BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap tahun ini berkomitmen untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah perkotaan.
Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah melakukan normalisasi Sungai Kaliyasa, sebuah upaya strategis untuk mengurangi risiko banjir yang sering terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Banjir rob, di mana air laut meluap ke permukiman, semakin memperburuk situasi ini dan menambah tantangan bagi penduduk setempat.
Menurut Kepala PSDA Kabupaten Cilacap, Bambang Tujiatno, fenomena banjir di wilayah kota sangat dipengaruhi oleh tingginya curah hujan, sistem drainase yang belum optimal, serta pasang air laut yang sering kali bersamaan dengan intensitas hujan tinggi.
“Kalau hujan deras bersamaan dengan rob, air sulit mengalir sehingga terjadi genangan,” ujarnya pada Selasa (20/1).
Dalam upaya mengatasi masalah tersebut, Pemkab Cilacap juga akan membangun kolam retensi di beberapa titik wilayah perkotaan sebagai penampung air sementara.
“Alhamdulillah, tahun ini kita dapat anggaran dari APBN untuk melakukan normalisasi Sungai Kaliyasa yang melintasi wilayah perkotaan. Kemudian kita juga usulkan pembangunan kolam retensi sebanyak 3 titik,” lanjut Bambang.
Selain itu, rencana pembangunan tiga embung juga tengah digodok. Ketiga embung tersebut direncanakan dibangun di wilayah Sikampuh, Kedawung, dan Mujur, tepatnya di sekitar utara SPBU Kedawung.
Namun demikian, Bambang menilai bahwa langkah-langkah tersebut belum sepenuhnya cukup untuk mengatasi seluruh persoalan banjir dan infrastruktur air di Cilacap secara keseluruhan.
Untuk itu, Pemkab Cilacap mendorong adanya kerja sama lintas sektor dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta pemerintah pusat dan pihak terkait lainnya guna mendapatkan tambahan dukungan anggaran dan sumber daya.
“Kerja sama lintas sektor diperlukan agar perbaikan irigasi dan drainase bisa terus dilakukan serta untuk menjaga keselamatan masyarakat,” tambahnya dengan penuh harap.
Langkah-langkah ini tidak hanya penting untuk jangka pendek tetapi juga krusial dalam membentuk strategi jangka panjang guna memastikan keamanan dan kenyamanan penduduk Cilacap dari ancaman banjir yang kian meningkat akibat perubahan iklim dan urbanisasi.
Melalui koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait, diharapkan masalah banjir dapat ditanggulangi secara berkelanjutan.
Normalisasi Sungai Kaliyasa sendiri merupakan salah satu dari sekian banyak proyek yang dirancang untuk memperbaiki kapasitas aliran sungai agar mampu menampung volume air lebih besar saat hujan lebat mengguyur.
Dengan kondisi geografis Cilacap yang terletak dekat dengan pesisir pantai selatan Jawa, permasalahan banjir rob memang menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah setempat.
Di sisi lain, pembangunan kolam retensi diharapkan menjadi solusi efektif dalam mengelola limpasan air hujan yang tidak tertampung oleh sistem drainase eksisting.
Kolam retensi ini akan berfungsi sebagai penampung sementara sebelum air dialirkan kembali ke sungai atau laut setelah debit air surut.
Hal ini penting agar permukiman warga tidak lagi terancam oleh genangan air yang dapat merusak infrastruktur dan kesehatan lingkungan.
Meski demikian, tantangan dalam merealisasikan semua rencana tersebut cukup besar.
Selain membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, diperlukan pula komitmen bersama dari seluruh pihak terkait termasuk masyarakat setempat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung program-program pemerintah dalam rangka mitigasi bencana banjir. (jul/dda)
















