BANYUMASEKSPRES.ID, TORONTO – Piala Dunia 2026 kembali menyajikan pertandingan yang dipenuhi gengsi dan emosi.
Portugal akan menghadapi Kroasia dalam laga hidup-mati demi memperebutkan satu tempat di babak 16 besar.
Namun, di balik pentingnya pertandingan tersebut, perhatian publik sepak bola dunia justru tertuju pada duel dua pemain legendaris yang telah mewarnai sepak bola internasional selama hampir dua dekade, yakni Cristiano Ronaldo dan Luka Modric.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Toronto, Jumat (3/7) pukul 06.00 WIB itu diperkirakan menjadi pertemuan terakhir kedua pemain di panggung Piala Dunia.
Mengingat usia mereka yang sudah tidak muda, peluang Ronaldo dan Modric kembali tampil pada edisi berikutnya dinilai sangat kecil.
Cristiano Ronaldo kini telah berusia 41 tahun, sedangkan Luka Modric memasuki usia 40 tahun.
Meski demikian, keduanya masih menjadi figur sentral sekaligus pemimpin di tim nasional masing-masing.
Baik Portugal maupun Kroasia masih mempercayakan posisi starter kepada dua pemain senior tersebut sepanjang fase grup Piala Dunia 2026.
Pengalaman, kepemimpinan, serta kemampuan membaca permainan membuat keberadaan Ronaldo dan Modric tetap menjadi aset berharga bagi tim masing-masing.
Tidak mengherankan apabila keduanya kembali diprediksi tampil sejak menit pertama dalam laga yang dipastikan berlangsung ketat tersebut.
Bagi Ronaldo, pertandingan melawan Kroasia menjadi kesempatan untuk memperbaiki catatan yang selama ini masih menjadi kekurangan dalam karier internasionalnya yang luar biasa.
Meski menjadi salah satu dari hanya dua pemain yang mampu tampil pada enam edisi Piala Dunia bersama Lionel Messi, kapten Portugal itu belum pernah mencetak gol maupun memberikan assist pada pertandingan fase gugur Piala Dunia.
Statistik tersebut menjadi perhatian besar mengingat Ronaldo dikenal sebagai salah satu pencetak gol paling produktif sepanjang sejarah sepak bola.
Pada fase grup, Ronaldo sempat menjawab keraguan publik dengan mencetak dua gol saat Portugal mengalahkan Uzbekistan.
Namun setelah itu performanya kembali mendapat sorotan karena gagal memberikan kontribusi ketika Portugal hanya mampu bermain imbang menghadapi Republik Demokratik Kongo dan Kolombia.
Jika kembali gagal mencetak gol saat menghadapi Kroasia, tekanan terhadap megabintang Portugal tersebut diperkirakan akan semakin besar.
Apalagi pertandingan kali ini menjadi penentu langkah Portugal di turnamen. Di kubu lawan, Luka Modric juga datang dengan membawa catatan bersejarah.
Gelandang veteran Real Madrid tersebut baru saja mencatatkan rekor sebagai pemain tertua yang memberikan assist di ajang Piala Dunia.
Rekor itu tercipta ketika Modric mengirim umpan yang berhasil dikonversi Nikola Vlasic menjadi gol kemenangan Kroasia atas Ghana.
Saat mencatatkan prestasi tersebut, Modric berusia 40 tahun 291 hari. Meski usianya sudah kepala empat, kualitas permainan Modric masih belum banyak mengalami penurunan.
Ia tetap menjadi pengatur tempo permainan Kroasia sekaligus sosok yang mampu memberikan ketenangan ketika tim menghadapi tekanan.
Bersama Mateo Kovacic dan Ivan Perisic, Modric masih menjadi tulang punggung generasi emas Kroasia yang dalam beberapa tahun terakhir mampu bersaing dengan negara-negara besar dunia.
“Mereka adalah tim yang fenomenal, tim yang hebat. Kami akan bertarung dan memberikan segala-galanya. Aku yakin mereka juga tidak akan senang menghadapi kami. Kami tidak takut kepada siapa pun, kami hanya harus memberikan penampilan terbaik kami,” kata Modric kepada O Jogo.
Ia juga menegaskan bahwa dua kemenangan yang diraih Kroasia pada fase grup telah meningkatkan kepercayaan diri seluruh pemain menghadapi babak gugur.
“Kami percaya kepada diri sendiri. Dua kemenangan ini akan sangat membantu kami,” lanjutnya.
Secara statistik, Portugal memang sedikit lebih diunggulkan. Dari 10 pertemuan di semua ajang, Selecao das Quinas berhasil meraih tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya sekali menelan kekalahan dari Kroasia.
Rekor Portugal bahkan lebih impresif jika hanya menghitung pertandingan resmi.
Dalam enam laga kompetitif melawan Kroasia, Portugal belum pernah kalah dengan catatan lima kemenangan dan satu hasil imbang.
Optimisme juga disampaikan penyerang Portugal, Joao Felix. Ia meminta masyarakat Portugal tetap memberikan dukungan penuh kepada tim meski hanya lolos ke fase gugur dengan status runner-up Grup K.
“Hanya karena kami bermain imbang di dua pertandingan bukan berarti kepercayaan diri kami berkurang. Ini Piala Dunia. Kami sangat yakin akan mengalahkan Kroasia,” ujar Felix.
Pelatih Portugal Roberto Martinez juga menegaskan bahwa seluruh pemain kini sepenuhnya fokus menghadapi pertandingan penting tersebut.
Menurutnya, target Portugal tetap sama, yakni memenangkan setiap pertandingan demi menjaga peluang meraih gelar juara dunia.
“Kami fokus memulihkan diri dan mempersiapkan pertandingan. Tim siap untuk tetap berada di jalur sesuai tujuan kami, yaitu memenangkan setiap pertandingan,” kata Martinez.
Di atas kertas, Portugal memiliki kedalaman skuad yang lebih lengkap.
Selain Ronaldo, mereka masih memiliki sederet pemain berkualitas seperti Bruno Fernandes, Rafael Leao, Vitinha, Joao Neves, Bernardo Silva, hingga Diogo Costa yang mampu menjadi pembeda di berbagai situasi pertandingan.
Namun Kroasia bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Tim berjuluk Vatreni tersebut telah membuktikan kualitasnya sebagai spesialis pertandingan fase gugur dalam beberapa edisi Piala Dunia terakhir.
Mereka sukses menjadi finalis pada Piala Dunia 2018 dan kembali menembus semifinal pada edisi 2022 berkat permainan yang disiplin, solid, serta mental bertanding yang kuat.
Karena itu, duel di Stadion Toronto dipastikan tidak hanya menjadi perebutan tiket menuju babak 16 besar.
Laga ini juga berpotensi menjadi momen perpisahan dua maestro sepak bola dunia di panggung Piala Dunia.
Ronaldo akan berusaha memecahkan rekor pribadinya dengan mencetak gol pertama di fase gugur, sementara Modric berharap mampu kembali membawa Kroasia menciptakan kejutan dan melanjutkan perjalanan mereka di turnamen paling bergengsi di dunia.(*/stch/dda)
















