BANYUMASEKSPRES.ID, SUMEDANG – Kepolisian Resor (Polres) Sumedang, Jawa Barat, menegaskan bahwa Jalan Tol Cisumdawu kini aman untuk dilewati kendaraan setelah sebelumnya sempat terganggu akibat longsor.
Menurut Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya, pihaknya telah melakukan berbagai langkah pengaturan lalu lintas serta memasang papan imbauan dan rambu tambahan guna menjamin keamanan pengendara yang melintas di jalur tersebut.
“Untuk penanganannya saat itu sudah dilakukan dengan menggunakan alat berat. Kemudian Satuan Lalu Lintas bersama jajaran Polsek Sumedang Utara juga telah memasang papan imbauan serta rambu-rambu lalu lintas. Hingga sekarang, kondisi arus lalu lintas masih dalam keadaan lancar,” jelas Awang pada Senin (8/12).
Proses penanganan dimulai pada Jumat sore, dengan personel Polres Sumedang yang intens berkoordinasi dengan pihak pengelola Jalan Tol Cisumdawu (CKJT) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Luapan air yang menyertai peristiwa longsor tersebut disebabkan oleh tumpukan material longsor yang menghalangi saluran irigasi.
Akibatnya, aliran air tidak dapat mengalir lancar dan akhirnya meluber ke badan jalan.
“Setelah kami turunkan alat berat, saluran air sudah kembali normal dan air dapat mengalir lancar,” tambah Awang.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa petugas terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kondisi tetap aman.
Hingga saat ini, situasi di jalan tol aman, kering, dan dapat dilalui kendaraan tanpa hambatan.
“Kemarin saya juga melintas langsung di lokasi. Jalan sudah kering dan tidak ada hambatan,” ungkapnya.
Awang juga memberikan imbauan kepada para pengendara yang melewati Tol Cisumdawu agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan deras.
Intensitas hujan yang cenderung meningkat di akhir tahun bisa jadi ancaman tersendiri bagi pengguna jalan tol ini.
“Jika hujan sangat lebat, lebih baik mencari tempat aman terlebih dahulu. Tol Cisumdawu ini memang memiliki beberapa titik yang rentan terhadap longsor atau pergerakan tanah,” tutupnya dengan penuh perhatian.
Penanganan bencana alam seperti tanah longsor memang memerlukan koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait.
Dalam kasus ini, peran aktif dari Polres Sumedang bersama CKJT dan BPBD menunjukkan kerja sama yang solid dalam mengatasi krisis secara cepat dan efisien.
Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap potensi bahaya dapat diatasi segera sebelum menimbulkan dampak lebih besar.
Tol Cisumdawu sendiri adalah salah satu jalur strategis di wilayah Jawa Barat yang menghubungkan beberapa daerah penting.
Oleh karena itu, menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalan tol ini menjadi prioritas utama bagi pihak berwenang setempat.
Dengan infrastruktur yang berkembang pesat seperti tol ini, tantangan dalam hal keselamatan dan keamanan pun meningkat seiring waktu.
Tidak hanya tanggap darurat saat terjadi bencana saja yang dibutuhkan, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem sangat diperlukan.
Peningkatan kewaspadaan harus menjadi bagian dari budaya berkendara sehari-hari khususnya ketika melewati daerah-daerah rawan bencana seperti wilayah sekitar Tol Cisumdawu. (*/dda)
















