BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Dalam upaya meningkatkan daya tarik dan estetika kawasan Kota Lama Banyumas menjelang Tahun Baru 2026, sejumlah warga bersama Pengurus Paguyuban Lingkungan Kota Lama (Panglima) Banyumas mengambil inisiatif untuk memperbaiki 77 lampu taman yang mati di Koridor Jalan Mruyung–Pungkuran.
Kondisi lampu yang tidak berfungsi ini sebelumnya dinilai mengganggu kenyamanan serta keindahan lingkungan, terlebih pada malam hari ketika aktivitas warga dan wisatawan mengalami peningkatan signifikan.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sudagaran, Doso Hidayatullah, mengungkapkan bahwa perbaikan ini mendapat dukungan penuh dari pelaku usaha lokal.
“Sejumlah 77 lampu taman baru disumbang oleh owner Roti Mruyung Bapak Budi Setiyadi,” ujarnya kepada awak media, Selasa (30/12).
Bantuan tersebut menjadi elemen krusial dalam mempercepat proses perbaikan lampu yang selama ini tidak menyala. Lampu-lampu baru kemudian diserahkan kepada pengurus Panglima untuk dipasang secara gotong royong bersama warga setempat.
Proses pemasangan dilakukan pada malam hari dengan tujuan untuk meminimalisir gangguan terhadap aktivitas warga dan kelancaran lalu lintas di area tersebut.
Dalam pelaksanaannya, pengurus Panglima menggandeng dua teknisi yang juga merupakan penduduk lokal, sehingga pekerjaan dapat berlangsung lebih efektif dan terkoordinasi.
Selama proses pemasangan, tidak ditemukan kendala berarti di lapangan. Namun, ketika cuaca gerimis, pekerjaan dihentikan sementara sebagai tindakan pencegahan terhadap risiko tersengat listrik.
Setelah cuaca kembali memungkinkan, pekerjaan dilanjutkan dengan tetap menekankan pentingnya aspek keselamatan.
Semangat gotong royong dan kolaborasi menjadi penanda kuat dari upaya ini. Warga bergerak cepat dan teliti menyelesaikan perbaikan satu per satu lampu taman yang mati di Koridor Jalan Mruyung–Pungkuran.
Tujuan utama mereka adalah memastikan bahwa seluruh lampu taman sudah kembali berfungsi sebelum perayaan Tahun Baru 2026, sehingga kawasan Kota Lama Banyumas dapat kembali diterangi dengan optimal.
Indra, Ketua Kelompok Kerja Panglima, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan kekuatan kolaborasi di tingkat lokal.
“Perbaikan lampu mati merupakan bentuk sinergi kolaboratif antara masyarakat sadar wisata dan pelaku usaha,” katanya.
Menurut Indra, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan kawasan wisata berbasis lingkungan dan partisipasi warga. Sinergi ini diharapkan mampu mewujudkan lingkungan Koridor Jalan Mruyung–Pungkuran Banyumas Kota Lama yang aman, nyaman, dan menarik sebagai destinasi wisata sepanjang tahun.
Selain menjadi upaya perbaikan fisik semata, kegiatan ini juga menunjukkan kepedulian sosial masyarakat Banyumas terhadap lingkungan mereka.
Gotong royong dalam perbaikan lampu taman bukan hanya sekadar aksi fisik tetapi juga simbol dari semangat kebersamaan yang ingin menjaga kebersihan serta estetika kawasan wisata Kota Lama.
Partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat mulai dari warga setempat hingga pelaku usaha seperti Budi Setiyadi memberikan contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat mendorong perubahan positif dalam komunitas.
Inisiatif ini menggambarkan betapa pentingnya peran serta semua pihak dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat luas sekaligus mendukung sektor pariwisata lokal.
Dengan berhasilnya perbaikan ini tepat waktu sebelum pergantian tahun baru, Banyumas Kota Lama siap menyambut pengunjung dengan wajah baru yang lebih cerah dan memikat.
Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi sektor pariwisata lokal dengan harapan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke daerah tersebut.
Dari sisi sosial ekonomi, keberhasilan proyek swadaya seperti ini juga berpotensi memperkuat perekonomian lokal dengan meningkatnya kunjungan wisatawan yang tentunya akan mendorong pertumbuhan bisnis setempat, seperti restoran, toko oleh-oleh, hingga akomodasi penginapan.
Secara keseluruhan, aksi gotong royong warga Banyumas bersama Panglima ini menjadi contoh teladan mengenai bagaimana kepedulian dan kerja sama dapat menghasilkan perubahan nyata bagi lingkungan sekitar sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pariwisata yang berkelanjutan.
Dengan demikian, sinergi antara masyarakat sadar wisata dan pelaku usaha dalam memperbaiki fasilitas umum ini bukan hanya menciptakan dampak jangka pendek berupa peningkatan estetika tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat setempat. (fij/stch/fam)
















