BANYUMASEKSPRES.ID, Jude Bellingham menjadi sorotan dunia sepak bola setelah diduga melakukan tindakan tidak sportif seusai laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Argentina.
Gelandang andalan Timnas Inggris itu tertangkap kamera memukul kepala pemain Argentina, Valentin Barco, beberapa saat setelah pertandingan berakhir.
Insiden tersebut kini berpotensi berbuntut panjang karena FIFA dikabarkan dapat membuka investigasi disipliner terhadap aksi sang pemain.
Apabila FIFA memutuskan memberikan sanksi, Jude Bellingham terancam tidak dapat memperkuat Inggris saat menghadapi Prancis dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (19/7) di Miami Stadium.
Insiden bermula setelah Inggris gagal mempertahankan keunggulan atas Argentina dalam semifinal yang berlangsung di Atlanta Stadium.
The Three Lions sebenarnya sempat berada di atas angin setelah Anthony Gordon mencetak gol pembuka pada menit ke-58.
Namun, Argentina mampu bangkit di menit-menit akhir pertandingan.
Enzo Fernandez menyamakan kedudukan pada menit ke-85 sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan Albiceleste lewat gol dramatis pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+2.
Kekalahan 2-1 tersebut sekaligus mengubur harapan Inggris untuk tampil di final Piala Dunia 2026.
Pertandingan sendiri berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal.
Wasit Ismael Elfath mencatat total 26 pelanggaran sepanjang laga dan mengeluarkan empat kartu kuning.
Tiga kartu diberikan kepada pemain Argentina, yakni Lisandro Martinez, Cristian Romero, dan Rodrigo De Paul, sementara satu kartu diterima pemain Inggris, Elliot Anderson.
Ketegangan rupanya berlanjut setelah peluit panjang dibunyikan.
Saat para pemain Argentina merayakan keberhasilan lolos ke final, Jude Bellingham terlihat menghampiri Valentin Barco yang sedang berada bersama Lautaro Martinez dan Julian Alvarez.
Dalam tayangan yang beredar luas di media sosial dan televisi, Bellingham tampak memukul bagian kepala Barco.
Aksi tersebut langsung memicu keributan di tengah lapangan dan menjadi perhatian banyak pihak.
Menurut laporan media Metro, sebelum insiden terjadi Barco diduga sempat melontarkan ucapan kepada Bellingham yang memancing emosinya.
Meski demikian, isi percakapan keduanya belum diketahui secara pasti dan hingga kini belum ada pernyataan resmi dari kedua pemain mengenai kejadian tersebut.
Setelah pukulan itu terjadi, Barco langsung bereaksi menghampiri Bellingham.
Situasi semakin memanas ketika Nico Paz berusaha memisahkan keduanya, sementara Nicolas Otamendi ikut mendorong Bellingham menjauh dari keributan.
Sejumlah pemain dari kedua tim kemudian berusaha meredakan situasi.
Dari kubu Inggris terlihat James Trafford, Dean Henderson, Ivan Toney, Ollie Watkins, serta Morgan Rogers ikut mengamankan rekannya.
Sementara dari pihak Argentina hadir Lisandro Martinez, Gonzalo Montiel, Enzo Fernandez, Cristian Romero, Juan Musso, hingga Lautaro Martinez yang berada di sekitar lokasi insiden.
Beruntung, keributan tidak berkembang menjadi bentrokan yang lebih besar setelah ofisial dan pemain dari kedua tim segera turun tangan memisahkan para pemain.
Kini perhatian tertuju kepada FIFA yang memiliki kewenangan untuk meninjau kembali insiden melalui rekaman pertandingan maupun laporan resmi perangkat pertandingan.
Jika badan sepak bola dunia tersebut memutuskan membuka proses disipliner dan menemukan adanya pelanggaran serius, Bellingham berpotensi menerima hukuman tambahan berupa larangan bermain.
Sanksi tersebut dapat membuat gelandang Real Madrid itu absen saat Inggris menghadapi Prancis dalam perebutan posisi ketiga Piala Dunia 2026.
Kehilangan Bellingham tentu menjadi kerugian besar bagi skuad asuhan Thomas Tuchel mengingat perannya sebagai motor permainan di lini tengah.
Hingga saat ini FIFA belum mengumumkan keputusan resmi terkait kemungkinan investigasi terhadap insiden tersebut.
Para pecinta sepak bola pun masih menunggu apakah aksi Jude Bellingham akan berujung pada hukuman disipliner atau cukup diselesaikan tanpa sanksi tambahan.
Yang jelas, insiden pascapertandingan ini menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam perjalanan Piala Dunia 2026 dan kembali memperlihatkan tingginya tensi rivalitas antara Inggris dan Argentina. (*/stch/dda)
















