BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk resmi menjalin kerja sama strategis dengan Saudia Airlines sebagai langkah memperkuat jaringan penerbangan internasional sekaligus meningkatkan konektivitas penumpang menuju berbagai destinasi di Indonesia maupun mancanegara.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi transformasi Garuda Indonesia untuk memperluas akses pasar global serta meningkatkan daya saing maskapai nasional.
Kerja sama tersebut mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari penguatan skema codeshare, perjanjian interline, hingga penjajakan pengembangan joint business.
Melalui kolaborasi ini, kedua maskapai berupaya menghadirkan layanan penerbangan yang lebih terintegrasi dan memberikan pilihan perjalanan yang lebih luas bagi para penumpang.
Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, mengatakan bahwa transformasi perusahaan tidak hanya dilakukan melalui penguatan operasional internal, tetapi juga dengan membangun kemitraan strategis bersama maskapai internasional.
Menurutnya, kerja sama dengan Saudia Airlines akan membuka peluang terciptanya arus penumpang baru, memperluas jangkauan layanan, sekaligus memperkuat posisi Garuda Indonesia di pasar penerbangan global.
“Transformasi kinerja Garuda Indonesia tidak hanya kami dorong melalui penguatan fundamental internal, tetapi juga melalui kemitraan global yang dapat memperluas akses pasar, membuka arus trafik baru, serta meningkatkan relevansi jaringan Garuda Indonesia di pasar internasional,” ujar Thomas, Rabu (29/7/2026).
Melalui kesepakatan ini, jaringan penerbangan Saudia Airlines yang mencakup kawasan Timur Tengah, Eropa, Afrika, hingga Australia akan terhubung dengan jaringan domestik Garuda Indonesia.
Sebaliknya, pelanggan Garuda Indonesia juga akan memperoleh akses yang lebih mudah menuju berbagai destinasi internasional yang dilayani Saudia Airlines.
Chief Commercial Officer Saudia, Arved von zur Muehlen, menilai kerja sama ini akan mempererat hubungan kedua maskapai sekaligus memberikan manfaat langsung bagi para penumpang.
Ia menyebut kolaborasi tersebut memungkinkan pelanggan menikmati pilihan penerbangan yang lebih fleksibel dengan konektivitas yang semakin luas.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan pilihan perjalanan yang lebih fleksibel antara Indonesia, Australia, serta jaringan Saudia di Timur Tengah, Eropa, dan Afrika,” katanya.
Selain memperluas jaringan penerbangan, Garuda Indonesia dan Saudia Airlines juga akan menjajaki pengembangan berbagai layanan terintegrasi.
Salah satunya adalah penerapan konsep co-terminal, yaitu pengaturan terminal bersama yang bertujuan mempermudah proses transit serta perpindahan penumpang antarpenerbangan.
Implementasi seluruh program tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan operasional kedua maskapai, aspek komersial, serta persetujuan dari regulator penerbangan di masing-masing negara.
Kerja sama ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya mendorong Garuda Indonesia dan Saudia Airlines membangun kemitraan lebih erat, termasuk melalui pembentukan joint venture untuk layanan penerbangan haji.
Menurut Presiden, kolaborasi tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi operasional penerbangan haji karena pesawat dapat dimanfaatkan secara optimal pada perjalanan pergi maupun pulang, sehingga tidak lagi terbang kosong pada salah satu rute.
Bagi Garuda Indonesia, kemitraan dengan Saudia Airlines diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi sebagai maskapai nasional yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Sementara bagi penumpang, kerja sama ini akan menghadirkan lebih banyak pilihan rute, koneksi penerbangan yang semakin mudah, serta layanan perjalanan yang lebih efisien menuju berbagai destinasi di Indonesia, Timur Tengah, Eropa, Afrika, hingga Australia. (*/stch/dda)
















