Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tebing 10 Meter Timpa Rumah Warga Desa Donorojo Kebumen

Tebing Longsor Rusak Rumah Warga DonorojoTebing Longsor Rusak Rumah Warga Donorojo
LONGSOR: Tebing longsor menimpa salah satu rumah warga di Desa Donorojo Kecamatan Sempor, Rabu (31/12)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pada saat yang seharusnya menjadi momen perayaan pergantian tahun, Sakem (67), warga Desa Donorojo Kecamatan Sempor, mengalami musibah yang tak terduga.

Di penghujung tahun 2025, tepatnya pada dini hari Rabu (31/12) sekitar pukul 01.30 WIB, rumahnya diterjang longsor setelah hujan deras yang disertai angin kencang mengguyur wilayah Kecamatan Sempor sejak Selasa sore hingga malam hari.

Hujan tersebut memicu longsoran tanah dari tebing setinggi 10 meter yang berada di samping rumah Sakem, tepat di Dukuh Kalikumbang RT 4 RW 4, Desa Donorojo.

Longsoran itu menyebabkan kerusakan ringan berupa retakan pada beberapa bagian tembok rumah.

Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas tinggi membuat tanah yang labil tidak mampu menahan resapan air sehingga mengakibatkan tebing tersebut longsor.

“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tanah yang labil tidak mampu menahan resapan air, sehingga tebing di samping rumah warga mengalami longsor,” kata Kompol Faris pada Kamis (1/1).

Menindaklanjuti laporan dari perangkat Desa Donorojo, petugas Polsek Sempor segera menuju lokasi kejadian.

Di tempat kejadian, Wakapolres mengimbau warga sekitar untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Kebumen, aparat kepolisian turut menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga Sakem sebagai bentuk penanganan darurat.

Bantuan ini mencakup kebutuhan pokok serta perlengkapan lainnya untuk meringankan beban keluarga korban sambil menunggu upaya pemulihan lebih lanjut.

Selain itu, demi meminimalkan risiko longsor susulan, petugas juga memasang terpal di area longsoran sebagai langkah preventif sementara.

“Kecamatan Sempor merupakan wilayah rawan tanah longsor karena kondisi tanahnya yang labil dan bertebing. Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan,” ujar Kompol Faris.

Kondisi geografis Kecamatan Sempor memang dikenal rawan tanah longsor akibat topografinya yang berbukit dan jenis tanahnya yang mudah tergerus air.

Setiap kali hujan lebat mengguyur daerah ini, kekhawatiran akan bencana alam seperti tanah longsor selalu membayangi para penduduk setempat.

Penting bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam seperti ini.

Edukasi mengenai langkah-langkah mitigasi risiko tanah longsor perlu terus digalakkan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait agar masyarakat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi situasi darurat.

Di sisi lain, upaya reboisasi atau penanaman pohon di area-area kritis dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk menangkal terjadinya longsor.

Akar-akar pohon berperan penting dalam menjaga kestabilan tanah sehingga dapat mengurangi risiko erosi saat musim hujan tiba.

Kejadian seperti ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya perawatan lingkungan dan kesadaran akan bahaya bencana alam akibat perubahan iklim serta kerusakan ekosistem.

Kerja sama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap ancaman bencana.

Para pemangku kepentingan juga harus mempertimbangkan pembangunan infrastruktur penahan longsor serta sistem drainase yang baik guna mengurangi dampak bencana serupa di masa depan.

Dengan adanya langkah-langkah pencegahan yang tepat dan efektif, risiko bencana dapat diminimalisasi sekaligus memberikan rasa aman bagi penduduk sekitar.

Kepedulian bersama dalam merawat lingkungan serta kesiapsiagaan menghadapi bencana adalah kunci utama dalam mewujudkan komunitas yang lebih kuat dan bertahan terhadap segala tantangan alamiah yang mungkin terjadi.

Saat ini, merupakan momen kritis untuk mengevaluasi kembali strategi-strategi mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak lagi membawa dampak buruk bagi masyarakat. (cah/dda)

Berita Sebelumnya
Pemerintah memberi sinyal bahwa pencairan THR ASN akan dimulai pada awal Ramadan.

BLT Kesra Januari 2026 Belum Diputuskan, Ini Update Resmi Pencairannya 

Berita Selanjutnya
600 Huntara Aceh Tamiang Siap Diserahkan

Korban Banjir Aceh Tamiang Segera Tempati 600 Hunian Sementara