Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Progres Pembangunan Huntap dan Huntara Cilacap Capai 40 Persen, BPBD Tunggu Kajian PVMBG

Tunggu Hasil Kajian PVMBGTunggu Hasil Kajian PVMBG
PEMBANGUNAN : Proses pembangunan Huntara dan Huntap yang diperuntukkan bagi korban longsor Cibeunying Kecamatan Majenang

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Cilacap saat ini sedang berjalan dengan baik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Taryo, mengungkapkan bahwa pembersihan lahan untuk pembangunan Huntap telah mencapai 40 persen.

Sebagai langkah awal, dua sampel bangunan—masing-masing satu unit Huntap dan satu unit Huntara—telah didirikan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat yang terdampak bencana longsor Cibeunying beberapa waktu lalu.

Taryo menjelaskan bahwa jumlah unit hunian yang akan dibangun masih menunggu finalisasi dari kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Sampel bangunan sudah terpasang dan area Huntap sudah dibersihkan 40 persen. Namun jumlah unit masih menunggu rekomendasi teknis PVMBG agar sesuai standar keselamatan,” ujarnya dalam wawancara pada Rabu (3/12).

Dalam tahap awal pembangunan ini, pasokan listrik sementara diperoleh dari kantor pos Damkar setempat.

“Suplai energi listrik ini penting untuk mempercepat pengerjaan konstruksi dan penataan kawasan,” jelas Taryo, menyoroti pentingnya energi listrik untuk mendukung aktivitas di lapangan sambil menunggu jaringan permanen tersedia.

Luas lahan yang disiapkan untuk Huntap mencapai 37.852 meter persegi. Dengan penataan blok hunian yang sudah dirancang, pembangunan akan segera dimulai setelah seluruh area dinyatakan siap.

“Sambil menunggu hasil kajian dari PVMBG, nanti kalau kajian sudah keluar pembangunan akan segera diselesaikan,” imbuhnya.

BPBD telah mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi agar progres pembangunan Huntara tidak terhambat.

Beberapa di antaranya termasuk instalasi pipanisasi air bersih, jaringan listrik permanen, penguatan keamanan lingkungan sekitar, percepatan pematangan lahan, serta penanganan sampah dan limbah perumahan.

Selain itu, penyediaan fasilitas penting seperti toilet portable serta piket Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk pengawasan lapangan menjadi prioritas.

“Beberapa kebutuhan ini sifatnya mendesak agar pekerjaan di lapangan tidak terhambat. Kami sudah berkoordinasi dengan OPD terkait untuk mempercepat pemenuhan fasilitas pendukung,” pungkas Taryo.

Pembangunan Huntara dan Huntap ini diperuntukkan bagi korban longsor di Cibeunying Kecamatan Majenang.

Dengan adanya koordinasi antara BPBD dan OPD terkait, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh warga terdampak.

Pembangunan ini bukan hanya sekedar tanggung jawab pemerintah daerah tetapi juga memerlukan dukungan berbagai pihak termasuk masyarakat setempat.

Kolaborasi dan sinergi antara semua pihak akan menjadi kunci sukses dalam menyelesaikan proyek ini tepat waktu serta memastikan bahwa hunian yang dibangun benar-benar aman dan nyaman bagi para penghuninya.

Taryo menekankan bahwa meskipun banyak tantangan yang dihadapi dalam proses pembangunan ini, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasinya.

Dengan komitmen kuat dari semua pihak, dia optimis bahwa proyek ini akan memberi manfaat besar bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Cilacap.

Proses pembangunan Huntara dan Huntap ini menggambarkan pentingnya perencanaan matang serta eksekusi yang efektif dalam menghadapi situasi darurat seperti bencana alam.

Melalui inisiatif ini, pemerintah daerah berharap dapat memberikan solusi jangka panjang bagi para korban bencana sehingga mereka dapat membangun kembali kehidupan mereka dengan lebih baik.(jul/dda)

Berita Sebelumnya
Kantor Ethos Terbakar, 90 Karyawan Selamat

Korsleting Listrik Diduga Sebabkan Kebakaran Kantor Ethos Purwokerto, 90 Karyawan Berhasil Selamat

Berita Selanjutnya
DLH Fokus Penataan Pengelolaan Sampah

DLH Fokus Penataan Pengelolaan Sampah untuk Kejar Penilaian Adipura 2025