BANYUMASEKSPRES.ID, MILAN – Luka Modric akhirnya mengungkap alasan dirinya memilih memperpanjang kontrak bersama AC Milan selama satu musim lagi.
Gelandang asal Kroasia tersebut memastikan keputusan bertahan di San Siro bukan diambil secara terburu-buru.
Pada usia yang sudah menginjak 40 tahun, Modric terlebih dahulu memastikan kondisi fisiknya masih mampu bersaing di level tertinggi.
Selain kondisi tubuh, motivasi dan kecintaannya terhadap sepak bola juga menjadi pertimbangan utama sebelum akhirnya menerima tawaran perpanjangan kontrak dari AC Milan.
AC Milan sebenarnya telah memberikan tawaran perpanjangan kontrak kepada Modric sejak akhir tahun lalu.
Namun, pemain veteran tersebut memilih tidak langsung memberikan jawaban karena ingin melihat kondisi tubuh serta gairahnya dalam menjalani pertandingan.
Modric akhirnya merasa masih berada dalam kondisi yang cukup baik untuk melanjutkan karier profesional.
Ia juga masih merasakan motivasi besar untuk bermain dan membantu AC Milan meraih prestasi.
“Saya selalu tahu bahwa saya ingin melanjutkan satu tahun lagi. Saya sebenarnya bisa menandatangani kontrak sejak Desember, tetapi saya perlu mendengarkan kondisi tubuh saya,” ujar Modric kepada La Gazzetta dello Sport.
Menurut Modric, keputusan untuk bertahan baru bisa dibuat setelah dirinya benar-benar memahami kondisi fisik dan mental.
Ia tidak ingin melanjutkan karier hanya karena ingin menunda masa pensiun.
“Saya harus memahami bagaimana perasaan saya dan apakah saya masih memiliki gairah yang sama untuk terus bermain. Pada akhirnya, jawabannya sesuai harapan saya, saya masih merasa baik, masih memiliki gairah, dan ketika manajemen juga masih menginginkan saya bertahan, saya tidak lagi memiliki keraguan,” katanya.
Kini Modric siap menyambut musim baru bersama Rossoneri. Ia memiliki motivasi tambahan setelah AC Milan gagal mengamankan tiket Liga Champions pada akhir musim 2025-2026.
Kegagalan tersebut menjadi salah satu alasan Modric ingin kembali tampil lebih baik.
Ia tidak ingin Milan mengulangi kesalahan yang sama dan bertekad membantu klub kembali bersaing di papan atas Serie A.
AC Milan sebelumnya sempat bersaing dengan Inter Milan dalam perebutan gelar Serie A.
Namun, performa Rossoneri mengalami penurunan menjelang akhir musim hingga akhirnya mereka harus puas finis di posisi kelima.
Modric sendiri tidak bisa membantu tim secara maksimal pada fase penting musim tersebut.
Cedera patah tulang pipi membuatnya harus absen dalam sejumlah pertandingan krusial.
“Saya sangat senang bisa kembali. Sayangnya kami tidak menutup musim dengan baik dan gagal mencapai target minimum, yaitu lolos ke Liga Champions, hal itu sangat membuat frustrasi,” ungkapnya.
Cedera tersebut juga menjadi salah satu hal yang membuat Modric kecewa.
Ia merasa tidak bisa memberikan kontribusi ketika Milan membutuhkan tenaga dan pengalamannya untuk mengamankan posisi di klasemen.
“Saya kecewa karena tidak bisa membantu tim dalam pertandingan-pertandingan paling penting di akhir musim akibat cedera. Oleh karena itu, saya ingin kembali dan berharap bisa menjalani musim yang lebih baik serta meraih kemenangan bersama Milan,” ujarnya.
Modric juga memberikan penilaian terhadap penurunan performa AC Milan pada akhir musim.
Menurutnya, tim mulai kehilangan fokus ketika peluang untuk menjadi juara Serie A semakin kecil.
Salah satu pertandingan yang dianggap menjadi titik balik adalah ketika Milan menghadapi Lazio.
Sebelum laga tersebut, Rossoneri masih memiliki peluang untuk bersaing dalam perebutan gelar.
Namun, setelah menyadari peluang juara semakin sulit, fokus tim disebut ikut menurun.
“Sampai pertandingan melawan Lazio kami masih bersaing memperebutkan gelar. Setelah itu kami menyadari bahwa juara akan sulit diraih dan mungkin sedikit mengendur karena merasa sudah berada di Liga Champions. Kami melakukan kesalahan,” kata Modric.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi Modric dan rekan-rekannya.
Ia berharap AC Milan bisa mempertahankan konsentrasi sepanjang musim dan tidak kembali kehilangan momentum ketika menghadapi periode penting.
Keputusan Modric untuk bertahan juga tidak terlepas dari hubungan positif yang telah terjalin dengan klub dan suporter.
Meski baru bergabung dengan Milan, ia merasa mendapatkan dukungan serta kasih sayang yang besar dari lingkungan klub.
Menurutnya, perasaan tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa dirinya masih ingin mengenakan seragam AC Milan.
Modric menilai dirinya masih menikmati setiap pertandingan dan memiliki keinginan untuk terus memberikan kontribusi.
“Saya berada di sini karena menjalani musim yang menyenangkan. Klub dan para penggemar memberikan begitu banyak kasih sayang, itulah alasan utama saya bertahan,” tuturnya.
Modric juga menegaskan bahwa keputusan memperpanjang kontrak bukan semata-mata karena ingin memperpanjang karier sebelum pensiun.
Ia masih memiliki gairah untuk bermain dan merasa mampu memberikan sesuatu kepada Milan.
“Saya masih memiliki gairah dan keinginan yang sama seperti sebelumnya. Saya ingin terus bermain sepak bola, menikmati setiap momen, dan berharap bisa memberikan kontribusi yang lebih besar agar Milan menutup musim ini dengan hasil yang jauh lebih baik,” pungkasnya.
Dengan keputusan tersebut, Luka Modric akan kembali menjadi salah satu pemain berpengalaman di skuad AC Milan.
Pengalamannya di level tertinggi sepak bola Eropa diharapkan dapat membantu pemain lain sekaligus memperkuat mental tim.
Musim baru juga menjadi kesempatan bagi Modric untuk membuktikan bahwa usia bukan penghalang selama kondisi fisik dan motivasi masih terjaga.
Setelah gagal lolos ke Liga Champions musim sebelumnya, target AC Milan kini adalah bangkit dan kembali bersaing di papan atas.
Bagi Modric, satu musim tambahan bersama AC Milan bukan sekadar perpanjangan kontrak.
Ini menjadi kesempatan untuk menikmati sepak bola lebih lama, membayar kekecewaan musim lalu, serta membantu Rossoneri meraih hasil yang lebih baik. (*/stch/dda)














