Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sering Bangun Tengah Malam? Bisa Jadi Berkaitan dengan Diabetes

Gejala DiabetesGejala Diabetes
Seorang pria terbangun di tengah malam akibat gangguan tidur yang dapat menjadi salah satu gejala diabetes

BANYUMASEKSPRES.ID, Sering terbangun di tengah malam memang bisa dialami siapa saja. Namun, jika kondisi ini terjadi berulang tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya tidak diabaikan.

Gangguan tidur yang terus-menerus dapat menjadi salah satu tanda adanya masalah kesehatan. Salah satu kondisi yang dikaitkan dengan keluhan tersebut adalah diabetes.

Diabetes merupakan penyakit yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah. Kadar gula yang tidak terkontrol dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk kualitas tidur pada malam hari.

Sejumlah informasi kesehatan yang kembali dibahas pada Juli 2026 menyebutkan bahwa sering terbangun karena ingin buang air kecil atau merasa sangat haus dapat berkaitan dengan diabetes. Meski begitu, gejala tersebut tetap harus dipastikan melalui pemeriksaan medis karena tidak selalu disebabkan oleh penyakit ini.

Saat kadar gula darah meningkat, ginjal akan bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Kondisi ini membuat seseorang lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.

Sering buang air kecil menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Akibatnya, penderita akan merasa haus dan kembali terbangun untuk minum.

Siklus tersebut dapat berlangsung beberapa kali dalam semalam. Dampaknya, waktu istirahat menjadi berkurang dan tubuh terasa lelah keesokan harinya.

Kurang tidur yang berlangsung terus-menerus juga dapat menurunkan konsentrasi. Produktivitas sehari-hari pun ikut terganggu karena tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Selain sering buang air kecil, rasa haus yang berlebihan juga menjadi gejala umum diabetes. Keluhan ini muncul karena tubuh kehilangan cairan dalam jumlah yang cukup banyak.

Sebagian penderita juga mengaku lebih mudah lapar meski sudah makan. Hal tersebut terjadi karena glukosa tidak dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber energi.

Keluhan lain yang dapat muncul pada malam hari adalah kesemutan, kram, atau nyeri pada kaki. Gejala ini berkaitan dengan gangguan saraf akibat kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama.

Sebagian orang juga mengalami keringat berlebihan ketika tidur. Fluktuasi kadar gula darah dapat memicu kondisi tersebut pada beberapa penderita.

Sakit kepala saat malam atau ketika bangun pagi juga bisa menjadi salah satu keluhan. Meski demikian, gejala ini dapat dipicu oleh berbagai penyebab sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Sering bangun tengah malam bukan berarti seseorang pasti mengidap diabetes. Ada berbagai kondisi lain yang juga dapat menyebabkan gangguan tidur tersebut.

Konsumsi minuman terlalu banyak sebelum tidur, infeksi saluran kemih, gangguan prostat, atau penggunaan obat tertentu dapat menimbulkan keluhan yang sama. Karena itu, diagnosis diabetes harus dilakukan melalui pemeriksaan oleh tenaga medis.

Dokter biasanya akan melakukan wawancara mengenai riwayat kesehatan dan memeriksa kadar gula darah. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami pasien.

Risiko diabetes lebih tinggi pada orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Kurangnya aktivitas fisik juga menjadi salah satu faktor pemicu.

Riwayat diabetes dalam keluarga dapat meningkatkan peluang seseorang mengalami penyakit yang sama. Faktor keturunan diketahui berperan dalam munculnya diabetes tipe 2.

Usia yang semakin bertambah juga meningkatkan risiko diabetes. Namun, penyakit ini kini semakin banyak ditemukan pada usia produktif akibat perubahan gaya hidup.

Wanita yang pernah mengalami diabetes saat hamil juga memiliki risiko lebih tinggi. Oleh sebab itu, pemeriksaan gula darah secara berkala sangat dianjurkan.

Jika sering bangun tengah malam disertai rasa haus berlebihan, sering lapar, berat badan menurun tanpa sebab, atau penglihatan kabur, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebab keluhan tersebut.

Tes gula darah puasa, gula darah sewaktu, maupun HbA1c dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis diabetes. Semakin cepat penyakit diketahui, semakin besar peluang untuk mengendalikan kadar gula darah.

Pola makan sehat dengan membatasi gula tambahan dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Perbanyak konsumsi sayur, buah, serta makanan tinggi serat sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Olahraga secara rutin juga berperan meningkatkan sensitivitas insulin. Menjaga berat badan ideal dan tidur yang cukup menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko diabetes.

Sering bangun di tengah malam memang tidak selalu menandakan diabetes. Namun, bila keluhan tersebut muncul berulang disertai gejala lain seperti sering buang air kecil, rasa haus berlebihan, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, pemeriksaan medis sangat disarankan.

Deteksi dini menjadi langkah penting agar diabetes dapat ditangani lebih cepat. Dengan pola hidup sehat dan pengobatan yang tepat, kadar gula darah dapat dikendalikan sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan. (mdr)

Berita Sebelumnya
Prabowo: Koperasi Merah Putih Putus Ketergantungan pada Rentenir

Petani Tak Lagi Bergantung Rentenir, Ini Strategi Prabowo Lewat Koperasi Merah Putih

Berita Selanjutnya
Sikapi Kesalahan Kerja dengan Kepala Dingin

5 Cara Menghadapi Kesalahan Kerja agar Tidak Menjadi Sumber Stres Berkepanjangan