BANYUMASEKSPRES.ID, Presenter ternama Andhara Early akhirnya memutuskan untuk mengakhiri rumah tangganya dengan Bugi Ramadhana setelah menikah selama 14 tahun.
Dalam pernyataannya, Andhara mengungkapkan bahwa sebelum mengambil keputusan cerai, dia sempat membuka peluang untuk rujuk dengan Bugi.
Dia memberikan kesempatan bagi mantan suaminya untuk membuktikan upaya mempertahankan rumah tangga mereka.
“Rujuk sebenarnya pada saat kemarin masa iddah itu. Aku memberikan injury time untuk Bugi. Dan memang sudah kami bahas bahwa di situlah masa pembuktian, kalau memang mau rujuk, saat itu diusahakan,” kata Andhara Early kepada awak media.
Andhara yang kini berusia 46 tahun merasa bahwa upaya yang dilakukan oleh Bugi tidak memenuhi harapannya.
Selain itu, ia merasakan perbedaan frekuensi antara dirinya dan mantan suami yang membuat proses rujuk menjadi sulit.
“Ternyata masih banyak hal yang belum sesuai dengan keinginan aku, enggak sesuai dengan ekspektasi yang aku harapkan. Mungkin karena frekuensi kami juga beda,” jelas bintang film “Badai Pasti Berlalu” tersebut.
Keputusan berpisah setelah bertahun-tahun bersama bukanlah langkah yang mudah bagi Andhara maupun Bugi. Namun, Andhara meyakini bahwa perceraian adalah jalan terbaik untuk keduanya.
“Kalau aku lanjutkan, kami sama-sama enggak sehat. Kami bisa hidup dalam rumah tangga yang munafik jadinya,” ungkapnya dengan tegas.
Proses perceraian ini tentu menarik perhatian banyak pihak mengingat perjalanan panjang pernikahan mereka yang telah melewati berbagai suka dan duka selama lebih dari satu dekade.
Namun demikian, Andhara berupaya menatap masa depan dengan optimisme dan berfokus pada kebahagiaannya sendiri serta anak-anaknya.
Kisah cinta antara Andhara Early dan Bugi Ramadhana dimulai dengan penuh harapan dan kebahagiaan.
Selama 14 tahun membina rumah tangga, tentu banyak kenangan indah yang tercipta.
Namun, seiring berjalannya waktu perbedaan pendapat dan prioritas mulai muncul ke permukaan sehingga menguji kekuatan hubungan mereka.
Dalam setiap hubungan pernikahan pasti ada pasang surutnya. Demikian pula yang dialami oleh pasangan ini.
Meski telah mencoba mencari titik temu dan memperbaiki keadaan, tampaknya jalan terbaik bagi keduanya adalah melepaskan satu sama lain demi kebaikan bersama.
Sebagai seorang publik figur, kehidupan pribadi Andhara tentunya tidak lepas dari sorotan media dan masyarakat luas.
Namun dia tetap tegar menghadapi situasi ini dengan kepala tegak serta terus melangkah maju meskipun harus meninggalkan masa lalu di belakangnya.
Memilih cerai bukan berarti mengakhiri segalanya secara negatif justru bisa menjadi awal baru bagi kedua belah pihak untuk menemukan kebahagiaan sejati dalam hidup masing-masing tanpa terikat beban emosional dari hubungan masa lalu yang tidak lagi sehat atau harmonis.
Dalam pandangan sosial budaya Indonesia perceraian seringkali masih menjadi stigma negatif sehingga banyak pasangan merasa tertekan ketika harus menghadapi kenyataan pahit tersebut di hadapan publik ataupun keluarga besar mereka sendiri.
Namun demikian penting bagi individu-individu seperti Andhara maupun Bugi agar tetap teguh pada keyakinan diri ketika memutuskan langkah hidup selanjutnya tanpa terpengaruh pandangan orang lain terhadap pilihan-pilihan pribadinya sendiri. (*/dda)
















