Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Bos Bengkel Purwokerto Diwarnai Tangis Keluarga Korban

Tangis Anak Korban PecahTangis Anak Korban Pecah
ADEGAN: Dua dari empat tersangka pembunuhan pemilik bengkel mobil di Arcawinangun, Purwokerto, saat memperagakan salah satu adegan saat rekontruksi yang digelar di TKP, Kamis (16/7/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Proses penyidikan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap pemilik bengkel mobil Eddy Yono Subagyo (67) atau Bagyo memasuki babak penting.

Satreskrim Polresta Banyumas bersama Satres PPA-PPO menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kamis (16/7/2026).

Rekonstruksi berlangsung dramatis. Selain menghadirkan empat tersangka untuk memperagakan setiap tahapan kejadian, suasana juga diwarnai tangis histeris anak tunggal korban yang baru tiba dari Kalimantan serta sorakan warga yang memadati lokasi karena geram terhadap para pelaku.

Dalam proses tersebut, penyidik memperagakan 17 adegan yang dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni rumah korban yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus lokasi eksekusi, serta sebuah penginapan di Kecamatan Purwokerto Timur yang diduga menjadi lokasi penyusunan rencana pembunuhan.

Empat tersangka yang dihadirkan adalah IF (61) yang merupakan istri korban, kemudian AR (50), JR (43), dan RS (29). Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 13.10 WIB dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Ardi Kurniawan, menjelaskan bahwa rekonstruksi merupakan bagian penting dalam proses penyidikan guna memastikan seluruh keterangan saksi maupun tersangka sesuai dengan fakta yang ditemukan penyidik.

Menurutnya, seluruh adegan yang diperagakan disusun berdasarkan hasil pemeriksaan selama penyidikan berlangsung.

Rumah korban digunakan sebagai lokasi memperagakan proses pembunuhan, sedangkan penginapan menjadi lokasi yang diduga dipakai para tersangka untuk merencanakan aksi tersebut.

Melalui rekonstruksi ini, penyidik ingin memperoleh gambaran visual secara utuh sehingga seluruh keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dapat diuji kesesuaiannya dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Hasil rekonstruksi nantinya akan menjadi bagian dari kelengkapan berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.

Suasana rekonstruksi berubah haru ketika anak semata wayang korban yang baru kembali dari Kalimantan tidak mampu menahan kesedihan.

Ia sempat pingsan saat menyaksikan para tersangka memperagakan adegan pembunuhan ayahnya.

Setelah mendapat pertolongan dari keluarga dan warga sekitar, perempuan tersebut kembali sadar namun terus menangis histeris hingga harus ditenangkan oleh petugas kepolisian.

Adik kandung korban, Estiningsih, mengungkapkan bahwa korban hanya tinggal berdua bersama anaknya.

Sang anak baru pulang ke Banyumas setelah menerima kabar ayahnya meninggal dunia.

Ratusan warga yang memadati lokasi rekonstruksi tampak meluapkan emosi mereka.

Beberapa kali terdengar sorakan dan hujatan kepada para tersangka, terutama kepada IF yang diduga menjadi otak pembunuhan terhadap suaminya sendiri.

Banyak warga mengaku tidak menyangka tersangka yang selama ini dikenal sebagai istri korban diduga justru menjadi dalang di balik pembunuhan tersebut.

Sejumlah tetangga berharap para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menduga pembunuhan terhadap Eddy Yono Subagyo telah direncanakan sebelumnya.

Selain IF yang diduga menjadi penggagas aksi tersebut, polisi juga menetapkan AR yang diduga memiliki hubungan khusus dengan tersangka utama, serta JR dan RS yang diduga ikut membantu pelaksanaan pembunuhan.

Kasus ini bermula dari penemuan jasad korban di rumahnya pada Sabtu (27/6/2026) dini hari.

Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka memar pada bagian kepala yang diduga akibat tindak kekerasan.

Sejak saat itu, penyidik terus mengembangkan penyelidikan hingga akhirnya menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Rekonstruksi yang digelar Polresta Banyumas menjadi salah satu tahapan krusial dalam mengungkap secara utuh kronologi dugaan pembunuhan berencana tersebut.

Melalui 17 adegan yang diperagakan para tersangka, penyidik dapat mencocokkan seluruh alat bukti, keterangan saksi, hasil olah TKP, serta pengakuan tersangka sebelum berkas perkara dinyatakan lengkap.

Kasus pembunuhan bos bengkel di Arcawinangun ini menjadi perhatian luas masyarakat Banyumas karena diduga melibatkan orang-orang terdekat korban.

Polisi memastikan penyidikan akan terus dilakukan secara profesional hingga seluruh proses hukum selesai dan perkara dilimpahkan ke pengadilan. (dms/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tiga Bangunan di Maos Ludes Terbakar

Kebakaran di Maos Cilacap Hanguskan Tiga Bangunan, Diduga Berawal dari Bakar Sampah

Berita Selanjutnya
Warga Sidoagung Alami Krisis Air Bersih

Kekeringan Melanda Kebumen, Warga Desa Sidoagung Terpaksa Jalan 2 Kilometer Cari Air Bersih