BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS — Kegiatan perbaikan jalan yang rusak di ruas Kebokura–Kemawi sudah mulai dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum (UPTD PU) Wilayah Sumpiuh.
Pada hari pertama kerja tahun anggaran 2026, tim dari UPTD PU langsung terjun ke lapangan untuk menangani jalan amblas yang berlokasi di sta 0+150 meter.
Kerusakan tersebut telah menjadi perhatian utama karena berdampak langsung pada kelancaran transportasi dan keselamatan pengguna jalan.
Staf Jalan UPTD PU Wilayah Sumpiuh, Sultoni, menjelaskan bahwa penyebab utama kerusakan adalah sambungan abutmen plat dan bak kontrol yang mengalami pecah serta berlubang.
Kondisi ini mengakibatkan aliran air menggerus bagian belakang abutmen, yang akhirnya menyebabkan permukaan aspal badan jalan mengalami amblas dan berlubang.
“Kondisi tersebut berdampak pada aspal badan jalan amblas dan berlubang,” ungkap Sultoni kepada awak media pada Jumat (2/1).
Menurut Sultoni, indikasi kerusakan sebenarnya telah terdeteksi sejak sekitar satu tahun lalu.
Pada saat itu, pihak UPTD PU telah melakukan penanganan darurat dengan menambal aspal sebanyak dua kali.
Namun, karena kerusakan pada sambungan semakin meluas akibat aliran air yang terus menerus, aspal kembali mengalami penurunan.
Untuk menangani masalah ini secara lebih permanen, Sultoni menjelaskan bahwa pihaknya memutuskan untuk membongkar titik badan jalan yang berlubang dan amblas tersebut dan menggantinya dengan beton.
Beton dipilih karena dianggap lebih tahan lama dalam menghadapi kondisi tanah yang labil.
Setelah beton mencapai kekuatan maksimal—yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 15 hari—bagian tersebut akan dilapisi kembali dengan aspal guna memastikan permukaan jalan tetap rata dan nyaman dilalui.
Selama proses perbaikan berlangsung, pembongkaran dilakukan secara bertahap untuk memastikan arus lalu lintas tetap dapat dilalui kendaraan.
Hal ini diupayakan guna meminimalisir gangguan terhadap aktivitas pengguna jalan sehari-hari yang melintasi ruas Kebokura–Kemawi.
Kerusakan infrastruktur jalan seperti halnya yang terjadi di ruas Kebokura–Kemawi tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara namun juga bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Oleh karena itu, perbaikan yang dilakukan oleh UPTD PU Wilayah Sumpiuh merupakan langkah krusial untuk menjaga keamanan serta kelancaran transportasi di wilayah tersebut.
Selain itu, kondisi jalan yang baik juga mendukung roda perekonomian lokal karena mempermudah distribusi barang dan jasa.
Hal ini menjadi penting terutama bagi masyarakat sekitar yang bergantung pada aksesibilitas jalan untuk kegiatan sehari-hari mereka.
Masyarakat sekitar tentunya berharap agar proyek perbaikan ini dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
Mereka berharap pemerintah daerah melalui UPTD PU dapat terus melakukan pemantauan dan pemeliharaan rutin setelah proyek ini selesai untuk mencegah kerusakan serupa terulang kembali di masa depan.
Komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur publik tentunya sangat dinantikan oleh masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warganya.
Langkah proaktif seperti ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menangani infrastruktur kritis.
Dalam menangani proyek-proyek infrastruktur besar seperti perbaikan jalan amblas ini, kolaborasi antar instansi pemerintah menjadi hal yang sangat vital.
Koordinasi antara UPTD PU dengan instansi terkait lainnya seperti Dinas Perhubungan maupun aparat keamanan setempat diperlukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti. (fij/dda)
















