Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Hong Kong Jadi Investor Asing Terbesar di Indonesia Kuartal II 2026, Geser Singapura Setelah 10 Tahun

Hong Kong Jadi Investor Asing TerbesarHong Kong Jadi Investor Asing Terbesar
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Indonesia mencatat sejarah baru dalam realisasi Foreign Direct Investment (FDI) pada kuartal II tahun 2026.

Untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir, Hong Kong berhasil menjadi penyumbang investasi asing terbesar ke Indonesia, menggeser posisi Singapura yang selama ini mendominasi daftar investor utama.

Perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran strategi investasi global, khususnya dari investor asal China yang kini semakin banyak menyalurkan modal melalui Hong Kong.

Pemerintah menilai tren ini menjadi sinyal positif terhadap meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa Hong Kong mencatat realisasi investasi sebesar US$5,5 miliar sepanjang periode April hingga Juni 2026.

Nilai tersebut menempatkan Hong Kong di posisi pertama sebagai investor asing terbesar di Indonesia pada kuartal II 2026.

“Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, China investasinya lebih agresif melalui Hong Kong, sehingga peringkat pertama investasi pada kuartal kedua ditempati Hong Kong sebesar US$5,5 miliar,” ujar Rosan saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Berdasarkan data BKPM, Singapura yang selama bertahun-tahun menjadi investor terbesar kini berada di posisi kedua dengan nilai investasi mencapai US$4,2 miliar.

Sementara itu, China menempati posisi ketiga dengan investasi sebesar US$1,7 miliar, disusul Jepang sebesar US$0,9 miliar, dan Malaysia sebesar US$0,7 miliar.

Selain lima negara tersebut, Korea Selatan dan Belanda juga masih menjadi bagian dari kelompok investor utama yang menanamkan modal di berbagai sektor strategis di Indonesia.

Urutan negara penyumbang investasi terbesar pada kuartal II 2026 adalah:

  • Hong Kong: US$5,5 miliar
  • Singapura: US$4,2 miliar
  • China: US$1,7 miliar
  • Jepang: US$0,9 miliar
  • Malaysia: US$0,7 miliar

Menurut Rosan, perubahan komposisi investasi ini bukan berarti investasi China menurun.

Sebaliknya, banyak investor asal Negeri Tirai Bambu kini memilih menggunakan Hong Kong sebagai pusat investasi internasional sebelum menanamkan modal ke Indonesia.

Strategi tersebut lazim digunakan perusahaan multinasional karena Hong Kong memiliki sistem keuangan internasional yang kuat, kemudahan transaksi lintas negara, serta menjadi salah satu pusat investasi terbesar di kawasan Asia.

Akibatnya, arus modal yang berasal dari perusahaan China kini lebih banyak tercatat sebagai investasi dari Hong Kong.

Pemerintah menilai meningkatnya investasi asing merupakan bukti bahwa Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi paling menarik di kawasan Asia Tenggara.

Rosan menjelaskan bahwa investor tidak hanya mempertimbangkan potensi keuntungan, tetapi juga memperhatikan stabilitas ekonomi, politik, dan sosial sebelum menanamkan modal dalam jangka panjang.

Menurutnya, dibandingkan beberapa negara ASEAN lainnya, Indonesia dinilai memiliki kondisi yang relatif lebih stabil sehingga mampu memberikan kepastian bagi para investor.

“Investor melihat Indonesia relatif lebih stabil dibandingkan beberapa negara ASEAN lainnya seperti Thailand dan Malaysia. Stabilitas ekonomi, politik, dan sosial menjadi pertimbangan utama karena investasi langsung atau foreign direct investment merupakan komitmen jangka panjang,” jelas Rosan.

Investasi langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Masuknya investasi asing tidak hanya meningkatkan pembangunan berbagai sektor industri, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, mempercepat transfer teknologi, meningkatkan produktivitas nasional, serta memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

Pemerintah berharap tren positif ini dapat terus berlanjut melalui berbagai kebijakan yang mendukung iklim investasi, termasuk penyederhanaan perizinan, percepatan hilirisasi industri, serta pembangunan infrastruktur.

Keberhasilan Hong Kong menjadi investor terbesar di Indonesia pada kuartal II 2026 menjadi salah satu indikator bahwa daya tarik investasi Indonesia masih sangat kuat di tengah dinamika ekonomi global.

Dengan stabilitas ekonomi yang terjaga, reformasi regulasi yang terus dilakukan, serta komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi, Indonesia diproyeksikan tetap menjadi salah satu tujuan utama investasi asing di kawasan Asia Pasifik.

Pemerintah pun optimistis arus investasi yang terus meningkat akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam beberapa tahun mendatang. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Santri Diajak Berlatih Tentukan Arah Kiblat

Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Santri Kebumen Belajar Menentukan Arah Kiblat dengan Metode Ilmiah

Berita Selanjutnya
Selangkah Lagi Perpusda Raih Akreditasi A

Perpustakaan Purbalingga Selangkah Lagi Raih Akreditasi A, Nilai Asesmen Perpusnas Capai 92,90