BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Dalam langkah strategis untuk memperluas pemasaran kopi Indonesia di Korea Selatan, Perwakilan Perdagangan Republik Indonesia (Perwadag RI) di Korea Selatan telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kota Goyang.
Penandatanganan ini bertujuan untuk memanfaatkan tren peningkatan konsumsi kopi di negeri ginseng dan menjadikan kopi Indonesia sebagai pilihan utama bagi konsumen di sana.
Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan, Husodo Kuncoro Yakti, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Goyang berambisi menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat distribusi kopi nasional pada tahun 2028.
“Konsumsi kopi di Korea Selatan mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Dengan adanya pusat distribusi di Goyang, kami berharap dapat memperluas pasar kopi Indonesia secara signifikan,” terang Husodo kepada awak media pada Senin (10/11).
MoU tersebut ditandatangani oleh Husodo bersama Wali Kota Goyang, Lee Dong Hwa, pada Kamis (6/11) di Korea Selatan.
Kesepakatan ini menunjukkan dukungan penuh dari ITPC Busan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul terhadap inisiatif pembangunan pusat distribusi kopi di Goyang.
“Kami sangat antusias karena Indonesia menjadi negara pertama yang diajak bekerja sama dalam proyek ini oleh Pemerintah Kota Goyang,” tambah Husodo.
Dalam skema kerjasama ini, organisasi nirlaba Good Neighbors ditunjuk oleh Goyang Special City untuk memimpin pelaksanaan program tersebut.
Organisasi ini akan fokus pada pendampingan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia guna mendukung keberhasilan proyek ambisius ini.
Data perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan menunjukkan potensi besar bagi kerjasama ini. Pada tahun 2024, total perdagangan nonmigas antara kedua negara diproyeksikan mencapai US$ 20,13 miliar.
Dari angka tersebut, ekspor nonmigas Indonesia ke Korea Selatan tercatat senilai US$ 9,12 miliar. Sementara itu, impor nonmigas dari Korea Selatan ke Indonesia mencapai US$ 8,62 miliar.
Selama periode 2020–2024, perdagangan nonmigas antara kedua negara tumbuh rata-rata sebesar 8,84 persen per tahun.
Angka ini menjadi indikasi positif bagi ekspor kopi Indonesia yang juga mengalami kenaikan dengan rata-rata pertumbuhan 11,09 persen per tahun selama periode tersebut.
Ini mencerminkan minat yang semakin besar dari pasar Korea Selatan terhadap produk-produk asal Indonesia.
Secara lebih luas, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada aspek perdagangan semata tetapi juga mencakup pengembangan relasi bilateral yang lebih erat antara kedua negara.
Keberadaan pusat distribusi di Goyang tak hanya akan mempermudah akses kopi Indonesia ke konsumen Korea tetapi juga akan memperkuat posisi strategis Indonesia dalam peta perdagangan internasional.
Selain itu, kehadiran Good Neighbors sebagai mitra pelaksana diyakini dapat membawa dampak positif dalam upaya pengembangan kapasitas lokal yang terkait dengan industri kopi.
Pelatihan dan pendampingan yang diberikan akan meningkatkan kualitas produk serta keterampilan sumber daya manusia yang terlibat dalam proses produksi hingga distribusi.
Kerja sama ini dianggap sebagai langkah maju bagi sektor kopi Indonesia yang selama ini telah berjuang untuk mendapatkan pijakan kuat di pasar internasional.
Dengan pangsa pasar baru yang terbuka lebar di Korea Selatan melalui pusat distribusi di Goyang, prospek peningkatan nilai ekspor kopi semakin cerah.
Upaya ini sejalan dengan strategi pemerintah Indonesia untuk menggenjot sektor ekonomi kreatif dan produk unggulan lainnya agar dapat bersaing secara global.
Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan mengingat tingginya permintaan dunia saat ini.
Diharapkan pula bahwa kesepakatan ini dapat menjadi model bagi kerjasama serupa dengan negara-negara lain yang juga memiliki kultur konsumsi kopi tinggi sehingga dapat memperluas jangkauan produk-produk asal Indonesia ke berbagai belahan dunia lainnya. (*/dda)
















