BANYUMASEKSPRES.ID, PT JIO Distributor Indonesia (JDI), sebagai agen pemegang merek resmi Baic di Indonesia, secara resmi memulai produksi lokal mobil off-road andalan mereka, Baic BJ40 Plus.
Produksi ini dilakukan di fasilitas Handal Indonesia Motor (HIM) yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat, pada Senin (2/6), menandai sebuah langkah besar dalam sejarah Baic di Indonesia.
Langkah produksi lokal ini menjadi bentuk nyata komitmen Baic Indonesia untuk ikut mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional, sekaligus menghadirkan produk dengan harga lebih terjangkau bagi pasar dalam negeri.
Chief Operating Officer (COO) Baic Indonesia, Dhani Yahya, menyebut perakitan BJ40 Plus di Tanah Air sebagai awal dari keseriusan Baic untuk hadir dan berkembang secara berkelanjutan di Indonesia.
“Ini langkah awal dari keseriusan Baic untuk hadir dan berkembang di pasar Indonesia,” ujarnya dengan penuh optimisme.
Dalam proses awal produksi ini, PT JDI bersama mitranya PT HIM telah mengirimkan tujuh tenaga ahli Indonesia ke Beijing, China, untuk mempelajari secara langsung proses perakitan BJ40 Plus.
Selama dua pekan, para teknisi tersebut melakukan observasi dan pelatihan intensif di pusat produksi Baic Internasional.
“Mereka memperlajari tentang perakitan BJ40 Plus selama dua pekan beberapa waktu lalu,” terang Dhani.
Tidak hanya itu, sebagai bagian dari transfer teknologi dan menjaga standar kualitas, enam tenaga ahli dari Baic Internasional juga hadir di Indonesia selama satu bulan.
Mereka turut memantau dan mendampingi proses perakitan unit-unit BJ40 Plus di Purwakarta agar sesuai standar tinggi yang telah ditetapkan oleh prinsipal.
“Team yang hadir juga termasuk dua orang tenaga ahli untuk memastikan kontrol kualitas dan hasil rakitan yang sesuai dengan standar tinggi dari Baic Internasional,” jelasnya.
Dhani menambahkan, kehadiran para ahli tersebut menjadi bukti bahwa Baic serius ingin memastikan kualitas produksi lokal tidak kalah dengan versi impor.
Langkah perakitan ini juga merupakan awal dari rencana jangka panjang Baic Indonesia dalam memenuhi komponen lokal sesuai ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah.
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa Baic Indonesia juga sedang menyiapkan skema ekspor kendaraan bermotor ke negara-negara lain di kawasan.
Upaya ini diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik, namun juga menjadikan Indonesia sebagai basis produksi regional.
“Kami akan berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar negara lain melalui skema ekspor kendaraan bermotor,” ujarnya.
Menurutnya, produksi lokal ini akan membawa dampak positif seperti peningkatan daya saing, efisiensi harga, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia. Kehadiran BJ40 Plus produksi lokal juga memungkinkan Baic menjangkau lebih luas pasar pemerintah dan lembaga negara, selain pasar ritel individu.
Dengan perakitan lokal, harga Baic BJ40 Plus turun signifikan menjadi Rp 698 juta (on the road Jakarta), jauh lebih kompetitif dibanding harga saat masih didatangkan secara utuh (CBU) yang mencapai Rp 790 juta.
Penurunan harga ini diharapkan memperkuat posisi BJ40 Plus di segmen SUV off-road, khususnya sebagai pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan performa tangguh dengan nilai investasi yang lebih terjangkau.
Langkah ini juga mempertegas kehadiran Baic sebagai salah satu pemain serius di industri otomotif nasional, serta membuka peluang lebih luas bagi kolaborasi antara manufaktur internasional dengan industri otomotif lokal Indonesia. (stch)
















