Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Gunung Raung Dua Kali Erupsi, Warga Diminta Waspada
Proses Ibadah Haji 2025 Jamaah Asal Kebumen Berlangsung Lancar Meski ada 5 Jamaah Dirawat di RS
Timnas Voli Putri Indonesia Siap Perebutkan Posisi Kelima AVC Nations Cup

Proses Ibadah Haji 2025 Jamaah Asal Kebumen Berlangsung Lancar Meski ada 5 Jamaah Dirawat di RS

5 jamaah haji kebumen dirawat di rs5 jamaah haji kebumen dirawat di rs

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 bagi ribuan jamaah dari Kabupaten Kebumen berlangsung dengan cukup lancar, meskipun terdapat kendala kesehatan yang sempat dihadapi beberapa jamaah. Dilaporkan, lima jamaah harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) Kabupaten Kebumen, Muhsinun, menyampaikan bahwa meskipun para jamaah tersebut sempat dirawat, kondisi mereka kini sudah stabil dan berada dalam tahap pemulihan.

“Sebagian besar jamaah sudah menyelesaikan seluruh rangkaian wajib dan rukun haji. Hanya ada sebagian kecil jamaah yang belum menyelesaikan tawaf ifadhoh karena masih dalam pemulihan, tetapi mereka sudah kembali ke tenda dan diawasi oleh tim medis,” jelas Muhsinun pada Jumat, 13 Juni 2025.

Saat ini, jamaah haji asal Kabupaten Kebumen dalam kondisi baik dan menjalankan ibadah sunnah setelah menyelesaikan rangkaian wajib haji.

“Kondisi jamaah haji dari Kebumen sangat ceria dan bersemangat setelah menyelesaikan tawaf ifadhoh yang menandai kesempurnaan ibadah haji,” tambahnya melalui pesan WhatsApp kepada media pada hari yang sama.

Muhsinun menjelaskan bahwa jamaah haji dari Kebumen merupakan kloter-kloter terakhir. Hal ini menyebabkan mereka harus menyesuaikan diri dengan cepat. Setelah kedatangan dari tanah air, mereka langsung melaksanakan Umroh Wajib, kemudian melanjutkan ke Armuzna hingga ifadhoh.

“Dalam situasi ini, jamaah haji dari Kebumen menghadapi tantangan berupa perubahan suhu dan aktivitas fisik yang cukup berat,” ungkapnya.

Selama di Mina, jamaah haji dari Kebumen yang tergabung dalam lima kloter, yaitu 91, 92, 93, 94, dan 95 SOC, ada yang memilih untuk mengambil Nafar Awal dan ada pula yang mengambil Nafar Tsani.

Tahun ini, pemerintah Arab Saudi menerapkan sistem berbasis syarikah yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun ini, satu kloter dapat terbagi dalam beberapa syarikah.

“Dalam syarikah terdapat kafilah dan maktab, yang memerlukan penyesuaian bagi petugas dan jamaah haji. Kondisi ini menambah tantangan tersendiri,” jelas Muhsinun.

Selain itu, tahun ini, pemerintah Arab Saudi memperketat akses masuk ke Masjidil Haram hingga proses Armuzna.

“Selama Armuzna, kartu nusuk jamaah haji menjadi syarat penting dalam setiap aktivitas. Setelah Armuzna, Alhamdulillah, kondisi jamaah secara umum sehat, meskipun ada yang mengalami kelelahan akibat cuaca panas dan aktivitas fisik yang berat, sehingga muncul gejala demam, flu, dan batuk,” ungkap Muhsinun.

Ia menambahkan, proses Armuzna tahun ini membawa pengalaman berbeda bagi jamaah, terutama saat perpindahan dari Muzdalifah menuju Mina yang bertepatan dengan waktu pelaksanaan shalat Idul Adha.

“Ada penutupan akses transportasi selama 4-5 jam, sehingga kebanyakan jamaah memilih berjalan kaki dari Muzdalifah ke tenda Mina,” tuturnya.

Dukungan medis yang lengkap di setiap kloter memastikan petugas selalu siap menjaga kesehatan jamaah hingga akhir masa haji. Dengan adanya tim medis yang siap siaga, para jamaah dapat melalui rangkaian ibadah dengan lebih aman dan nyaman. (fur/stch)

Berita Sebelumnya
Gunung raung dua kali erupsi

Gunung Raung Dua Kali Erupsi, Warga Diminta Waspada

Berita Selanjutnya
Indonesia melaju ke perebutan posisi kelima

Timnas Voli Putri Indonesia Siap Perebutkan Posisi Kelima AVC Nations Cup