BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Peternakan lebah madu di wilayah Kebumen sangat bergantung pada kondisi alam, baik dari segi vegetasi maupun cuaca.
Para peternak lebah, seperti Shofia dari Karangkembang Alian dan Albait Nur Faozi dari Desa Kebulusan Pejagoan, memanfaatkan musim hujan untuk melakukan kegiatan penting dalam usaha mereka.
Musim ini dianggap tepat untuk memasang kotak jebakan dan berburu lebah liar yang sering kali bersarang di lubang-lubang di pohon atau tanah.
Lebah-lebah liar, terutama jenis Apis cerana dan Apis dorsata, memiliki kecenderungan bersarang di tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya genangan air selama musim hujan.
Ketika lubang-lubang tersebut tergenang air, lebah cenderung mencari tempat baru yang aman.
Kotak jebakan menjadi solusi bagi para peternak untuk memindahkan lebah-lebah ini ke lingkungan yang lebih terkendali.
Shofia, seorang pemburu lebah berpengalaman, sering memburu lebah lokal dengan tujuan mendapatkan madu sekaligus koloni lebah untuk dibudidayakan.
“Dengan menempatkan lebah dalam kotak, pemeliharaan dan pengawasan dapat dilakukan lebih mudah,” ujarnya kepada awak media.
Hal serupa juga dilakukan oleh Albait Nur Faozi yang telah lama menekuni dunia perlebahan.
“Musim penghujan menjadi waktu yang tepat untuk memasang kotak jebakan,” katanya pada Minggu (1/2).
Namun demikian, proses menangkarkan lebah tidak selalu berjalan mulus.
Tantangan terbesar adalah ketika lebah dipindahkan ke stup, mereka sering kali mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru.
Akibatnya, koloni bisa bubar atau bahkan kabur dari kotak penangkaran.
“Jika sudah demikian peternak harus mencari lagi untuk mengisi kotak,” tambah Albait.
Selain itu, musim hujan juga membawa tantangan lain bagi peternakan lebah yaitu risiko serangan jamur pada sarang-sarang mereka.
Oleh karena itu, perawatan ekstra sangat diperlukan selama periode ini. Kotak-kotak penangkaran harus dijaga agar tetap kering dan bebas kelembaban guna menciptakan suhu hangat yang mendukung kesehatan koloni dan mencegah pertumbuhan jamur.
Keberhasilan dalam memelihara dan membudidayakan lebah tidak hanya bergantung pada cara menangkap tetapi juga pada bagaimana peternak menjaga lingkungannya agar tetap kondusif bagi kehidupan lebah.
Pengetahuan tentang perilaku alami lebah serta pemeliharaan lingkungan yang baik menjadi modal utama bagi para peternak seperti Shofia dan Albait dalam mengembangkan usaha mereka.
Peternakan lebah madu memberikan manfaat ekonomi sekaligus ekologi. Selain menghasilkan madu berkualitas tinggi, keberadaan lebah juga berperan penting dalam proses penyerbukan tanaman yang berdampak positif terhadap ekosistem setempat.
Melalui metode tradisional seperti pemasangan kotak jebakan dan perburuan di alam liar, para peternak dapat melestarikan populasi lebah sambil terus meningkatkan produktivitas madu. (mam/dda)
















