BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Aktris muda Natasha Wilona akhirnya buka suara soal pertanyaan publik yang kerap menghampirinya: mengapa ia belum menikah meski telah memasuki usia 26 tahun.
Pemain utama film Argantara ini menanggapi dengan tenang, menyampaikan bahwa jodoh dan pernikahan bukan hal yang bisa dipaksakan. Menurutnya, semua memiliki waktu yang telah ditetapkan, dan ia memilih percaya pada rencana terbaik dari Tuhan.
“Banyak yang nanya, ‘Kenapa belum nikah?’ Tapi menurut aku, waktu Tuhan adalah yang terbaik. Kalau memang belum menikah, berarti belum dikasih yang terbaik,” ujar Wilona dalam pernyataan yang mencerminkan sikap dewasa dan penuh keyakinan.
Di tengah tekanan sosial yang sering kali mendesak perempuan untuk menikah di usia tertentu, Wilona justru menegaskan bahwa ia tengah fokus memperbaiki diri. Bagi Wilona, menjadi versi terbaik dari diri sendiri adalah proses penting sebelum menjalani kehidupan rumah tangga.
“Aku juga sedang mencari versi terbaik dari diri aku. Kalau aku sudah jadi yang terbaik untuk diri sendiri, maka aku juga bisa jadi yang terbaik untuk pasangan,” katanya.
Aktris kelahiran 1998 ini juga menolak anggapan bahwa menjadi selektif dalam memilih pasangan adalah hal yang berlebihan. Sebaliknya, ia memandang selektivitas sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masa depan yang ingin ia bangun bersama pasangan kelak.
“Menurut aku, semua perempuan wajib selektif. Karena itu menyangkut masa depan, menyangkut kehidupan anak-anak yang nanti kita besarkan,” ujar Wilona mantap.
Pandangan Wilona mencerminkan kedewasaan emosional sekaligus kesadaran bahwa pernikahan bukan sekadar mengikuti arus atau memenuhi ekspektasi orang lain. Ia memegang prinsip bahwa rumah tangga yang sehat dimulai dari pilihan yang tepat dan penuh pertimbangan.
Soal kriteria pasangan hidup, Wilona menyebut bahwa ia menyukai pria yang memiliki nilai spiritual dan kedekatan emosional, baik dengannya maupun dengan keluarga.
“Simpel saja. Dia harus bisa sayang sama aku, sama mamaku, takut sama Tuhan, punya pegangan hidup, dan bisa support aku,” tuturnya dengan nada tenang namun penuh makna.
Pernyataan Wilona ini memberi gambaran yang jelas bahwa ia tidak tergoda oleh euforia publik figur lainnya yang tengah ramai menikah. Sebaliknya, ia memilih tetap teguh pada jalur yang diyakininya benar, menunggu waktu terbaik dengan keyakinan penuh pada proses.
Dalam era media sosial yang kerap menilai kebahagiaan dari status pernikahan atau usia, Wilona muncul sebagai sosok yang memberi perspektif berbeda: bahwa bahagia itu bisa dimulai dari ketegasan menjaga nilai diri dan menghargai waktu.
Ketika banyak orang tergesa, Wilona justru memberi pesan bahwa mencintai diri dan menunggu seseorang yang bisa menghargai prinsip hidup adalah bentuk cinta yang paling matang. Sebuah pesan yang menguatkan, terutama bagi perempuan muda yang sering merasa tertekan dengan pertanyaan serupa.
Melalui sikapnya, Natasha Wilona membuktikan bahwa kedewasaan tak diukur dari status, tapi dari kemampuan memahami diri sendiri dan keberanian untuk hidup sesuai dengan nilai yang diyakini. (*stch)
















