Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Rizky Ananda Putra Jadi Pelajar Purbalingga Pertama Lolos Akmil Jalur Akselerasi

Tak Perlu Lanjutkan Sekolah di Kelas XIITak Perlu Lanjutkan Sekolah di Kelas XII
LANGKAH BARU: Rizky Ananda Putra merayakan keberhasilannya lolos seleksi Akmil 2026 bersama kedua orang tua dan adiknya

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Usianya baru 17 tahun. Ketika sebagian besar teman seusianya masih bersiap menjalani tahun terakhir di bangku SMA, Rizky Ananda Putra justru sudah mengenakan seragam taruna dan memulai pendidikan di Akademi Militer (Akmil).

Pelajar kelahiran Purbalingga, 27 Februari 2009, tersebut menjadi salah satu siswa yang berhasil lolos seleksi Akmil melalui jalur akselerasi.

Jalur tersebut mulai dibuka pada 2026 bagi siswa SMA Taruna Nusantara yang baru naik ke kelas 12.

Bagi Rizky, keberhasilan tersebut membuat perjalanan pendidikannya berlangsung lebih cepat dibandingkan siswa SMA pada umumnya.

Setelah dinyatakan lolos seleksi Akmil, pendidikan SMA-nya langsung dinyatakan selesai sehingga ia tidak perlu menjalani pembelajaran kelas 12 seperti biasanya.

“Pendidikan Rizky di SMA Taruna Nusantara langsung dinyatakan tamat setelah menempuh pendidikan selama dua tahun,” ungkap ibunya, Merry Christine Tarigan, saat ditemui di kantornya, Selasa (11/8/2026).

Kelulusan dari SMA bukan menjadi akhir perjalanan pendidikan Rizky. Setelah dinyatakan lolos seleksi pada 30 Juli 2026, ia langsung mengikuti pendidikan Candradimuka sebagai calon taruna Akmil.

Rizky menjadi bagian dari angkatan pertama yang mengikuti pendidikan Akmil melalui jalur akselerasi.

Secara keseluruhan, sebanyak 152 siswa kelas 12 dinyatakan berhasil lolos melalui jalur tersebut.

“Jadi sebelum lulus SMA, anak saya sudah diterima dan menjalani pendidikan di Akmil. Anak saya merupakan angkatan pertama Akmil melalui jalur akselerasi,” tutur Merry.

Meski disebut jalur akselerasi, proses yang dilalui Rizky bukanlah jalan pintas. Ia tetap harus mengikuti rangkaian seleksi dengan standar tinggi.

Berbagai aspek menjadi bagian dari penilaian, mulai dari kemampuan akademik, IQ, kondisi jasmani, psikologi, mental ideologi hingga kesamaptaan.

Rizky menjalani seluruh tahapan seleksi Panitia Khusus (Pansus) yang berlangsung pada Juni 2026. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi peserta adalah memiliki nilai IQ di atas 120.

Selain itu, peserta tetap diwajibkan memenuhi standar penerimaan calon taruna Akmil.

Keberhasilan Rizky menjadi cerita tersendiri bagi keluarganya. Sebab, menjadi tentara sebenarnya bukanlah cita-cita yang ia miliki sejak kecil.

Ketika masih anak-anak, Rizky justru memiliki impian untuk menjadi atlet sepak bola profesional.

“Saat kecil, dia justru bercita-cita menjadi atlet sepakbola profesional,” ujar Merry.

Perjalanan Rizky menuju Akmil dimulai ketika ia berhasil diterima di SMA Taruna Nusantara Magelang.

Ia menjadi satu-satunya pelajar asal Purbalingga di angkatan 35 yang berhasil mengikuti jalur akselerasi tersebut.

Menariknya, pendidikan Rizky di SMA Taruna Nusantara juga ditempuh melalui beasiswa penuh.

Kesempatan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya hingga akhirnya ia berhasil melangkah ke Akmil.

Selama menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara, Rizky tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sekolah dan organisasi siswa.

Sejak awal masuk sekolah, Rizky dipercaya menjadi salah satu pengurus OSIS.

Kepercayaan tersebut terus berkembang hingga ia akhirnya dipercaya menjabat sebagai Ketua OSIS 1.

Prestasi akademiknya juga cukup menonjol. Salah satu pencapaiannya adalah meraih medali emas dalam Bali International Science Fair (BISF) 2026.

Berbagai pengalaman tersebut kini menjadi bekal bagi Rizky untuk menjalani kehidupan barunya sebagai taruna Akmil.

Dari seorang siswa penerima beasiswa di SMA Taruna Nusantara, ia kemudian melangkah lebih cepat menuju pendidikan militer.

Perjalanan tersebut juga menunjukkan bahwa keberhasilan seseorang tidak selalu harus berawal dari cita-cita yang telah ditentukan sejak kecil.

Rizky yang dahulu bercita-cita menjadi atlet sepak bola justru menemukan kesempatan baru yang membawanya menuju dunia militer.

Bagi keluarga, keberhasilan Rizky bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi.

Capaian tersebut juga diharapkan dapat memberikan motivasi bagi pelajar lain di Kabupaten Purbalingga untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani mengambil kesempatan pendidikan yang tersedia.

“Semoga keberhasilan ini bisa menjadi motivasi bagi pelajar lainnya di Kabupaten Purbalingga,” harap Merry.

Kisah Rizky menjadi semakin istimewa karena ia tidak sekadar berhasil lolos seleksi Akmil.

Ia juga menjadi bagian dari babak awal penerapan jalur akselerasi dalam penerimaan taruna Akmil.

Ketika teman-teman seusianya masih menjalani tahun terakhir pendidikan SMA, Rizky sudah memasuki fase baru sebagai taruna.

Perbedaan tahapan tersebut membuat perjalanan pendidikannya berlangsung lebih singkat, tetapi tetap melalui proses seleksi yang ketat.

Bagi Rizky dan keluarganya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang tidak terduga.

Cita-cita masa kecil sebagai atlet sepak bola akhirnya berubah menjadi perjalanan menuju dunia militer setelah ia mendapatkan kesempatan pendidikan di SMA Taruna Nusantara.

Kini, tantangan baru menanti Rizky di Akademi Militer. Pendidikan Candradimuka menjadi tahap awal sebelum ia menjalani rangkaian pendidikan sebagai taruna.

Perjalanan Rizky dari Purbalingga, kemudian mendapatkan beasiswa di SMA Taruna Nusantara hingga akhirnya lolos Akmil melalui jalur akselerasi, menjadi kisah yang menunjukkan pentingnya prestasi, kedisiplinan, dan keberanian mengambil peluang.

Di usia 17 tahun, ketika banyak remaja masih mempersiapkan diri menuju kelulusan SMA, Rizky telah memulai babak baru dalam kehidupannya.

Ia menjadi salah satu generasi pertama yang merasakan jalur akselerasi menuju Akmil sekaligus membawa nama Purbalingga dalam perjalanan tersebut.

Berita Sebelumnya
Idap Bipolar

Poppy Sovia Cerita Didiagnosis Bipolar Tipe 1, Anak Jadi Alasan untuk Terus Bertahan

Berita Selanjutnya
Penyebab Musim Kemarau Masih Datangkan Hujan

Waspada Kekeringan, BMKG Prediksi Durasi Kemarau 2026