BANYUMASEKSPRES.ID, SLEMAN – Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta terus menunjukkan perkembangan positif.
Hingga awal Agustus 2026, progres konstruksi Tol Solo–Yogyakarta Seksi 2 Paket 2.2 yang menghubungkan Trihanggo hingga Junction Sleman telah mencapai sekitar 75 persen.
Di saat yang sama, PT Jasa Marga (Persero) Tbk juga membuka peluang investasi kepada perusahaan asal China, Guangxi Beibu Gulf Investment Group, untuk mengembangkan kawasan pendukung jalan tol, termasuk pembangunan rest area.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Jasa Marga dalam mempercepat pengembangan kawasan di sepanjang koridor Tol Solo–Yogyakarta dan Tol Yogyakarta–Bawen.
Kehadiran investor asing diharapkan mampu memperkuat pengembangan infrastruktur sekaligus meningkatkan potensi ekonomi di wilayah yang dilalui jalan tol tersebut.
Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga, Ari Respati, mengatakan ketertarikan Guangxi Beibu Gulf Investment Group muncul setelah kedua perusahaan menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlaku selama satu tahun.
Menurut Ari, perusahaan asal China tersebut melihat koridor Semarang–Solo–Yogyakarta sebagai kawasan yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi sangat menjanjikan sehingga layak dijadikan lokasi investasi jangka panjang.
“Kami menawarkan proyek yang relatif cepat direalisasikan, yakni sektor properti berupa pembangunan rest area. Nilai investasinya sekitar Rp220 miliar dan mereka terlihat cukup tertarik,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Sebagai tahap awal, Jasa Marga menawarkan pembangunan rest area di Km 25 arah Jakarta, serta beberapa titik strategis lainnya yang berada di ruas Tol Solo–Yogyakarta dan Tol Yogyakarta–Bawen.
Saat ini kedua belah pihak masih melakukan pertukaran data dan pembahasan skema kerja sama sebelum proyek direalisasikan.
Jasa Marga menargetkan sedikitnya satu proyek investasi dapat mulai berjalan pada kuartal IV tahun 2026.
Kehadiran investor diharapkan mampu mempercepat pengembangan fasilitas pendukung jalan tol sekaligus memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna jalan.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, mengungkapkan bahwa pembangunan Tol Solo–Yogyakarta Seksi 2 Paket 2.2 ditargetkan selesai pada awal September 2026.
Menurutnya, progres konstruksi saat ini telah mencapai sekitar 75 persen.
Sebagian besar pekerjaan struktur jalan layang (elevated) telah rampung, meskipun masih terdapat beberapa pekerjaan konstruksi yang harus diselesaikan, terutama di kawasan perempatan setelah Jombor.
“Untuk Paket 2.2 sekarang progresnya sekitar 75 persen. Struktur elevated sebagian besar sudah selesai, tetapi masih ada pekerjaan di kawasan perempatan setelah Jombor yang harus dituntaskan,” jelas Rivan.
Meski penyelesaian konstruksi ditargetkan selesai tahun ini, ruas Tol Solo–Yogyakarta tersebut belum dapat langsung dioperasikan.
Hal itu karena operasional jalan tol masih menunggu penyelesaian pembangunan jaringan Tol Yogyakarta–Bawen yang menjadi satu kesatuan sistem konektivitas.
Apabila seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal, jaringan Tol Solo–Yogyakarta dan Tol Yogyakarta–Bawen diproyeksikan mulai beroperasi pada tahun 2028.
Bahkan, pemerintah membuka peluang untuk memfungsikan sebagian ruas lebih awal apabila kondisi konstruksi telah memenuhi persyaratan, terutama saat menghadapi arus mudik Lebaran.
Jalan Tol Solo–Yogyakarta sendiri merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kehadiran jalan tol ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Solo, Yogyakarta, hingga Semarang.
Selain mempercepat mobilitas masyarakat, proyek ini juga diyakini akan membuka peluang investasi baru di sektor perdagangan, pariwisata, logistik, dan properti.
Pengembangan kawasan pendukung seperti rest area modern dipandang menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan nilai ekonomi di sepanjang jalur tol.
Dengan progres pembangunan yang terus meningkat dan masuknya minat investasi dari perusahaan luar negeri, proyek Tol Solo–Yogyakarta menjadi salah satu infrastruktur strategis yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas regional sekaligus mendukung pemerataan pembangunan ekonomi di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. (*/stch/dda)














