Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sukses Bawa 5 Emas SEA Games, Martina Ayu Pratiwi Terima Bonus 3,4 Miliar

Martina Ayu Dapat Bonus TerbesarMartina Ayu Dapat Bonus Terbesar
DAPAT BONUS: Martina Ayu Pratiwi memamerkan perolehan medali yang diraihnya di ajang SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1)

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Pada Kamis, 8 Januari, Istana Negara Jakarta menjadi saksi penyerahan bonus yang mengukir prestasi gemilang bagi para atlet SEA Games 2025.

Di antara gemerlapnya perayaan tersebut, nama Martina Ayu Pratiwi mencuat sebagai sorotan utama.

Atlet triathlon ini tidak hanya menjadi penerima bonus terbesar dari kontingen Indonesia, tetapi juga simbol dari kejayaan olahraga nasional.

Martina Ayu Pratiwi berhasil mengumpulkan bonus senilai Rp3,441 miliar atas prestasinya yang luar biasa di ajang olahraga Asia Tenggara yang diselenggarakan di Thailand.

Dalam debutnya, Martina menyumbangkan lima medali emas dan dua medali perak bagi Indonesia.

Pencapaian ini menempatkannya sebagai atlet Indonesia tersukses dalam sejarah penyelenggaraan SEA Games kali ini.

“Saat saya diberitahu bahwa saya adalah penyumbang emas terbanyak Indonesia. Saya terkejut sekaligus bangga juga. Apalagi ini adalah debut saya di SEA Games,” ungkap Martina dengan rasa haru.

Prestasi yang ia raih tidak datang begitu saja. Triathlon dikenal sebagai cabang olahraga yang menuntut ketahanan fisik dan mental luar biasa serta konsistensi tinggi.

Dari tujuh nomor yang diikutinya, lima nomor berhasil dimenangkannya dengan medali emas dan dua nomor lainnya berakhir dengan medali perak.

Martina memperoleh satu emas dari nomor perorangan dan empat emas lainnya dari nomor beregu, sementara dua medali peraknya juga berasal dari nomor beregu.

Skema bonus pemerintah menghargai medali emas perorangan sebesar Rp1 miliar dan setiap anggota tim beregu mendapatkan Rp500 juta untuk setiap emas yang diraih.

“Pastinya saya sangat berterima kasih kepada kedua orang tua dan keluarga, para pelatih saya coach Cali, coach Fadly, coach Bella dan coach Vani dan semua tim pendukung yang ada di belakang layar. Pencapaian ini adalah hasil dari dukungan, kerja keras, dan kepercayaan banyak orang dalam perjalanan saya,” ujarnya.

Bonus miliaran rupiah itu bukanlah akhir dari segalanya bagi Martina. Ia melihatnya sebagai awal dari pencapaian yang lebih besar lagi di masa depan.

“Bonusnya nanti buat tentunya investasi masa depan untuk menunjang prestasi yang lebih tinggi lagi dan untuk membantu kedua orang tua yang ada di rumah,” tambahnya dengan penuh keyakinan.

Setelah sukses di SEA Games 2025 ini, fokus Martina kini bergeser ke Asian Games 2026.

Persiapan sudah dimulai sejak tanggal 5 Januari meski sempat tertunda karena undangan kenegaraan di Istana Negara.

“Untuk persiapan Asian Games sebenarnya sudah mulai dari tanggal 5 kemarin terus ternyata ada undangan untuk datang ke Istana, mungkin sedikit tertunda, mungkin setelah ini mulai lagi berlatih persiapan di Asian Games nanti,” ungkapnya sambil tetap realistis soal target medali mendatang.

Penyerahan bonus SEA Games 2025 dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dengan didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa prestasi para atlet tidak hanya sekadar soal medali tetapi juga sebagai cerminan kekuatan bangsa.

“Saudara-saudara sekalian, atas keberhasilan kalian menjaga kehormatan bangsa Indonesia. Dalam pembangunan sebuah negara, dalam perjuangan kebangkitan sebuah negara, olahraga adalah salah satu cermin dari keberhasilan negara tersebut,” ujar Presiden Prabowo penuh semangat.

Erick Thohir memastikan bahwa dana bonus akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing atlet sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas capaian luar biasa mereka.

Total bonus sebesar Rp465,25 miliar dialokasikan untuk para atlet dan pelatih berprestasi pada ajang tersebut.

Kontingen Indonesia secara keseluruhan tampil cemerlang dengan meraih posisi kedua dalam klasemen akhir setelah mengumpulkan 91 medali emas, 112 perak, dan 130 perunggu.

Pencapaian ini mencetak sejarah baru karena merupakan kali pertama sejak SEA Games tahun 1995 atau hampir tiga dekade lalu Indonesia mampu menempati posisi kedua ketika tidak menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara tersebut.

Keberhasilan ini menggambarkan dedikasi tinggi dan kerja keras seluruh atlet serta dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan pertandingan.

Di tengah ratusan prestasi gemilang lainnya pada ajang tersebut, nama Martina Ayu Pratiwi tetap bersinar terang sebagai simbol kejutan positif dan harapan baru bagi dunia olahraga nasional kita semua. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Status Tanggap Darurat Diperpanjang

Jumlah Korban Bencana Sumatra Mencapai 1.182 Jiwa, Proses Pencarian Korban Terus Berlanjut

Berita Selanjutnya
Pernah Nikah Siri

Ichal Muhammad Buka Suara soal Pernikahan Siri dengan Faby Marcelia