Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Rekomendasi Oleh-Oleh Halal Khas Thailand
Nilai Transaksi QRIS Tap Meningkat Sampai Rp 6,29 Milyar Pertengahan Tahun 2026

Nilai Transaksi QRIS Tap Meningkat Sampai Rp 6,29 Milyar Pertengahan Tahun 2026

Mudahnya QRIS TAPMudahnya QRIS TAP

BANYUMASEKSPRES.ID, Penggunaan QRIS Tap atau sistem pembayaran berbasis Near Field Communication (NFC) menunjukkan tren pertumbuhan yang positif di Indonesia.

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa nilai transaksi QRIS Tap telah mencapai Rp6,29 miliar hingga pertengahan 2026.

Hal ini seiring semakin luasnya implementasi layanan tersebut di sektor transportasi, ritel, hingga berbagai layanan publik.

Perkembangan QRIS Tap menjadi salah satu indikator penting dalam transformasi sistem pembayaran digital di Indonesia.

Dukungan dari perbankan, penyedia jasa pembayaran, serta bertambahnya jumlah merchant diyakini akan mendorong penggunaan metode pembayaran nirsentuh (contactless) dalam beberapa waktu ke depan.

Selain menawarkan transaksi yang lebih cepat, QRIS Tap juga diharapkan dapat memperluas ekosistem pembayaran digital nasional.

Masifnya Penggunaan QRIS Tap

Hal ini sekaligus mendukung target Bank Indonesia dalam meningkatkan penggunaan QRIS secara menyeluruh.

Nilai Transaksi QRIS Tap Terus Bertambah

Bank Indonesia mencatat pertumbuhan QRIS Tap terus bergerak positif sejak mulai diperkenalkan kepada masyarakat. Hingga Mei 2026, total nilai transaksi yang tercatat telah mencapai Rp6,29 miliar.

Sebelumnya, penggunaan QRIS secara keseluruhan juga sudah mencapai di angka Rp 4,3 T dengan dominasi penggunaan oleh turis asing.

Menurut BI, peningkatan tersebut didorong oleh semakin luasnya implementasi QRIS Tap di berbagai sektor serta meningkatnya minat masyarakat terhadap metode pembayaran digital yang praktis.

QRIS Tap memungkinkan pengguna melakukan pembayaran dengan mendekatkan perangkat yang mendukung teknologi NFC ke mesin pembaca, tanpa perlu memindai kode QR.

Metode ini dinilai mampu mempercepat proses pembayaran, terutama pada lokasi yang membutuhkan transaksi dalam waktu singkat, seperti transportasi umum maupun area ritel.

Tantangan Adopsi QRIS Tap Masih Ada

Meski menunjukkan pertumbuhan positif, Bank Indonesia menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi agar adopsi QRIS Tap semakin luas.

Salah satunya adalah perubahan kebiasaan masyarakat. Sebagian besar pengguna masih terbiasa melakukan pembayaran menggunakan QRIS dengan cara memindai kode QR ataupun memakai kartu uang elektronik.

Karena itu, diperlukan edukasi dan peningkatan literasi agar masyarakat mulai beralih memanfaatkan teknologi NFC yang menawarkan proses pembayaran lebih cepat.

Selain faktor perilaku pengguna, kesiapan infrastruktur juga menjadi perhatian. Jumlah perangkat pembayaran atau acceptance device perlu terus diperluas agar layanan QRIS Tap dapat digunakan di lebih banyak lokasi.

Sudah Digunakan di Berbagai Moda Transportasi

Implementasi QRIS Tap kini tidak hanya terbatas pada sektor ritel. Teknologi ini juga telah dimanfaatkan pada berbagai layanan transportasi publik.

Di kawasan Jabodetabek, QRIS Tap telah mendukung transaksi pada lima moda transportasi utama, yaitu KRL Commuter Line, TransJakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan LRT Jabodebek.

Sistem tersebut mendukung mekanisme tap in–tap out maupun single tap, sehingga proses pembayaran tiket menjadi lebih praktis.

Selain di Jabodetabek, implementasi QRIS Tap juga telah diperluas ke berbagai layanan transportasi daerah di sejumlah provinsi di Indonesia.

Jutaan Merchant Sudah Mendukung QRIS Tap

Di luar sektor transportasi, penggunaan QRIS Tap juga terus diperluas ke berbagai merchant ritel. Layanan ini telah tersedia di restoran, hotel, rumah sakit, area parkir.

Bahkan hingga berbagai pusat perbelanjaan yang menggunakan mesin EDC maupun perangkat pembayaran digital yang telah mendukung teknologi tersebut.

Bank Indonesia mencatat lebih dari 3,2 juta merchant telah dapat menerima pembayaran menggunakan QRIS Tap.

Bertambahnya jumlah merchant diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mempercepat adopsi pembayaran digital berbasis NFC.

BI Targetkan Penggunaan Terus Meningkat

Bank Indonesia memperkirakan tren penggunaan QRIS Tap akan terus mengalami peningkatan hingga akhir tahun.

Optimisme tersebut didorong oleh semakin banyaknya merchant yang bergabung, perluasan layanan transportasi, serta pengembangan berbagai skenario penggunaan baru.

Ke depan, QRIS Tap juga diproyeksikan dapat dimanfaatkan untuk pembayaran parkir, retribusi daerah, hingga berbagai layanan publik lain yang membutuhkan transaksi cepat, praktis, dan terdokumentasi secara digital.

Langkah tersebut menjadi bagian dari target besar pengembangan QRIS nasional yang mencakup peningkatan jumlah transaksi, merchant, pengguna, serta perluasan implementasi pembayaran lintas negara.

Pengguna iPhone Masih Belum Bisa Mengakses QRIS Tap

Meski implementasi QRIS Tap terus berkembang, layanan ini hingga kini masih belum dapat digunakan secara optimal oleh pengguna perangkat iPhone.

Hal tersebut berkaitan dengan kebijakan Apple yang membatasi akses teknologi NFC untuk transaksi pembayaran hanya melalui layanan Apple Pay.

Sementara itu, Apple Pay hingga saat ini belum tersedia secara resmi sebagai penyedia jasa pembayaran di Indonesia maupun belum bekerja sama dengan penyedia jasa pembayaran yang telah memperoleh izin dari Bank Indonesia.

Meski demikian, Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) melakukan komunikasi dengan pihak Apple agar implementasi QRIS Tap diperluas ke perangkat berbasis iOS pada masa mendatang.

Berpotensi Mendorong Transformasi Pembayaran Digital

QRIS Tap dinilai menjadi salah satu inovasi penting dalam perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia.

Dengan proses transaksi yang lebih cepat dan praktis dibandingkan metode pemindaian QR konvensional, layanan ini berpotensi meningkatkan efisiensi pembayaran di berbagai sektor.

Apabila dukungan infrastruktur terus diperluas dan edukasi kepada masyarakat semakin masif, penggunaan QRIS Tap diperkirakan akan terus meningkat.

Hal tersebut sekaligus memperkuat upaya Bank Indonesia dalam mempercepat transformasi ekonomi digital serta memperluas inklusi keuangan di Tanah Air. (*/nds)

Berita Sebelumnya
Simak Oleh Oleh Khas Thailand

Rekomendasi Oleh-Oleh Halal Khas Thailand