Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Ojol Resmi Jadi Pelaku UMKM, Driver di Purwokerto Berharap Akses KUR Lebih Mudah
Wisatawan Malaysia Jadi Pengunjung Terbanyak ke Indonesia hingga Mei 2026, Tembus 298 Ribu Orang

Wisatawan Malaysia Jadi Pengunjung Terbanyak ke Indonesia hingga Mei 2026, Tembus 298 Ribu Orang

Wisatawan Malaysia Pengunjung Terbanyak ke IndonesiaWisatawan Malaysia Pengunjung Terbanyak ke Indonesia
SANTAI: Wisatawan mancanegara berlibur di pulau Dewata Bali

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia terus menunjukkan tren positif.

Pada Mei 2026, total kunjungan wisatawan asing mencapai 1,38 juta perjalanan, meningkat 5,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Dari seluruh wisatawan asing yang datang ke Indonesia, Malaysia kembali menjadi negara penyumbang kunjungan terbesar.

Posisi tersebut menunjukkan eratnya hubungan pariwisata antara kedua negara, didukung oleh jarak geografis yang dekat, banyaknya penerbangan langsung, serta hubungan bisnis dan budaya yang kuat.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan wisatawan asal Malaysia mendominasi kunjungan ke Indonesia sepanjang Mei 2026.

“Selama Mei 2026, mayoritas kunjungan wisman merupakan pemegang paspor Malaysia sebanyak 298,21 ribu kunjungan atau 21,58 persen,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Selain Malaysia, Australia dan Singapura juga menjadi negara dengan jumlah wisatawan terbanyak yang datang ke Indonesia.

BPS mencatat wisatawan asal Australia mencapai 155,03 ribu kunjungan atau sekitar 11,22 persen dari total wisman selama Mei 2026.

Sementara itu, wisatawan dari Singapura tercatat sebanyak 136,74 ribu kunjungan, atau sekitar 9,89 persen.

Ketiga negara tersebut secara konsisten menjadi pasar utama bagi sektor pariwisata Indonesia karena memiliki konektivitas transportasi yang baik serta minat tinggi terhadap berbagai destinasi wisata di Tanah Air, seperti Bali, Jakarta, Yogyakarta, Lombok, hingga Labuan Bajo.

Secara kumulatif, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia selama periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 6,07 juta kunjungan.

Angka tersebut meningkat 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Ateng, pertumbuhan tersebut menunjukkan sektor pariwisata Indonesia terus mengalami pemulihan dan mampu menarik lebih banyak wisatawan internasional.

Peningkatan jumlah wisatawan asing diharapkan memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor ekonomi, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pariwisata.

Tidak hanya kunjungan wisatawan asing, mobilitas wisatawan nusantara (wisnus) juga mengalami peningkatan.

BPS mencatat selama Mei 2026 terdapat 106,16 juta perjalanan wisata domestik, naik 8,69 persen dibandingkan Mei tahun sebelumnya.

Sementara secara kumulatif sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan domestik mencapai 523,22 juta perjalanan, meningkat 2,86 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut menunjukkan minat masyarakat Indonesia untuk berwisata di dalam negeri masih terus tumbuh dan menjadi salah satu penopang utama sektor pariwisata nasional.

Dalam laporan yang sama, BPS juga mencatat perkembangan jumlah penumpang berbagai moda transportasi.

Moda kereta api menjadi transportasi dengan jumlah penumpang tertinggi pada Mei 2026.

Total keberangkatan penumpang kereta mencapai 46,96 juta orang, meningkat 4,17 persen dibandingkan Mei 2025.

Sementara itu, moda angkutan laut domestik mencatat 2,66 juta penumpang, naik 6,45 persen.

Layanan ASDP atau penyeberangan juga mengalami pertumbuhan signifikan dengan 4,51 juta penumpang, meningkat 16,66 persen secara tahunan.

Di sisi lain, jumlah penumpang angkutan udara domestik justru mengalami penurunan.

BPS mencatat jumlah penumpang pesawat domestik turun 9,22 persen menjadi 4,11 juta orang.

Penurunan juga terjadi pada penerbangan internasional, yang mencatat 1,65 juta penumpang, atau turun 6,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan jumlah wisatawan asing maupun wisatawan domestik menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata Indonesia.

Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, pemerintah diharapkan dapat terus memperkuat promosi destinasi wisata, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta memperluas konektivitas transportasi agar pertumbuhan sektor pariwisata dapat berlanjut. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Driver Ojol Berharap Tak Sekadar Status

Ojol Resmi Jadi Pelaku UMKM, Driver di Purwokerto Berharap Akses KUR Lebih Mudah