Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
BNPB Dorong Banjarnegara Bentuk TRC hingga Tingkat Desa untuk Antisipasi Bencana
Dugaan Match Fixing Masih Diproses, PBSI Ubah Skuad Indonesia untuk BWF World Championships 2026

Dugaan Match Fixing Masih Diproses, PBSI Ubah Skuad Indonesia untuk BWF World Championships 2026

PBSI Coret Dua Ganda CampuranPBSI Coret Dua Ganda Campuran
ABSEN: Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu absen di BWF World Championships 2026

BANYUMASEKSPRES.ID, PP PBSI memastikan dua pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, tidak masuk dalam skuad Merah Putih yang akan tampil pada BWF World Championships 2026.

Keputusan tersebut diambil di tengah berlangsungnya proses peradilan independen Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terkait dugaan pelanggaran integritas yang masih berjalan.

Perubahan komposisi wakil Indonesia untuk Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 diumumkan sebagai bagian dari penyesuaian administrasi dan mekanisme keikutsertaan atlet pada turnamen bergengsi tersebut.

BWF World Championships 2026 dijadwalkan berlangsung di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, pada 17–23 Agustus 2026.

Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan langkah organisasi agar seluruh proses administrasi dan keikutsertaan atlet berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah organisasi dalam memastikan seluruh proses administrasi dan keikutsertaan atlet pada kejuaraan internasional berjalan sesuai dengan regulasi serta mekanisme yang berlaku,” kata Ricky melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, Senin (3/8).

Keputusan PBSI tidak memasukkan kedua pasangan tersebut berkaitan dengan judicial proceedings atau proses peradilan independen yang sedang dijalankan BWF.

Proses tersebut menyangkut dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia.

Dalam proses yang masih berlangsung itu, Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana disebut sedang menghadapi dugaan keterlibatan dalam kasus pengaturan skor atau match fixing.

Hingga saat ini, proses pemeriksaan belum menghasilkan keputusan resmi sehingga status perkara masih berada dalam tahap penanganan oleh BWF.

Ricky menegaskan, PP PBSI menghormati seluruh mekanisme yang diterapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia.

Menurutnya, organisasi memiliki komitmen untuk menjaga integritas olahraga sekaligus menghormati independensi proses hukum yang sedang berlangsung.

“PP PBSI menghormati dan mendukung sepenuhnya mekanisme yang diterapkan BWF sebagai bagian dari upaya menjaga integritas olahraga bulu tangkis serta menghormati independensi proses yang sedang berlangsung,” ujarnya.

PBSI juga menegaskan bahwa organisasi tidak akan mengaitkan perkara tersebut dengan atlet tertentu sebelum terdapat keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap asas praduga tak bersalah selama proses peradilan masih berlangsung.

Selain itu, PP PBSI mengimbau seluruh pihak, termasuk media maupun masyarakat, agar tidak membangun spekulasi mengenai perkara yang masih diproses oleh BWF.

Menurut Ricky, setiap pihak perlu memberikan ruang kepada lembaga yang berwenang untuk menyelesaikan seluruh tahapan pemeriksaan secara independen.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat, untuk menghormati proses yang sedang berjalan serta menghindari spekulasi hingga terdapat keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF,” jelas Ricky.

PBSI memastikan komunikasi dengan BWF tetap berlangsung selama proses judicial proceedings berjalan.

Organisasi menyatakan akan terus mengikuti setiap perkembangan serta menjalankan seluruh kewajiban sesuai regulasi internasional yang berlaku.

Menurut Ricky, seluruh langkah yang ditempuh PBSI berlandaskan prinsip tata kelola organisasi yang baik, kepatuhan terhadap aturan, perlindungan hak-hak atlet, serta komitmen menjaga integritas olahraga bulu tangkis Indonesia.

“PP PBSI akan terus berkoordinasi dengan BWF dan memastikan setiap langkah organisasi dilaksanakan sesuai prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan hak-hak atlet, serta komitmen terhadap integritas olahraga bulu tangkis,” pungkas Ricky.

Keputusan tidak memasukkan Jafar/Felisha dan Adnan/Indah ke dalam skuad Indonesia menjadi bagian dari penyesuaian yang dilakukan PBSI menjelang BWF World Championships 2026.

Organisasi menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari mekanisme administrasi dan penghormatan terhadap proses yang sedang berlangsung di tingkat internasional.

PBSI berharap seluruh proses yang dilakukan BWF dapat berjalan secara independen hingga menghasilkan keputusan resmi.

Selama proses tersebut belum selesai, organisasi meminta semua pihak menghormati mekanisme yang berlaku dan menghindari penyebaran informasi yang belum memiliki kepastian hukum. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
BNPB Soroti Ancaman Longsor dan Kekeringan

BNPB Dorong Banjarnegara Bentuk TRC hingga Tingkat Desa untuk Antisipasi Bencana