BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Memasuki pertengahan Juli 2026, Kabupaten Banyumas mulai menghadapi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat musim kemarau.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas memperketat kesiapsiagaan setelah mencatat empat kejadian kebakaran hanya dalam beberapa pekan terakhir.
Insiden terbaru terjadi di kebun tebu di belakang Perumahan Taman Pesona, Kelurahan Teluk, pada Kamis (16/7/2026) sore.
Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran, api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke kawasan permukiman warga.
Melihat tren tersebut, BPBD Banyumas meningkatkan koordinasi lintas instansi sekaligus memperkuat langkah pencegahan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dengan suhu udara yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Kepala UPT Damkar Banyumas, Andaru Budilaksono, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima melalui layanan darurat 113 sekitar pukul 15.14 WIB.
Regu 3 Pos Damkar Induk segera menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 15.24 WIB. Setelah melakukan proses pemadaman dan pemeriksaan titik api, kebakaran berhasil dikendalikan pada pukul 15.41 WIB sehingga tidak meluas ke area permukiman.
Berdasarkan keterangan saksi, seorang warga bernama Agief (38) awalnya mencium aroma asap ketika berada di teras rumah sekitar pukul 14.15 WIB.
Setelah memeriksa ke luar rumah, ia melihat kobaran api di kebun tebu yang berada di dekat permukiman dan segera meminta bantuan warga untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan karena minimnya saksi yang mengetahui awal munculnya api.
Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.
BPBD Banyumas mencatat bahwa kebakaran di Kelurahan Teluk merupakan kejadian keempat sepanjang awal Juli 2026.
Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di kawasan hutan Karangtalun, Kecamatan Purwojati, lahan di kawasan Kompleks Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Karangwangkal, serta kebun di Desa Pamijen, Kecamatan Sokaraja.
Dua insiden terakhir diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan, sedangkan penyebab kebakaran di kawasan hutan Purwojati masih belum diketahui.
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengatakan pihaknya tidak hanya mengantisipasi dampak kekeringan, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
BPBD terus memperkuat koordinasi dengan Perhutani, pemerintah desa, Forkopimcam, serta berbagai instansi terkait agar proses penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiapkan lima hingga sepuluh unit pompa air, mobil tangki air, serta sprayer yang siap digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi kebakaran.
BPBD Banyumas mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati selama musim kemarau.
Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada pemerintah desa, kecamatan, maupun BPBD agar pemadaman dapat dilakukan secepat mungkin.
Kepala UPT Damkar Banyumas juga mengingatkan bahwa cuaca panas dan kondisi vegetasi yang kering membuat api lebih mudah menyebar sehingga diperlukan kewaspadaan bersama.
Peningkatan kewaspadaan juga dilakukan di kawasan lereng Gunung Slamet, khususnya jalur pendakian wilayah Kabupaten Purbalingga.
Sebelumnya, kebakaran lahan sempat terjadi di jalur pendakian Gunung Slamet pada Minggu (12/7/2026). Beruntung, api berhasil dipadamkan sebelum meluas.
Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Revon Haprindiat, menjelaskan bahwa musim kemarau bertepatan dengan libur sekolah membuat jumlah pendaki meningkat hingga sekitar 700–1.000 orang setiap akhir pekan, sehingga risiko kebakaran menjadi lebih tinggi.
Karena itu, BPBD Purbalingga terus mengintensifkan sosialisasi kepada para pendaki agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, memastikan api unggun benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi, tidak membakar lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.
Melalui peningkatan kesiapsiagaan, koordinasi lintas instansi, serta dukungan masyarakat, BPBD Banyumas berharap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau 2026 dapat ditekan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan maupun keselamatan masyarakat. (zet/tya/stch/dda)
















