyakit ini.
“Kami optimis, dengan adanya vaksin TBC nanti, beban penyakit ini dapat ditekan lebih signifikan. Ini akan sangat membantu masyarakat Cilacap untuk hidup lebih sehat, produktif, dan bebas dari ancaman TBC,” pungkas Ari.
Dengan semakin gencarnya upaya deteksi dan pengobatan, diharapkan angka kasus TBC di Cilacap dapat menurun, serta kualitas hidup masyarakat dapat lebih baik di masa yang akan datang. (ray)
















