Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sambut Malam Tahun Baru 2025, Penjualan Jagung Manis di Pasar Sumpiuh Melonjak

Diburu Warga untuk Tahun BaruDiburu Warga untuk Tahun Baru
PERSIAPAN TAHUN BARU: Pembeli memilih jagung manis segar di komplek Pasar Sumpiuh. Pedagang menambah stok menjelang malam pergantian tahun, Selasa (30/12).

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Para pedagang di Pasar Sumpiuh, Banyumas, tengah mempersiapkan diri untuk menyambut momen pergantian tahun baru dengan penuh semangat.

Tradisi bakar jagung yang kerap dilakukan masyarakat pada malam pergantian tahun menjadi berkah tersendiri bagi mereka yang menjual jagung manis.

Salah satu pedagang yang merasakan manfaat dari tradisi ini adalah Sugeng. Sejak Selasa (30/12), Sugeng sudah menambah stok dagangannya secara signifikan untuk memenuhi permintaan konsumen yang diperkirakan akan meningkat drastis.

Sugeng, yang sehari-hari berjualan jagung manis di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa biasanya ia hanya menyediakan sekitar 20 kilogram jagung manis dalam sehari.

Namun, menjelang tahun baru, ia telah meningkatkan persediaannya menjadi 50 kilogram.

“Omzet naik dibanding hari biasa,” ujar Sugeng saat ditemui awak media di lapaknya.

Fenomena ini bukanlah hal baru bagi Sugeng karena setiap tahun permintaan selalu melonjak ketika malam pergantian tahun semakin dekat.

Salah satu strategi Sugeng adalah melakukan pemesanan khusus untuk dua hari ke depan guna memastikan stok mencukupi kebutuhan pembeli.

Sejak lapaknya dibuka, pembeli sudah mulai berdatangan. Banyak di antaranya tidak segan memborong jagung manis dalam jumlah besar.

Pada sore hari, Sugeng mengaku ada pembeli yang membeli hingga 20 batang jagung sekaligus, sebuah pertanda bahwa permintaan akan semakin tinggi pada malam puncak tahun baru.

Sugeng juga menambahkan bahwa lonjakan pembelian paling signifikan diperkirakan akan terjadi pada Rabu (31/12), tepat sehari sebelum pergantian tahun.

“Untuk besok sudah pesan dua kuintal jagung manis segar. Rencananya buka sampai menjelang magrib,” ungkapnya dengan optimisme tinggi.

Kebiasaan konsumen yang cenderung membeli mendekati waktu malam pergantian tahun menjadi alasan utama kenapa ia memilih untuk menjual jagung dalam kondisi belum dikupas agar tetap segar hingga malam nanti.

Tidak hanya jagung manis yang laris manis, berbagai komoditas pendukung lainnya seperti jamur enoki, daging slice, dan arang turut disediakan oleh Sugeng untuk memenuhi kebutuhan perayaan tahun baru masyarakat setempat.

Menyediakan produk-produk ini merupakan bagian dari strategi Sugeng untuk memaksimalkan keuntungan selama periode puncak penjualan.

Tradisi membakar jagung pada malam pergantian tahun memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat setempat.

Aroma harum dari jagung bakar menjelang malam pergantian tahun memberikan nuansa hangat dan kebersamaan yang dinanti-nanti banyak keluarga dan komunitas.

Para pedagang seperti Sugeng memahami betul pentingnya tradisi ini bagi masyarakat sehingga mereka mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik agar dapat melayani pelanggan dengan optimal.

Sugeng dan para pedagang lainnya berharap musim penjualan kali ini bisa memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan persiapan matang dan strategi pemasaran yang tepat, mereka optimis bisa meraih omzet maksimal di penghujung tahun 2025 menuju 2026.

Kehadiran para pembeli yang terus meningkat sejak beberapa hari terakhir menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menyambut datangnya tahun baru dengan cara sederhana namun penuh makna.

Momen ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai ajang berkumpul dan bersenang-senang tetapi juga untuk membangun kembali semangat dan harapan baru menghadapi tahun mendatang.

Di Pasar Sumpiuh sendiri, suasana menjelang malam pergantian tahun terasa lebih hidup dibandingkan hari-hari biasa.

Para pedagang sibuk melayani pembeli sementara aroma khas jagung bakar mulai tercium dari sudut-sudut pasar. Pemandangan ini mencerminkan gairah masyarakat lokal dalam menyongsong datangnya momen istimewa di akhir Desember.

Saat berbicara tentang pengalaman berjualan selama musim liburan akhir tahun, Sugeng mengaku selalu merasa senang meski harus bekerja ekstra keras demi memenuhi kebutuhan pelanggan setia mereka.

“Ini memang saat-saat sibuk bagi kami para pedagang,” katanya dengan senyum lebar sembari melayani pelanggan lain yang datang membeli jagung manis segar.

Pasar Sumpiuh bukan satu-satunya tempat di mana aktivitas serupa terjadi karena banyak pasar lain di daerah Banyumas juga mengalami peningkatan penjualan serupa menjelang pergantian tahun baru ini.

Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya persiapan dan perencanaan bagi para pedagang dalam menghadapi puncak musim penjualan akhir tahun.

Sebagai bagian dari persiapan menghadapi lonjakan permintaan tersebut, selain menambah stok barang dagangan mereka juga harus memastikan kualitas produk tetap terjaga agar pelanggan puas dan kembali lagi di kesempatan berikutnya.

Dengan semua persiapan tersebut serta dukungan dari pelanggan setia mereka seperti Sugeng berharap dapat menikmati hasil kerja kerasnya sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal daerah Banyumas secara keseluruhan pada awal tahun baru mendatang. (fij/stch/fam)

Berita Sebelumnya
Aprilia Maklumi Niatan Jorge Martin Hengkang

Jorge Martin Berjuang Pulih dari Cedera, Aprilia Racing Fokus Performa Tim di MotoGP 2026

Berita Selanjutnya
Hujan Deras, SDN 1 Kritig Alami Kerusakan

Hujan Deras dan Angin Kencang Rusak Atap SD Negeri 2 Kritig, Kerugian Ditaksir 6 Juta