Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kebakaran Hanguskan Dua Rumah di Karangpucung Cilacap, Seorang Lansia Jadi Korban

Dua Rumah Terbakar, Satu Lansia MeninggalDua Rumah Terbakar, Satu Lansia Meninggal
PUING : Puing-puing rumah warga Karangpucung yang terbakar, Rabu (7/1) dini hari

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Insiden kebakaran tragis melanda Dusun Suryan, Desa Karangpucung, Kecamatan Karangpucung, pada Rabu (7/1) dini hari.

Peristiwa ini menyebabkan dua rumah terbakar dan merenggut nyawa seorang lansia.

Korban adalah Santohid (91), penghuni rumah kayu yang menjadi titik awal dari kobaran api.

Santohid ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamarnya yang hancur akibat amukan si jago merah.

Kronologi kejadian bermula ketika saksi mata mendengar suara runtuhan sekitar pukul 00.10 WIB dari arah rumah korban.

Saat dilakukan pengecekan, seluruh bagian rumah kayu sudah dilalap api yang dengan cepat menjalar hingga ke dapur dan merembet ke rumah permanen di sebelahnya.

Meski warga sekitar berusaha memadamkan api secara manual, besarnya kobaran api membuat usaha tersebut sia-sia.

Mobil pemadam kebakaran dari Pos Damkar Majenang tiba di lokasi pada pukul 00.40 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman serta pendinginan.

Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada sekitar pukul 01.05 WIB. Selain rumah kayu milik korban, satu unit rumah permanen milik warga lainnya turut terdampak oleh kejadian ini.

Perkiraan awal menunjukkan bahwa kerugian materiil yang dialami akibat kebakaran mencapai Rp 200 juta.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengungkapkan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran ini adalah obat nyamuk bakar yang diletakkan dekat bahan mudah terbakar.

“Korban merupakan lansia dan diduga tidak sempat menyelamatkan diri karena berada di dalam kamar saat kebakaran terjadi,” ujar Gatot pada Rabu (7/1).

Proses evakuasi korban melibatkan tim gabungan dari pemadam kebakaran bersama Polsek Karangpucung, Koramil, serta tenaga medis dari Puskesmas Karangpucung I.

Dalam aksi pemadaman dan pendinginan tersebut, petugas menghabiskan sekitar 9.000 liter air untuk memastikan tidak ada bara api tersisa yang dapat menimbulkan bahaya lanjutan.

Tidak ditemukan kendala berarti selama proses penanganan di lokasi kejadian yang bisa menghambat jalannya operasi penyelamatan dan pemadaman.

Meski demikian, insiden ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Bagi warga Karangpucung, peristiwa ini menjadi pengingat tragis akan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan barang-barang yang berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran, seperti obat nyamuk bakar yang kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari. (jul/dda)

Berita Sebelumnya
Kjp plus ditolak

Link Daftar Bansos KJP Plus 2026 Resmi Pemprov DKI, Klik Disini!

Berita Selanjutnya
Tegur Pandji Soal Candaan Fisik

dr. Tompi Tegur Pandji Pragiwaksono, Usai Jadikan Fisik Wapres Gibran Sebagai Candaan