BANYUMASEKSPRES.ID, Tingkat keamanan di wilayah Banyumas menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Polres Banyumas mencatat adanya penurunan cukup signifikan pada angka kriminalitas dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat sekaligus menunjukkan efektivitas strategi penegakan hukum yang diterapkan aparat kepolisian bersama pemerintah daerah dan warga setempat.
Berdasarkan laporan resmi yang dirilis pada akhir tahun 2025, jumlah tindak pidana di Banyumas mengalami penurunan sebesar 26 persen.
Jika pada tahun 2024 tercatat sebanyak 395 kasus kejahatan, maka pada tahun 2025 angka tersebut turun menjadi 291 kasus.
Tak hanya jumlah kasus yang menurun, tingkat penyelesaian perkara juga terbilang tinggi dengan capaian mencapai 92 persen, menandakan kinerja kepolisian yang semakin optimal.
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Dr. Ari Wibowo, menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Aula Rekonfu Polresta Banyumas.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka kriminalitas bukan semata hasil kerja kepolisian, melainkan buah dari sinergi berbagai pihak.
Dukungan pemerintah daerah, kerja keras seluruh jajaran Polresta, serta peran aktif masyarakat dinilai menjadi faktor utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Lebih lanjut, Ari Wibowo mengungkapkan bahwa penurunan tidak hanya terjadi pada jumlah kejahatan secara umum, tetapi juga pada tindak pidana menonjol.
Sepanjang 2025, kasus-kasus kriminal prioritas tercatat menurun hingga 35 persen. Hal ini memberikan dampak yang cukup signifikan.
Jenis kejahatan yang mengalami penurunan antara lain pencurian dengan pemberatan, kasus narkotika, serta tindak penipuan yang sebelumnya cukup meresahkan warga.
Kejahatan jalanan juga menunjukkan tren penurunan yang cukup drastis. Jika pada tahun 2024 terdapat 60 kasus kejahatan jalanan, maka di tahun 2025 jumlahnya berkurang menjadi 29 kasus.
Penurunan ini mencerminkan keberhasilan langkah preventif seperti patroli rutin, penguatan pos keamanan, serta peningkatan pengawasan di titik-titik rawan kejahatan.
Di sektor pemberantasan narkoba, Satuan Reserse Narkoba Polresta Banyumas mencatat kinerja yang cukup intensif sepanjang tahun.
Total sebanyak 133 kasus penyalahgunaan narkotika berhasil diungkap dengan 106 orang tersangka diamankan.
Salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada Januari 2025, ketika petugas berhasil menyita narkotika jenis sabu dengan berat mencapai 512,24 gram.
Pengungkapan ini dinilai sebagai langkah penting dalam memutus rantai peredaran narkoba di wilayah Banyumas.
Selain kriminalitas, angka kecelakaan lalu lintas di Banyumas juga mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Sepanjang 2025, jumlah kecelakaan tercatat menurun sebesar 13,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Yang lebih menggembirakan, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun drastis dari 79 orang pada 2024 menjadi 44 orang di tahun 2025.
Capaian ini tidak lepas dari upaya peningkatan edukasi keselamatan berkendara serta penegakan hukum di bidang lalu lintas.
Atas berbagai pencapaian tersebut, Polresta Banyumas berhasil meraih total 22 penghargaan sepanjang tahun 2025.
Selain itu, masyarakat Banyumas rayakan tahun baru dengan penuh empati atas Bencana Sumatera memberikan gambaran ketertiban dan solidaritas sosial.
Penghargaan tersebut berasal dari berbagai institusi sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolresta Banyumas menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ke depan, Polresta Banyumas berkomitmen untuk mempertahankan tren positif ini dengan terus memperkuat kerja sama lintas sektor dan melibatkan masyarakat secara aktif.
Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan Banyumas dapat terus menjadi wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warganya.(*/nds)
















