BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Warga Desa Maribaya di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, yang menjadi korban bencana tanah bergerak akhirnya bisa sedikit bernafas lega.
Proses persiapan lahan untuk hunian tetap atau huntap kini telah rampung dan dijadwalkan akan mulai diserahkan kepada warga yang terdampak pada pekan depan.
Langkah ini membawa harapan baru bagi masyarakat yang telah lama menantikan kepastian hunian setelah bencana yang melanda daerah mereka.
Kepala Desa Maribaya, Tarso Dwi Warsono, menyatakan bahwa lahan huntap tersebut diperuntukkan bagi 13 kepala keluarga yang terkena dampak langsung dan belum memiliki lahan relokasi sendiri.
“Masing-masing warga korban bencana tanah bergerak kurang lebih akan mendapatkan lahan seluas lima ubin. Untuk pembangunan huntapnya, kami masih menunggu dukungan dana dari pemerintah baik dari Pemprov Jawa Tengah maupun Pemkab Purbalingga,” ujar Tarso di sela kegiatan bakti sosial Kompi 2 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Tengah pada Rabu (14/1/2026).
Tarso menjelaskan bahwa lahan huntap yang disiapkan berada di atas areal seluas sekitar 85 ubin.
Seluruh proses pembelian dan penyiapan lahan ini bersumber dari dana donasi yang berhasil dikumpulkan oleh para relawan pascabencana.
“Dana ini murni hasil donasi. Digunakan untuk membeli lahan sekaligus menyiapkannya agar siap dibangun hunian tetap,” jelasnya.
Dari data di lapangan, terdapat total 23 kepala keluarga yang harus direlokasi dari lokasi terdampak bencana tanah bergerak tersebut.
Namun, sebanyak 10 keluarga di antaranya telah memiliki lahan sendiri sehingga tidak lagi memerlukan lahan huntap hasil donasi ini.
“Untuk warga yang sudah memiliki lahan sendiri nantinya akan mendapatkan bantuan dana tunai dari donasi yang terkumpul,” lanjut Tarso.
Selain bantuan dari donasi masyarakat, pemerintah daerah dan provinsi juga direncanakan akan memberikan bantuan pembangunan hunian tetap sebesar Rp40 juta per kepala keluarga.
Ini merupakan langkah konkret dari pemerintah untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Komandan Kompi 2 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Tengah, AKP Setiajid, menjelaskan bahwa keterlibatan personel Brimob dalam kegiatan tersebut merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat terutama dalam situasi kebencanaan.
“Kami ingin memastikan kehadiran Brimob bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, selain membantu menyiapkan lahan relokasi agar siap digunakan secepatnya, Kompi 2 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga korban bencana.
Sejumlah personel diterjunkan untuk bergotong-royong bersama relawan dalam upaya percepatan penyiapan lahan relokasi ini.
Peristiwa tanah bergerak yang melanda RT 4 RW 3 dan RT 5 RW 3 Desa Maribaya pada November 2025 lalu mengakibatkan setidaknya 23 rumah mengalami kerusakan parah hingga tidak lagi layak dihuni.
Total ada 27 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai 84 jiwa yang terdampak dan harus direlokasi ke tempat yang lebih aman.
Bencana ini tentunya meninggalkan trauma mendalam bagi para korban terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda lainnya.
Namun, upaya cepat tanggap pihak desa bersama relawan serta dukungan dari pemerintah dan aparat seperti Brimob menunjukkan adanya sinergi positif dalam menangani bencana alam seperti ini.
Proses pemulihan memang membutuhkan waktu dan komitmen dari berbagai pihak termasuk masyarakat sendiri agar dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan normal kembali.
Dengan tersedianya lahan huntap ini dan rencana bantuan pemerintah ke depan semoga dapat sedikit meringankan beban para korban serta memberikan mereka tempat tinggal yang layak dan aman.(tya/stch/dda)
















