BANYUMASEKSPRES.ID, Kabar baik datang bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Pemerintah telah mulai menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap lanjutan sejak pertengahan Juni 2025.
Bantuan ini ditujukan khusus bagi KPM yang sebelumnya belum menerima pencairan di tahap awal tahun ini.
Skema penyaluran bantuan dilakukan melalui berbagai lembaga, yakni bank-bank Himbara seperti BNI, BRI, Mandiri, dan BSI.
Selain itu, PT Pos Indonesia juga turut ditugaskan untuk menyalurkan bansos di wilayah tertentu yang tidak terjangkau sistem perbankan.
Mekanisme ini membuat pencairan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan wilayah dan validasi data.
Bank Negara Indonesia (BNI) dilaporkan menjadi yang paling cepat dalam proses penyaluran.
Berdasarkan pantauan dari berbagai laporan lapangan, sejumlah besar KPM menyampaikan bahwa saldo sebesar Rp600.000 telah masuk ke rekening mereka dan bisa dicek melalui aplikasi Wonder BNI.
Sebelumnya, saldo yang kosong sempat menimbulkan kekhawatiran. Bagi penerima manfaat yang belum melihat adanya pencairan di rekening mereka, disarankan untuk memantau aplikasi bank secara berkala.
Aplikasi yang bisa digunakan antara lain Wonder BNI, BRImo milik BRI, Livin’ by Mandiri, dan BSI Mobile.
Sementara itu, berikut perkembangan pencairan dana bansos dari masing-masing bank per Juni 2025: Bank BNI mencatat pencairan PKH sebesar 65 persen dan BPNT 69 persen.
Bank Mandiri telah menyalurkan PKH 61 persen dan BPNT 56 persen. Adapun Bank BRI mencatat penyaluran PKH 57 persen dan BPNT 51 persen, sedangkan Bank BSI mencapai 45 persen untuk PKH dan 50 persen untuk BPNT.
Dengan angka ini, secara nasional pencairan belum menyentuh 100 persen.
Pemerintah menegaskan bahwa proses distribusi dilakukan bertahap, tergantung pada kesiapan data, wilayah, dan jaringan bank yang bersangkutan.
KPM diminta tetap tenang dan bersabar menunggu jadwal pencairan di wilayahnya masing-masing.
Menariknya, sejumlah KPM yang biasanya menerima bansos melalui PT Pos Indonesia kini mendapati status bantuan mereka di aplikasi SIKS-NG menjadi kosong.
Berdasarkan pengalaman pencairan sebelumnya, perubahan status menjadi kosong di sistem ini sering kali menjadi sinyal bahwa bantuan segera cair melalui kantor pos.
Dalam kondisi ini, KPM hanya perlu menunggu undangan resmi dari petugas pos untuk pencairan manual.
Meski demikian, tidak sedikit KPM yang merasa bingung karena belum menerima dana, sementara tetangga di lingkungan sekitar sudah mencairkan bantuan.
Beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab keterlambatan antara lain jadwal pencairan yang belum sampai ke daerah tersebut, data yang masih dalam proses validasi, atau nama yang belum masuk ke daftar pencairan tahap dua.
Permasalahan teknis juga bisa memengaruhi pencairan, seperti saldo yang tertahan atau gangguan pada kartu KKS.
Untuk memastikan status bantuan, KPM disarankan berkoordinasi langsung dengan operator desa, pendamping PKH, atau memantau melalui sistem SIKS-NG.
Meskipun ada keterlambatan, pemerintah membuka peluang penyaluran susulan bagi KPM yang terdampak. Yang terpenting, pastikan nama masih aktif dalam sistem bantuan.
Jika menggunakan BNI, cek saldo melalui aplikasi Wonder BNI. Bagi pengguna BRI, gunakan BRImo, sementara nasabah Mandiri dan BSI bisa mengecek melalui Livin’ dan BSI Mobile. (ctr)
















