BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Purbalingga kembali mengalami kenaikan setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan seiring berakhirnya masa libur sekolah.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas telur ayam dan daging ayam broiler, dua bahan pangan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat sekaligus bahan baku berbagai usaha kuliner.
Kondisi tersebut mulai dirasakan pedagang sejak dapur penyedia makanan untuk Program MBG kembali beroperasi.
Meningkatnya permintaan terhadap telur dan daging ayam disebut ikut memengaruhi harga di tingkat pasar, sehingga memberikan dampak langsung kepada pelaku usaha kecil yang bergantung pada komoditas tersebut.
Sejumlah pedagang makanan di kawasan Alun-alun Purbalingga mengeluhkan kenaikan harga bahan baku yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Mereka menilai perubahan harga mulai terasa setelah sekolah kembali aktif dan Program Makan Bergizi Gratis kembali dilaksanakan.
Santo, seorang pedagang siomay di kawasan Alun-alun Purbalingga, mengatakan bahwa selama masa libur sekolah harga beberapa bahan pokok sempat mengalami penurunan.
Namun, situasi berubah ketika dapur MBG kembali beroperasi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ribuan pelajar.
Menurutnya, peningkatan permintaan dari penyelenggara program menyebabkan harga sejumlah komoditas kembali bergerak naik.
Kenaikan harga bahan baku menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang makanan.
Santo mengaku berada dalam posisi yang sulit karena tidak mudah menaikkan harga jual kepada konsumen.
Jika harga makanan dinaikkan, ia khawatir pembeli akan berkurang karena daya beli masyarakat masih terbatas.
Sebaliknya, apabila harga tetap dipertahankan, keuntungan usaha menjadi semakin kecil akibat meningkatnya biaya produksi.
Ia menambahkan bahwa telur dan daging ayam merupakan bahan utama dalam berbagai jenis makanan yang dijual, sehingga setiap kenaikan harga langsung berdampak pada biaya operasional harian.
Keluhan serupa juga disampaikan Dani, pedagang jajanan berbahan dasar telur di kawasan Alun-alun Purbalingga.
Menurutnya, kenaikan harga telur sangat memengaruhi usahanya karena komoditas tersebut menjadi bahan baku utama yang digunakan setiap hari.
Ia berharap harga telur dapat kembali stabil sehingga pelaku usaha kecil tidak terus-menerus menghadapi tekanan biaya produksi yang meningkat.
Berdasarkan data perkembangan harga kebutuhan pokok dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Purbalingga, memang terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas dibandingkan saat masa libur sekolah.
Harga telur ayam yang sebelumnya berada pada kisaran Rp21.000 hingga Rp23.000 per kilogram kini meningkat menjadi sekitar Rp24.000 hingga Rp25.000 per kilogram.
Sementara itu, harga daging ayam broiler juga mengalami kenaikan dari kisaran Rp29.000–Rp33.000 per kilogram menjadi sekitar Rp34.000–Rp38.000 per kilogram.
Kenaikan tersebut menjadi perhatian karena kedua komoditas termasuk kebutuhan pokok masyarakat sekaligus bahan baku utama industri kuliner, rumah makan, hingga usaha makanan skala kecil.
Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan menu harian para siswa di sekolah.
Meningkatnya permintaan terhadap telur ayam dan daging ayam sebagai sumber protein membuat kebutuhan pasokan di tingkat distributor ikut bertambah.
Kondisi inilah yang dinilai sejumlah pedagang berkontribusi terhadap kenaikan harga di pasar.
Meski demikian, harga bahan pangan juga dipengaruhi berbagai faktor lain seperti ketersediaan stok, biaya distribusi, kondisi produksi peternak, hingga mekanisme permintaan dan penawaran di pasar.
Para pelaku usaha kecil berharap harga bahan pokok, khususnya telur ayam dan daging ayam broiler, dapat kembali stabil agar aktivitas usaha tidak terganggu.
Stabilnya harga dinilai penting karena akan membantu pedagang mempertahankan harga jual kepada konsumen tanpa harus mengurangi kualitas maupun porsi makanan yang dijual.
Dengan kondisi harga yang lebih terkendali, pelaku UMKM kuliner diharapkan dapat terus menjalankan usaha secara berkelanjutan, sementara Program Makan Bergizi Gratis tetap dapat berjalan untuk memenuhi kebutuhan gizi para siswa di berbagai sekolah. (tya/stch/dda)
















