Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
BMKG Jelaskan Potensi Gempa di Pulau Jawa Tegah Masih Terus Dikaji
Kualifikasi Posisi Konsultan dalam Rekrutmen Kemenkes 2026 yang Perlu Diketahui

Kualifikasi Posisi Konsultan dalam Rekrutmen Kemenkes 2026 yang Perlu Diketahui

Rekrutmen Lowongan Konsultan KemenkesRekrutmen Lowongan Konsultan Kemenkes

BANYUMASEKSPRES.ID, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya membuka peluang karier bagi tenaga profesional yang ingin berkontribusi dalam penguatan sistem kesehatan nasional melalui sejumlah proyek strategis.

Rekrutmen ini menjadi bagian dari pelaksanaan Central Project Management Unit (CPMU) dan Indonesia Public Laboratory System Strengthening (InPULS) Project.

Proses rekrutmen ini banyak yang mendapat dukungan pendanaan dari berbagai lembaga internasional. Oleh karena itu, perlu disimak secara rinci dalam proses skema perekrutan dan persiapan diri.

Program ini melibatkan kerja sama dengan sejumlah mitra pembangunan global, seperti Asian Development Bank (ADB), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta World Bank.

Dalam proses seleksi tersebut, Kemenkes membuka tiga formasi konsultan dengan persyaratan yang cukup spesifik sesuai kebutuhan proyek.

Posisi Konsultan di Kemenkes

Daftar Posisi Konsultan yang Dibutuhkan Kemenkes

Tiga posisi yang sempat tersedia meliputi Environmental Safeguard Consultant, Procurement Consultant, dan Contract Management Consultant.

Masing-masing jabatan memiliki fokus pekerjaan dan persyaratan yang berbeda. Simak berbagai kualifikasi posisi sebagai berikut.

1. Environmental Safeguard Consultant (CPMU)

Posisi ini diperuntukkan bagi tenaga ahli yang memiliki latar belakang pendidikan minimal magister (S2) di bidang Ilmu Lingkungan, Manajemen Lingkungan, atau disiplin ilmu lain yang masih berkaitan.

Kandidat juga diharapkan mempunyai pengalaman profesional sedikitnya tujuh tahun dalam penilaian dampak lingkungan maupun sosial.

Hal ini termasuk penerapan Environmental and Social Framework (ESF), AMDAL, Environmental and Social Impact Assessment (ESIA), atau standar perlindungan lingkungan lainnya.

Selain itu, pelamar harus memiliki pengalaman bekerja bersama instansi pemerintah pada proyek yang didanai lembaga pembangunan internasional selama minimal lima tahun.

Pemahaman terhadap regulasi lingkungan di Indonesia, kemampuan melakukan monitoring dan evaluasi program, serta kecakapan berbahasa Inggris menjadi persyaratan penting.

Pengalaman pada proyek yang didukung World Bank, ADB, AIIB, IsDB, USAID, maupun donor internasional lainnya menjadi nilai tambah.

2. Procurement Consultant (PMU InPULS)

Jabatan berikutnya ditujukan bagi profesional yang memiliki pendidikan minimal S2 di bidang Supply Chain Management, Manajemen, Administrasi Bisnis, atau bidang terkait.

Pelamar diharapkan memiliki pengalaman paling sedikit tujuh tahun dalam pengadaan barang, jasa konsultansi, maupun pekerjaan konstruksi.

Selain itu, kandidat juga harus menguasai mekanisme pengadaan yang diterapkan lembaga internasional seperti World Bank, ADB, AIIB, dan mitra pembangunan lainnya.

Kemampuan mengelola proses tender, evaluasi penawaran, administrasi kontrak, hingga pemantauan pelaksanaan pengadaan menjadi kompetensi utama yang dicari.

Pengalaman di sektor kesehatan, kemampuan analisis, komunikasi yang baik, penguasaan Microsoft Office, perangkat lunak pengadaan, serta kemampuan berbahasa Inggris menjadi poin penting dalam proses seleksi.

3. Contract Management Consultant (PMU InPULS)

Posisi terakhir membutuhkan kandidat dengan latar belakang pendidikan minimal S2 di bidang Administrasi Bisnis, Hukum, Contract Management, atau bidang lain yang relevan.

Pelamar diharuskan memiliki pengalaman sekurang-kurangnya lima tahun dalam pengelolaan kontrak, khususnya pada proyek pembangunan berskala internasional.

Pengalaman menangani proyek yang didukung pinjaman luar negeri maupun hibah dari World Bank, ADB, AIIB, IsDB, USAID, dan lembaga donor lainnya menjadi salah satu keunggulan.

Selain memahami administrasi kontrak dan proses pengadaan internasional, kandidat juga diharapkan memiliki kemampuan negosiasi, komunikasi, pemecahan masalah.

Selain itu, juga mampu menangani banyak kontrak dan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan secara efektif.

Penguasaan bahasa Inggris dan perangkat pekerjaan juga menjadi syarat utama. Selain itu, simak langkah pembuatan akun SSCASN bagi generasi muda yang ingin mendaftarkan diri sebagai ASN.

Referensi Rekrutmen Kemenkes di Posisi Serupa Periode Selanjutnya

Pada proses rekrutmen tersebut, Kementerian Kesehatan membuka pendaftaran hingga 25 Juni 2026 pukul 23.59 WIB melalui laman resmi rekrutmen Kemenkes.

Setelah masa pendaftaran berakhir, hanya pelamar yang lolos seleksi administrasi atau masuk dalam daftar pendek (shortlisted candidates) yang dihubungi untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya.

Walaupun kesempatan tersebut kini telah ditutup, kebutuhan tenaga ahli di bidang pengelolaan proyek, pengadaan, hingga perlindungan lingkungan menjadi bagian penting diberbagai program pembangunan sektor kesehatan.

Oleh karena itu, para profesional yang berminat disarankan terus memantau informasi rekrutmen resmi Kementerian Kesehatan agar tidak melewatkan peluang serupa ketika kembali dibuka. (*/nds)

Berita Sebelumnya
Pengkajian Potensi Gempa di Jawa Tengah

BMKG Jelaskan Potensi Gempa di Pulau Jawa Tegah Masih Terus Dikaji