BANYUMASEKSPRES.ID, Yogyakarta mencatat Hari Tanpa Hujan (HTH) terpanjang di Indonesia pada pemutakhiran BMKG per 30 Juli 2026. Durasi terlama mencapai 90 hari dan tercatat di Pos Hujan BPP Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY.
Catatan tersebut tidak berarti seluruh wilayah Jogja tidak mengalami hujan selama 90 hari. HTH merupakan data dari titik pengamatan tertentu sehingga kondisi antarwilayah dapat berbeda.
Selain DIY, kekeringan panjang terjadi di sejumlah wilayah Jawa dan Nusa Tenggara. BMKG mencatat 1.657 titik mengalami HTH 31–60 hari, sedangkan 306 titik lainnya mengalami HTH lebih dari 60 hari.
Berikut delapan wilayah dengan catatan Hari Tanpa Hujan terlama berdasarkan pemutakhiran BMKG yang menjadi perhatian pada Agustus 2026.
1. Daerah Istimewa Yogyakarta — 90 Hari
DIY berada di posisi pertama dengan HTH mencapai 90 hari di sejumlah titik Kabupaten Bantul. Wilayah tersebut meliputi Pajangan, Pundong, Bantul, Jetis, Imogiri, Bambanglipuro, Pundak, dan Sanden.
Gunungkidul juga mengalami periode kering panjang dengan HTH hingga 74 hari di Rongkop. Sementara itu, Kulon Progo mencatat HTH hingga 67 hari.
Bantul dan Gunungkidul telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan 2026. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap ketersediaan air mulai menjadi perhatian serius.
2. Jawa Tengah — 89 Hari
Jawa Tengah menempati posisi kedua dengan HTH terlama mencapai 89 hari. Catatan tersebut terdapat di Masaran, Kelawung, dan Kedawung, Kabupaten Sragen.
Wonogiri mencatat HTH hingga 88 hari di sejumlah kecamatan. Klaten mencapai 76 hari, sedangkan Blora dan Magelang masing-masing mencapai 69 hari.
Cilacap, Demak, Grobogan, Purworejo, dan Jepara juga mencatat HTH hingga 67 hari. Kondisi ini menunjukkan kemarau panjang tersebar di berbagai daerah Jawa Tengah.
3. Jawa Timur — 88 Hari
Jawa Timur berada di urutan ketiga dengan HTH maksimum 88 hari. Catatan tersebut ditemukan di sejumlah titik Kabupaten Madiun dan Magetan.
Malang mencatat HTH hingga 77 hari, sedangkan Kediri dan Jember mencapai 75 hari. Ngawi, Blitar, dan Lumajang mencapai 74 hari, sementara Bojonegoro dan Pacitan mencapai 72 hari.
4. Nusa Tenggara Timur — 77 Hari
Nusa Tenggara Timur mencatat HTH terlama selama 77 hari. Catatan tersebut terdapat di Kota Kupang, termasuk Kota Raja, Oebobo, Kelapa Lima, Maulafa, dan Alak.
Lembata dan Sumba Timur mencatat HTH hingga 74 hari. Ngada dan Belu masing-masing mencapai 73 hari.
5. Nusa Tenggara Barat — 74 Hari
Nusa Tenggara Barat berada di posisi kelima dengan HTH hingga 74 hari. Kabupaten Bima, khususnya Belo dan Madapangga, menjadi salah satu wilayah dengan periode kering terpanjang.
Lombok Timur juga mengalami HTH panjang hingga 73 hari. Wilayah tersebut meliputi Suela, Labuhan Haji, Pringgabaya, Sukamulia, dan Wanasaba.
6. Bali — 72 Hari
Bali mencatat Hari Tanpa Hujan terlama hingga 72 hari. Kondisi ini membuat Bali turut menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.
7. Jawa Barat — 67 Hari
Jawa Barat mencatat HTH terlama hingga 67 hari. Wilayah terdampak antara lain Bandung, Cianjur, Garut, Karawang, Majalengka, Purwakarta, dan Sumedang.
Cirebon bahkan mencatat HTH hingga 69 hari pada sejumlah titik. Indramayu mengalami periode tanpa hujan hingga 65 hari.
8. Banten — 67 Hari
Banten melengkapi daftar dengan HTH terlama mencapai 67 hari. Kabupaten Serang menjadi salah satu wilayah dengan periode kering panjang, sedangkan Lebak mencapai 66 hari dan Kota Serang 62 hari.
BMKG menyebut kondisi atmosfer turut mendukung berlanjutnya cuaca kering di Indonesia. Pada awal Agustus, indeks Niño 3.4 mencapai +2,45 dan SOI berada di -29,2 yang menunjukkan pengaruh El Niño kuat.
IOD juga berada pada angka +0,44 dan cenderung menuju fase positif. Kondisi tersebut dapat mengurangi pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Pada Dasarian I Agustus, sekitar 92,59 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan rendah. Sebanyak 73,8 persen wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim juga telah memasuki musim kemarau.
HTH panjang dapat menekan ketersediaan air bagi masyarakat dan meningkatkan kerentanan lahan terhadap kebakaran. BMKG juga mencatat kejadian karhutla di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Aceh, dan Bangka Belitung.
Meski demikian, HTH panjang bukan berarti hujan sama sekali tidak mungkin turun. Hujan lokal hingga lebat masih dapat terjadi karena kondisi atmosfer setiap wilayah berbeda.
BMKG mengimbau masyarakat menghemat air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kekeringan. Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar.
Dengan HTH mencapai 90 hari, DIY menjadi wilayah dengan catatan kekeringan terpanjang dalam pemutakhiran tersebut. Jawa Tengah menyusul dengan 89 hari dan Jawa Timur 88 hari, sehingga kewaspadaan terhadap kekeringan perlu ditingkatkan sepanjang musim kemarau 2026. (mdr)
















