BANYUMASEKSPRES.ID, Keputusan Carlo Ancelotti dalam menangani Neymar selama Piala Dunia FIFA 2026 menuai sorotan tajam.
Pelatih asal Italia tersebut dinilai gagal memaksimalkan peran salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Timnas Brasil.
Kritik itu datang dari pelatih peraih medali emas Olimpiade, Rogerio Micale, yang menilai Neymar masih memiliki kualitas untuk memberikan kontribusi besar meski kondisi fisiknya tidak lagi berada di puncak performa.
Dilansir dari Bein Sports, Micale mengungkapkan bahwa seorang pemain dengan pengalaman dan kualitas seperti Neymar seharusnya tidak dinilai hanya berdasarkan kebugaran fisik.
Menurutnya, pemain senior tetap mampu memberikan pengaruh besar melalui kepemimpinan, pengalaman, hingga kemampuannya mengubah jalannya pertandingan dalam situasi penting.
Kritik tersebut muncul setelah perjalanan Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari harapan. Brasil harus tersingkir pada babak 16 besar setelah kalah 1-2 dari Norwegia.
Kekalahan itu memicu berbagai evaluasi, termasuk mengenai minimnya kesempatan bermain yang diberikan kepada Neymar sepanjang turnamen.
Rogerio Micale menilai Carlo Ancelotti seharusnya menerapkan pendekatan berbeda terhadap Neymar.
Ia mencontohkan bagaimana sejumlah negara tetap memberikan kepercayaan besar kepada para pemain bintang mereka, seperti Lionel Messi bersama Argentina, Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal, hingga Mohamed Salah yang menjadi andalan Mesir.
Menurut Micale, pemain-pemain tersebut bukan hanya berfungsi sebagai pencetak gol, tetapi juga menjadi sosok pemimpin yang mampu meningkatkan kepercayaan diri rekan-rekannya di lapangan.
Hal serupa diyakini masih dimiliki Neymar, sehingga kehadirannya seharusnya dimanfaatkan secara maksimal oleh Timnas Brasil.
Sepanjang Piala Dunia FIFA 2026, Neymar hanya tampil dalam dua pertandingan.
Ia bermain selama 14 menit saat Brasil menghadapi Skotlandia dan memperoleh kesempatan 23 menit ketika menghadapi Norwegia pada babak 16 besar.
Meski waktu bermainnya sangat terbatas, Neymar tetap mampu menunjukkan kualitasnya dengan mencetak satu gol melalui tendangan penalti saat menghadapi Norwegia.
Namun, gol tersebut belum cukup untuk menghindarkan Brasil dari kekalahan yang sekaligus mengakhiri langkah mereka di turnamen.
Minimnya menit bermain tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola maupun pendukung Timnas Brasil.
Banyak pihak mempertanyakan alasan Ancelotti tidak memberikan kesempatan lebih banyak kepada Neymar, terutama dalam pertandingan-pertandingan penting.
Rogerio Micale menilai pengalaman Neymar dalam menghadapi tekanan di level tertinggi seharusnya menjadi nilai tambah bagi Brasil.
Kehadirannya di lapangan diyakini mampu memberikan ketenangan kepada para pemain muda sekaligus menjadi inspirasi dalam situasi sulit.
Selain itu, Neymar juga dinilai masih memiliki kemampuan teknis yang mampu menciptakan peluang berbahaya, baik melalui umpan, dribel, maupun penyelesaian akhir.
Faktor tersebut dianggap cukup untuk menjadikannya bagian penting dalam strategi permainan Brasil selama Piala Dunia 2026.
Perdebatan mengenai keputusan Carlo Ancelotti semakin menguat setelah Brasil gagal memenuhi ekspektasi sebagai salah satu kandidat juara dunia.
Banyak pihak menilai strategi rotasi pemain dan pemanfaatan pemain senior menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa Selecao sepanjang turnamen.
Meski demikian, Micale tetap memberikan apresiasi terhadap perjalanan karier Neymar bersama Timnas Brasil.
Ia menyebut mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain tersebut masih layak membela negaranya apabila kondisi fisiknya memungkinkan.
Bahkan, Micale berharap Neymar dapat kembali tampil pada berbagai kompetisi internasional berikutnya.
Namun harapan tersebut tidak menjadi kenyataan setelah Neymar mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional usai Brasil tersingkir dari Piala Dunia FIFA 2026.
Keputusan pensiun Neymar sekaligus menutup perjalanan panjangnya bersama Timnas Brasil.
Selama bertahun-tahun, ia menjadi salah satu ikon sepak bola Brasil dengan berbagai pencapaian individu maupun kolektif yang berhasil diraih.
Kini, kritik terhadap Carlo Ancelotti menjadi bagian dari evaluasi besar sepak bola Brasil setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.
Perdebatan mengenai apakah Neymar seharusnya memperoleh menit bermain lebih banyak kemungkinan akan terus menjadi pembahasan, mengingat ia dianggap sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Brasil. (*/stch/dda)
















