BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kerusakan drainase di ruas jalan kabupaten wilayah Kota Sumpiuh, Banyumas, mulai mengganggu aktivitas warga.
Selain dipenuhi timbunan sedimen dan sampah, sejumlah bagian drainase di kawasan protokol, terutama sekitar Kauman, mengalami kerusakan sehingga aliran air tidak berjalan optimal dan memicu genangan.
Kondisi drainase Sumpiuh rusak tersebut menjadi perhatian warga karena genangan yang muncul tidak hanya membuat lingkungan terlihat kotor, tetapi juga mengganggu mobilitas masyarakat.
Kerusakan drainase terjadi pada beberapa bagian, mulai dari sisi bawah, kiri hingga bagian atas saluran.
Ketua RT 2 RW 2 Kelurahan Sumpiuh, Fatahudin Budiantoro, mengatakan kerusakan pada drainase sudah cukup terlihat.
Bagian konstruksi saluran banyak yang terkelupas sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar menuju saluran berikutnya.
“Air tidak bisa mengalir lancar dan menimbulkan genangan kotor,” kata Fatahudin, Selasa (11/8/2026).
Menurut Fatahudin, kerusakan drainase tersebut bukan persoalan baru. Kondisi itu telah berlangsung sekitar satu tahun dan hingga kini masih membutuhkan penanganan agar kerusakan tidak semakin parah.
Selain menyebabkan genangan, kondisi drainase yang rusak juga berpengaruh terhadap kebersihan lingkungan di sekitar jalan.
Air yang tertahan bercampur dengan sampah dan limbah sehingga menimbulkan kondisi yang kurang nyaman bagi warga maupun pengguna jalan.
Kepala Unit Pengelola Kebersihan dan Pertamanan (UPKP) Wilayah Sumpiuh DLH Kabupaten Banyumas, Titien Isnaeni, mengatakan persoalan drainase juga berdampak terhadap aktivitas kendaraan di sekitar lokasi.
Ruang gerak kendaraan menjadi lebih terbatas, terutama bagi masyarakat yang hendak berhenti atau parkir di sekitar ruas jalan tersebut.
“Volume sampah di lokasi juga jadi banyak dan volume genangan limbah bertambah serta menimbulkan bau,” kata Titien.
Timbunan sampah dan genangan menjadi persoalan tambahan yang harus ditangani.
Jika tidak segera diperbaiki, kondisi tersebut berpotensi membuat lingkungan sekitar drainase semakin tidak nyaman.
Apalagi lokasi berada di ruas jalan protokol yang digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
Persoalan drainase di Banyumas tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui kolaborasi sejumlah pihak.
UPKP Wilayah Sumpiuh, Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum (UPTD PU) Wilayah Sumpiuh, dan pengurus RT setempat bekerja sama menangani sejumlah titik saluran yang mengalami kerusakan.
Penanganan tidak hanya diarahkan untuk membersihkan saluran, tetapi juga memperbaiki bagian konstruksi drainase yang rusak.
Sejumlah material disiapkan untuk mendukung proses pengecoran pada titik-titik yang membutuhkan perbaikan.
Perbaikan drainase diharapkan dapat mengembalikan fungsi saluran sehingga air dapat mengalir lebih lancar.
Dengan demikian, genangan yang selama ini muncul di sekitar kawasan Kauman dapat dikurangi dan tidak lagi mengganggu aktivitas warga.
Penanganan tersebut juga penting untuk menjaga kondisi jalan kabupaten di Kota Sumpiuh.
Drainase yang berfungsi baik dapat membantu mengurangi air yang menggenang di sekitar badan jalan, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Bagi masyarakat, perbaikan drainase Sumpiuh menjadi kebutuhan penting karena persoalan tersebut berkaitan langsung dengan kenyamanan, kebersihan, dan kelancaran mobilitas.
Warga berharap perbaikan tidak hanya dilakukan pada titik yang terlihat rusak, tetapi juga diikuti pemeliharaan rutin agar saluran tidak kembali dipenuhi sedimen dan sampah.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, petugas kebersihan, UPTD PU, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi persoalan tersebut.
Dengan perbaikan konstruksi dan pengelolaan kebersihan yang lebih rutin, fungsi drainase di jalan protokol Sumpiuh diharapkan kembali optimal.(fij/stch/dda)














